KETIK, PEMALANG – Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sejumlah lokasi di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Jumat, 31 Juli 2026.
Penggeledahan itu dilakukan setelah penetapan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi.
Dua lokasi yang menjadi sasaran penggeledahan yakni rumah Gus Haris (GHA), yang dikenal sebagai orang kepercayaan Anom Widiyantoro, di Jalan Belimbing, Desa Moga, Kecamatan Moga, serta Ruang Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pemalang.
Di kediaman Gus Haris, proses penggeledahan berlangsung dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian dan TNI. Selama kegiatan berlangsung, akses warga di sekitar lokasi dibatasi.
Berdasarkan pantauan di lokasi, tim penyidik KPK membawa keluar satu koper yang diduga berisi dokumen penting. Selain itu, tiga unit motor gede (moge) juga diamankan dan diangkut menggunakan mobil derek.
Baca Juga:
Bangun Budaya Membaca, Festival Literasi Kabupaten Pemalang 2026 Resmi DibukaSejumlah warga tampak menyaksikan proses penggeledahan dari kejauhan. Mereka mengaku terkejut atas keterlibatan Gus Haris dalam perkara yang sedang ditangani KPK.
"Ustaz Haris itu sosok orang yang baik sih, di lingkungan mau berbaur sama tetangga, pokoknya apik lah, Pak," ujar Ika, salah seorang warga setempat.
Warga lainnya juga menyampaikan penilaian serupa. Menurutnya, Gus Haris selama ini dikenal ramah dan aktif bergaul dengan masyarakat, khususnya kalangan pemuda.
Baca Juga:
Gerakan Aksi Bergizi Digelar di SMK Islam Nusantara Comal, Wakil Bupati Pemalang Ajak Remaja Siapkan Generasi Emas 2045"Sosok Gus Haris di sini ya baik orangnya. Sama pemuda-pemuda di sini juga baik," kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, di Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pemalang, penggeledahan juga dilakukan pada hari yang sama.
Sekitar pukul 16.38 WIB, tim penyidik KPK terlihat keluar dari gedung dengan membawa tiga koper yang diduga berisi dokumen.
Dokumen tersebut diduga berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan korupsi yang tengah ditangani KPK, termasuk dugaan jual beli jabatan Sekretaris Daerah (Sekda). Namun, hingga saat ini KPK belum memberikan keterangan resmi mengenai isi barang yang diamankan.
Saat dimintai keterangan oleh awak media, salah seorang anggota tim KPK hanya mengacungkan jempol sambil berjalan menuju kendaraan tanpa memberikan pernyataan.
Hingga berita ini diterbitkan, KPK masih belum mengumumkan secara resmi hasil penggeledahan maupun rincian barang bukti yang disita dari kedua lokasi tersebut.(*)