KETIK, MALANG – Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Pelatihan Satu Hari Membatik pada Kamis, 23 Juli 2026 di Gedung C9 Fakultas Sastra UM dan diikuti oleh anggota KORPRI UM dan delegasi tenaga kependidikan dari berbagai fakultas.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi seni budaya, melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia, serta mengembangkan suvernir khas KORPRI UM yang bernilai kreatif.

Ika Wahyu Widyawati, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan membatik merupakan salah satu program KORPRI UM di bidang kebudayaan. Program tersebut dirancang untuk menghasilkan serta memperkenalkan karya batik dan dapat dikembangkan menjadi pernak pernik atau cindera mata khas organisasi sekaligus menunjukkan keterampilan membatik pada para peserta.

“Harapannya, pelatihan ini menjadi awal lahirnya produk khas KORPRI UM dan terus berkembang melalui berbagai teknik maupun inovasi membatik,” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh dosen Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Satra UM, Elvira Kurnia Ramadhani, S.Pd., M.Pd., sebagai instruktur. Selama berjalannya kegiatan, peserta memperoleh pemahaman mengenai teknik dasar membatik, mulai dari mengenal alat dan bahan, penggunaan malam, hingga proses pewarnaan kain. 

Baca Juga:
Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta Bakal Berlangsung 10 Hari

Dengan pendampingan tersebut, peserta akan mendapatkan pengalaman praktik sekaligus memperkuat pemahaman peserta terhadap proses membatik yang baik dan benar.

Wakil Ketua II KORPRI UM, Aji Bagus Priyambodo, S.Psi., M.Psi., menegaskan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari komitmen KORPRI UM dalam mengembangkan bakat dan minat anggotanya di bidang seni dan budaya. 

Ia juga menyampaikan bahwa KORPRI UM secara konsisten telah menyelenggarakan berbagai kegiatan pembinaan seni, seperti seni vokal dan kroncong, sedangkan latihan membatik adalah inovasi baru yang mampu memperkuat identitas organisasi.

“Kami berharap pelatihan ini menghasilkan prototipe suvenir khas KORPRI UM yang dapat terus dikembangkan, diproduksi, dan dimanfaatkan sebagai identitas organisasi,” katanya.

Baca Juga:
5 Soto Legendaris di Kota Malang yang Selalu Diburu Wisatawan, Wajib Dicoba!

Pelatihan ini berlangsung interaktif di setiap tahapan praktik membatik dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Selain menghasilkan karya, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk meningkatkan kerja sama antartenaga kependidikan sekaligus memperkuat kreativitas dan kepedulian terhadap pelestarian budaya bangsa.

Melalui pelatihan ini, KORPRI UM menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program pengembangan sumber daya manusia yang tak hanya berkompetensi, tapi juga memperkuat identitas organisasi dengan karya kreatif berbasis budaya.

Ke depan, pelatihan membatik diharapkan bisa menjadi agenda yang berkelanjutan dengan melahirkan produk-produk khas KORPRI UM dan memperkuat peran UM sebagai perguruan tinggi yang aktif melestarikan budaya Indonesia melalui inovasi dan pemberdayaan komunitas.

Program ini sejalan dengan komitmen UM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pengembangan keterampilan, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan ekonomi kreatif, serta SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) melalui pelestarian warisan budaya.(*)