KETIK, MALANG – Selama kurun waktu seminggu terakhir mulai Minggu, 13 September hingga Sabtu, 19 September 2026, wilayah Kota Malang dilanda kebakaran. Dari 15 kejadian yang terjadi, 14 di antaranya merupakan kebakaran lahan.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan mengatakan, tingginya kebakaran lahan menjadi perhatian serius di tengah kondisi puncak musim kemarau.
"Dari 15 kasus kebakaran yang terjadi, dengan rincian pada Minggu 4 kebakaran, Senin 1, Selasa ada 2, Rabu ada 3 dan Kamis ada 5 kebakaran. Sedangkan di hari Sabtu dan Minggu ini, terpantau belum ada kejadian sama sekali," jelasnya, Minggu, 20 September 2026.
Dari total kasus kebakaran tersebut, hanya satu kejadian yang merupakan kebakaran rumah. Sedangkan 14 kejadian lainnya, terjadi di area lahan mulai dari lahan perkebunan, lahan kosong, hingga tempat penampungan sampah.
Dirinya menyebut, kebakaran terjadi berkaitan dengan adanya aktivitas pembakaran yang disengaja. Hal itu diperparah dengan kondisi lahan yang kering, membuat api lebih mudah dan cepat menjalar.
Baca Juga:
Kebakaran Lahan dan TPS Marak di Kota Malang, Damkar Soroti Kebiasaan Warga Bakar SampahSalah satu kejadian menonjol terjadi pada sebuah pohon besar di Jalan Bogor Kecamatan Klojen. Berawal dari aktivitas pembakaran sampah dan tumpukan daun, berujung pada merambatnya api hingga mencapai pangkal pohon.
Kondisi pohon yang kering dan berongga membuat api menjalar ke bagian dalam. Sehingga, petugas harus melakukan pemadaman secara intensif agar tidak ada bara atau titik api tersembunyi.
Pandu menyampaikan, kondisi serupa juga ditemukan dalam sejumlah kebakaran lahan kosong dan kawasan yang dipenuhi semak kering. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.
"Jangan membuang puntung rokok sembarangan di musim kemarau ini. Karena kalau itu jatuh di area lahan kering, akan sangat cepat merambat menjadi kebakaran," terangnya.
Baca Juga:
Alami Korsleting Listrik, Rumah di Sawojajar Malang Ludes TerbakarKewaspadaan juga perlu dilakukan di lingkungan permukiman. Masyarakat diminta mengecek ulang instalasi listrik, kondisi kabel, sambungan perangkat elektronik, serta regulator elpiji untuk mengantisipasi potensi kebakaran.
"Kami imbau masyarakat untuk mengecek kembali kondisi rumah. Dengan memeriksa Instalasi sambungan listrik, kondisi kabel, sambungan perangkat elektronik, hingga regulator elpiji untuk mengantisipasi potensi kebakaran dari dalam rumah," pungkasnya.(*)