Korsel Jadi Negara dengan Angka Kelahiran Terendah di Dunia

Jurnalis: Millah Irodah
Editor: M. Rifat

26 Feb 2023 14:46

Thumbnail Korsel Jadi Negara dengan Angka Kelahiran Terendah di Dunia
Salah satu sudut kota Seoul, Korea Selatan. (Foto: Viarami/Pixabay)

KETIK, JAKARTA – Krisis demografi Korea Selatan semakin menjadi. Data terbaru menunjukkan jumlah bayi yang lahir pada 2022 di negara tersebut mencapai rekor terendah.

Menurut angka yang dirilis pada Rabu (22/2) oleh Badan Statistik Korea Selatan, ada 249.000 bayi yang lahir pada 2022. Jumlah itu turun 4,4 persen dari tahun sebelumnya.

Hal ini menjadikan Korea Selatan sebagai negara dengan angka kelahiran terendah di dunia.

Dilansir The Guardian, angka kelahiran rendah itu memukul upaya pemerintah setempat untuk mendorong pasangan agar memiliki lebih banyak anak.

Baca Juga:
RIIZE Akhiri Tur Dunia “RIIZING LOUD” di Seoul, 32 Ribu Penggemar Padati KSPO Dome

Statistik menunjukkan rata-rata kelahiran di Korsel hanya 0,78. Itu menjadi yang terendah sejak catatan statistik itu pertama kali diarsipkan pada tahun 1970.

Selain angka kelahiran terendah, Korsel juga tercatat sebagai satu-satunya negara di dunia dengan tingkat kesuburan di bawah satu.

Adapun pemicunya adalah dikarenakan kini banyak anak muda Korsel yang memilih untuk menunda memulai keluarga atau menyerah untuk memiliki anak sama sekali.

Mereka menyebut faktor itu dipicu oleh biaya tinggi untuk membesarkan anak, prospek pekerjaan yang buruk di tengah perlambatan ekonomi, dan kenaikan harga real estat.

Baca Juga:
Sekretaris Kemendukbangga: Ketahanan Demografi Kunci Indonesia Emas 2045

Sementara itu, hasil polling kepada para wanita Korsel mengatakan, mereka kini lebih suka memprioritaskan kebebasan pribadi dan mengesampingkan lebih dulu mencari pasangan hidup.

Hal itu berakibat jumlah pernikahan di Korsel kini mencapai titik terendah sepanjang sejarah. Yakni hanya 193 ribu pada 2021.

Sementara itu, usia rata-rata wanita melahirkan di Korsel adalah 33,5 pada 2022. Angka itu naik 0,2 dari tahun sebelumnya. Kini rata-rata wanita Korsel melahirkan anak pertama mereka pada usia 33 tahun.

Tercatat hanya 24 bayi yang lahir untuk setiap 1.000 wanita di akhir usia 20-an pada 2022. Itu turun 3,5 persen dari tahun sebelumnya.

Dengan tingkat kesuburan terendah di dunia dan populasi menua dengan cepat, kini muncul kekhawatiran tentang tekanan pada ekonomi Korea Selatan. Sistem pensiun bisa jadi akan tidak bisa digunakan lagi dalam beberapa dekade mendatang.

Populasi Korsel menyusut untuk pertama kalinya pada 2021. Dak kini diproyeksikan akan turun lebih jauh, menjadi 38 juta, pada 2070 mendatang. (*)

Baca Sebelumnya

Fakerunners Bandung Siap Wadahi Pehobi Lari

Baca Selanjutnya

Semeru Kembali Erupsi Disertai Awan Panas

Tags:

Korea Selatan Korsel Demografi Kelahiran

Berita lainnya oleh Millah Irodah

Momen Gubernur Khofifah Nyanyi 'Ikan Dalam Kolam' di Pernikahan Putra Ketua Kwarda Jatim

19 November 2023 16:10

Momen Gubernur Khofifah Nyanyi 'Ikan Dalam Kolam' di Pernikahan Putra Ketua Kwarda Jatim

Emak-Emak Nagan Raya Aceh: Pj Bupati Fitriany Farhas 'Bereh Bereh Bereh'

29 September 2023 11:13

Emak-Emak Nagan Raya Aceh: Pj Bupati Fitriany Farhas 'Bereh Bereh Bereh'

Gallaudet University AS Luluskan Mahasiswa Tunarungu Pertama Asal Indonesia

13 Mei 2023 05:52

Gallaudet University AS Luluskan Mahasiswa Tunarungu Pertama Asal Indonesia

KONI Siapkan Dua Opsi untuk Gelar Porprov Jatim

2 Maret 2023 08:30

KONI Siapkan Dua Opsi untuk Gelar Porprov Jatim

Pembawa 5 Ribu Detonator Bom Ikan Divonis 2,5 Tahun

1 Maret 2023 11:40

Pembawa 5 Ribu Detonator Bom Ikan Divonis 2,5 Tahun

Korsel Jadi Negara dengan Angka Kelahiran Terendah di Dunia

26 Februari 2023 14:46

Korsel Jadi Negara dengan Angka Kelahiran Terendah di Dunia

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend