KETIK, MALANG – Menjalani kuliah sambil mondok menjadi pilihan banyak mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.
Selain mendapatkan pendidikan di bangku perkuliahan, mahasiswa juga dapat memperdalam ilmu agama, menghafal Al-Qur'an, hingga membentuk kedisiplinan melalui kehidupan di pesantren.
Bagi mahasiswa baru yang sedang mencari tempat tinggal, terdapat sejumlah pondok pesantren di sekitar UIN Malang dengan jarak yang relatif dekat. Sebagian bahkan dapat dijangkau hanya dengan berjalan kaki dari kampus.
Berikut 7 rekomendasi pesantren mahasiswa di sekitar UIN Malang.
PPTQ Nurul Huda Joyo Suko Metro
Baca Juga:
Pembinaan Calon MC dan Moderator PBAK Fakultas Syariah, Public Speaking dan Tata Sapaan Jadi PenekananPesantren ini beralamat di Jalan Joyosuko Metro III No. 34, Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Lokasinya berada di lingkungan yang banyak dihuni mahasiswa.
Pesantren ini berada di bawah naungan Yayasan Kiai Masduqi Mergosono. Fokus utama pesantren adalah program tahfiz Al-Qur’an yang didukung dengan pembelajaran keislaman lainnya, seperti fikih, tauhid, adab, dan ilmu keagamaan lainnya.
Pesantren Putri Al-Hikmah Al-Fathimiyyah
Pesantren ini merupakan lembaga pendidikan Islam khusus perempuan yang berlokasi di Jalan Joyosuko No. 60A, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Pesantren ini diasuh oleh Drs. KH. Yahya Dja’far, M.A.
Baca Juga:
Tuntaskan S3 Sambil Mengasuh Pesantren dan Mengajar di UIN Malang, Begini Cara Kiai Rouf Bagi WaktuProgram pendidikannya meliputi Diniyah Reguler, Takhasus Bahasa dan Tahfiz, serta Ta’lim Qur’an. Pesantren ini juga memiliki dua unit pendidikan, yaitu Madin Al-Hikmah dan LBB AHAF Institute. Selain itu, terdapat taman mini di dalam area pesantren yang menjadi salah satu fasilitas bagi para santri.
Pesantren Tahfidz Bani Yusuf
Pesantren ini merupakan pesantren mahasiswa yang dikhususkan bagi santri putra. Fokus utama pesantren adalah pembinaan generasi penghafal Al-Qur’an. Pesantren ini berlokasi di Jalan Joyosuko Metro III No. 57A, Merjosari, Lowokwaru, Kota Malang.
Lokasinya berada di belakang Kampus 1 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan berjarak sekitar 10 menit dari kampus. Pesantren ini diasuh oleh K.H. Dr. Abd. Rouf, M.HI.
Pesantren Mahasiswi Al-Azkiya' Malang
Pondok Pesantren Al-Azkiya’ Malang adalah pesantren mahasiswi. lokasinya di Jalan Joyosuko Metro II, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
Pesantren ini diasuh oleh Prof. Dr. KH. Achmad Khudori Soleh, M.Ag. dan Dr. Hj. Erik Sabti Rahmawati, M.A. Pesantren ini memadukan kegiatan kuliah, pendalaman ilmu agama, Al-Qur'an, dan pengembangan kapasitas santri.
Lembaga Tinggi Pesantren Luhur
Pesantren ini berlokasi di Jalan Raya Sumbersari No. 88, Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Lokasinya hanya sekitar lima menit berjalan kaki dari Kampus 1 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sehingga menjadi salah satu pesantren yang dekat dengan kawasan kampus.
Pesantren ini menerima santri putra dan putri. Pengasuhnya adalah Gus Mohammad Danial Farafish putra Prof. Dr. Kiai H. Achmad Muhdlor selaku pendiri pesantren. Selain pengkajian kitab kuning, Pesantren Luhur juga menyelenggarakan kegiatan halaqah ilmiah.
PPTQ Nurul Furqon 2
PPTQ Nurul Furqon 2 memiliki tiga lokasi. Peratam disebut Al Aqliyah yang berlokasi di Jl. Sumbersari Gang 1 nomor 3 Kota Malang. Kedua, Al Wafiyah yang beralamatkan di Jl. Raya Candi VI Perum Pesona Bougenvile Regency nomor A2 Kota Malang.
Ketiga, Ar Raihanah yang berlokasi di Jl. Sumbersari Gang 3 nomor 190 Kota Malang. Pengasuh Agus Mochammad Nafis Muhajir bersama Ning Rovita Agustin Zulaiminah. Pesantren yang memiliki fokus pada Hafalan Al-Qur’an.
Pondok Pesantren Tarbiyatul Qur'an (PPTQ) Ulin Nuha
Pesantren ini merupakan pesantren putri yang berlokasi di Jalan Sunan Kalijaga Dalam No. 8A-01, Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Lokasinya berjarak sekitar tujuh menit dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pesantren ini menjadi salah satu pilihan mahasiswi yang ingin fokus menghafal Al-Qur’an. K.H. Isroqunnajah dan Nyai H. Ismatul Diniyah menjadi tokoh pemrakarsa pembangunan pesantren ini. Sementara itu, Ustadzah Lucky Lathifah, S.Pd.I. berperan sebagai Murabbiyah sekaligus pengajar utama Pesantren.
Setiap pesantren memiliki program, tata tertib, biaya, dan sistem pembinaan yang berbeda. Karena itu, calon santri disarankan mencari informasi lebih lanjut mengenai persyaratan pendaftaran, fasilitas, jadwal kegiatan, hingga program unggulan sebelum menentukan pilihan.
Memilih pesantren yang sesuai dengan kebutuhan dan aktivitas perkuliahan dapat membantu mahasiswa menjalani kehidupan akademik sekaligus memperdalam ilmu agama secara seimbang.(*)