KETIK, SURABAYA – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga (BEM Unair) mengeluarkan pernyataan resmi, terkait penjemputan Ketua BEM Unair, M Rizqi Senja Wirawan oleh Polda Jawa Timur pada 19 Oktober 2026.
Penjelasan BEM Unair, terkait kronologis penjemputan Rizqi Senja bertujuan sebagai wujud bentuk tanggung jawab organisasi dalam menjaga kejernihan informasi, merawat ruang dialog yang kritis, serta memastikan bahwa dinamika yang terjadi tidak bergeser.
Kronologi
Berdasarkan keterangan resmi dari BEM Unair, kejadian pada tanggal 19 Oktober 2026 sekitar pukul 07.00 WIB Ketua BEM Unair, Rizqi Senja dijemput oleh pihak Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) di kediamannya.
Berdasarkan informasi yang diterima pihak BEM Unair, penjemputan Rizqi ini berkaitan dengan aktivitas pengelolaan salah satu media kolektif masyarakat yang selama ini memuat kritik terhadap kebijakan pemerintah serta informasi mengenai agenda demonstrasi di Kota Surabaya.
Baca Juga:
Bawa Knuckle saat Demo di Grahadi Surabaya, Pemuda 22 Tahun Jadi TersangkaSejak penjemputan tersebut, alat komunikasi Rizqi Senja turut diamankan sehingga ia tidak dapat menghubungi keluarga maupun orang-orang terdekatnya. Kondisi ini, dari keterangan BEM Unair akses komunikasi menjadi terbatas.
Selama berada di Polda Jawa Timur, Rizqi Senja menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 1x24 jam. Berdasarkan informasi yang kami terima, pemeriksaan tersebut turut mencakup alat komunikasi miliknya.
Pada 20 Oktober 2026 pagi, Rizqi Senja dibebaskan dan alat komunikasinya dikembalikan. Setelah bebas, ia menerima undangan menghadiri kegiatan silaturahmi BEM se-Jawa Timur bersama Kapolda Jawa Timur di hari yang sama.
Kendati baru saja menjalani pemeriksaan dan belum sepenuhnya memulihkan kondisi psikologisnya, undangan tersebut tetap dihadirinya untuk mencegah timbulnya kekhawatiran dan persoalan lanjutan.
Baca Juga:
Polda Jatim Kerahkan Personel Bantu Tangani Karhutla Kawasan BromoUsai menghadiri agenda tersebut, Rizqi kembali ke tempat tinggalnya untuk beristirahat.
Ia kemudian bergabung dalam konsolidasi gerakan mahasiswa di Kampus B Unair guna mempersiapkan agenda demonstrasi menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. (*)