Lagu Galau sebagai Pelepas Emosi dan Dampak Tersembunyi bagi Kesehatan Mental

Jurnalis: Kahila
Editor: Rahmat Rifadin

14 Apr 2026 00:15

Thumbnail Lagu Galau sebagai Pelepas Emosi dan Dampak Tersembunyi bagi Kesehatan Mental
Ilustrasi seseorang sedang galau (Desain: Pinterest)

KETIK, SURABAYA – Lagu galau atau lagu sedih telah menjadi bagian dari warna musik populer di Indonesia. Tema yang diangkat pun dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari patah hati, cinta yang tak terbalas, hingga hubungan yang rumit dan penuh tanda tanya.

Tak heran jika banyak orang merasa “terwakili” saat mendengarkannya, seolah lagu-lagu tersebut mampu menerjemahkan perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Di balik nuansa sendunya, mendengarkan lagu galau ternyata tidak selalu berdampak negatif. Justru, dalam kondisi tertentu, lagu-lagu ini bisa memberikan manfaat bagi kesehatan emosional.

Pertama, lagu galau membantu seseorang mengenali sekaligus melepaskan emosi-emosi yang terpendam. Perasaan sedih, kecewa, atau marah yang selama ini dipendam bisa perlahan keluar, sehingga hati terasa lebih lega dan “plong”.

Baca Juga:
Jadi 'Tamparan' Bagi Anak Muda, Surabaya Muda Media Stikosa-AWS Ajak Anak Panti Menembus Batas

Selain itu, lagu sedih sering kali memicu nostalgia. Ketika seseorang teringat pada pengalaman masa lalu, ia tidak hanya sekadar mengenang, tetapi juga berproses untuk memahami makna dari kejadian tersebut.

Seiring waktu, pengalaman yang dulu terasa menyakitkan bisa berubah menjadi pelajaran hidup yang berharga. Dari sini, seseorang dapat membangun perspektif baru yang lebih dewasa dan bijak.

Manfaat lainnya adalah mengurangi rasa kesepian. Saat mendengarkan lagu galau, seseorang bisa merasa tidak sendirian. Lirik yang relate memberikan kesan bahwa ada orang lain di luar sana yang pernah, atau sedang merasakan hal yang sama.

Perasaan “aku tidak sendiri” ini menjadi penting, terutama ketika seseorang sedang berada di fase emosional yang sulit.

Baca Juga:
Sering Dianggap Terapi Murah, Benarkah Bernyanyi Bisa Buang Stres?

Meski begitu, mendengarkan lagu galau tetap perlu disikapi dengan bijak. Jika seseorang memang sedang mengalami kondisi emosional yang berat dan merasa relate dengan lagu tersebut, maka mendengarkannya bisa menjadi sarana penyaluran perasaan.

Namun, ketika kondisi mental sedang baik-baik saja, terlalu sering mengonsumsi lagu-lagu bernuansa sedih justru bisa memengaruhi suasana hati secara perlahan.

Dari perspektif hipnoterapi, hal ini berkaitan dengan sugesti yang masuk ke alam bawah sadar. Lirik lagu yang berisi kata-kata tentang keterpurukan, kehilangan, atau patah hati, jika didengar berulang-ulang dalam jangka waktu lama, dapat tertanam sebagai sugesti negatif.

Terlebih jika pendengar larut secara emosional, pesan-pesan tersebut bisa memengaruhi cara berpikir, perasaan, bahkan perilaku dalam kehidupan nyata.

Oleh karena itu, penting untuk menyadari kapan harus mendengarkan lagu galau, dan kapan perlu memberi jeda. Musik seharusnya menjadi teman yang menenangkan, bukan justru memperdalam luka.

Dengan memilih lagu secara sadar dan sesuai kondisi emosi, kita bisa tetap menikmati musik tanpa harus terjebak dalam kesedihan yang berkepanjangan. (*)

Baca Sebelumnya

Wabup Ahmad Baharudin Resmi Jabat Plt Bupati Tulungagung

Baca Selanjutnya

Mengintip Kegiatan 59 Jemaah Praktik Manasik di Asrama Haji Surabaya, Jadi Bekal ke Tanah Suci

Tags:

Lagu Galau mental health dampak negatif manfaat hipnoterapi

Berita lainnya oleh Kahila

Merasa Stuck di Usia 20-an? Ini Penjelasan tentang Quarter Life Crisis

10 April 2026 02:01

Merasa Stuck di Usia 20-an? Ini Penjelasan tentang Quarter Life Crisis

Sering Dianggap Terapi Murah, Benarkah Bernyanyi Bisa Buang Stres?

8 April 2026 08:00

Sering Dianggap Terapi Murah, Benarkah Bernyanyi Bisa Buang Stres?

10 Film Favorit Penonton di Letterboxd yang Wajib Masuk Daftar Tontonanmu

1 April 2026 02:10

10 Film Favorit Penonton di Letterboxd yang Wajib Masuk Daftar Tontonanmu

Pertanian Jadi Pilar Ekonomi Nganjuk, Bappeda Jatim Dorong Penguatan Sektor Agraris

14 Maret 2026 17:43

Pertanian Jadi Pilar Ekonomi Nganjuk, Bappeda Jatim Dorong Penguatan Sektor Agraris

Sportif Academy Batch 1, Terapkan Metode LTAD Demi Cetak Atlet Masa Depan Jawa Timur

13 Maret 2026 13:52

Sportif Academy Batch 1, Terapkan Metode LTAD Demi Cetak Atlet Masa Depan Jawa Timur

Pionir Digitalisasi Kesehatan, Sekdaprov Jatim Apresiasi Kehadiran AI Center di RS Menur

10 Maret 2026 16:37

Pionir Digitalisasi Kesehatan, Sekdaprov Jatim Apresiasi Kehadiran AI Center di RS Menur

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar