KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan salah satu komoditas unggulan agroforestri di Jawa Timur adalah kopi, yang sekitar 62 persennya didukung sektor perhutanan sosial.
“Kalau se-indonesia juga kira-kira 60 persenan support dari perhutanan sosial di sektor kopi. Kontribusi antar provinsi kira-kira 60 persen dari Jawa Timur," ujarnya pada Senin, 16 Juni 2026.
Menurut Khofifah, besarnya kontribusi kopi tersebut menunjukkan bahwa tantangan pengembangan perhutanan sosial saat ini bukan lagi sekadar meningkatkan produksi, melainkan memastikan produk yang dihasilkan mampu memberikan nilai tambah lebih besar bagi masyarakat.
Karena itu, kata dia, Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) tidak boleh berhenti sebagai penghasil bahan baku. Terlebih, motor utama penggerak KUPS adalah pengembangan agroforestri yang dijalankan oleh kelompok tani hutan dan KUPS di berbagai daerah.
KUPS harus didorong naik kelas melalui proses hilirisasi, mulai dari pengolahan pascapanen, peningkatan kualitas, pengemasan, penguatan merek, hingga perluasan akses pasar. "Nilai tambah itu ada pada hilirisasi. Jangan sampai yang dijual hanya raw material atau bahan mentahnya," katanya.
Baca Juga:
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Meriahkan Jalan Sehat di Masjid Al Akbar SurabayaMenurut Khofifah, penguatan kemitraan menjadi kebutuhan penting agar kelompok tani hutan dan KUPS memperoleh akses pasar, teknologi, pendampingan perguruan tinggi serta peningkatan kualitas produk.
"Kemitraan itu sangat penting. Karena itu kita mempertemukan KTH dan KUPS dengan berbagai mitra usaha. Kalau ada intervensi teknologi, pendampingan perguruan tinggi, dan kemitraan dengan dunia usaha maupun dunia industri, maka akan terbuka akses pasar, kualitas produk meningkat, dan hilirisasi bisa berjalan lebih cepat," tutur dia. (*)