KETIK, MALANG – Keberadaan Kopdes Merah Putih Kepanjen Kabupaten Malang dibangun di depan jembatan dan di dekat pasar ditanggapi oleh para pedagang. Menurut pedagang, sasaran pembeli dari Kopdes berbeda dengan pasar tradisional.

‎"Saya kira mempunyai spesifikasi pembeli masing-masing. Karena yang namanya pasar itu saling berjualan sudah biasa," kata salah satu pedagang bernama Tohari ditulis Ketik.com, Senin, 6 Juli 2026. 

‎Lebih lanjut ia mengatakan, seperti di pasar jualan yang sama antar pedagang itu hal biasa. Terlebih dengan keberadaan Kopdes Merah Putih juga begitu.

‎"Ya karena mempunyai spesifikasi itu pembeli mengerti sendiri," terangnya. 

‎Sedangkan untuk keberadaan jembatan yang aksesnya di depannya dibangun oleh Koperasi Desa Merah Putih ia mengaku tak permasalahkan.

‎"Di sini ada tiga jembatan bisa lewat salah satunya," ucapnya.

‎Sementara itu, Lurah Kepanjen Bobby Setya Abdi menjelaskan, untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Kepanjen Kabupaten Malang terus berjalan. Bahkan kepengurusan telah terbentuk 

‎"Sudah terbentuk, sudah berjalan anggota sudah banyak. Kemarin kita RAT. Sehingga dengan keberadaan gerai mendukung koperasi," ucapnya.

‎Selanjutnya ia mengimbau warga kelurahan Kepanjen untuk menjadi Anggota Koperasi Desa Merah Putih tersebut. Dalam hal ini mendukung program Presiden Prabowo.

‎Diberitakan Ketik.com sebelumnya, Pembangunan Kopdes Merah Putih di Kelurahan Kepanjen Kabupaten Malang menuai keluhan dari masyarakat. Pasalnya, Kopdes itu dibangun di depan jembatan akses menuju fasilitas gedung serbaguna dan bersebalahan dengan pasar tradisional.

‎Pantauan Ketik.com di lokasi, Selasa, 30 Juni 2026, aktivitas pembangunan Kopdes Merah Putih di Kelurahan Kepanjen sedang berlangsung. Tampak para pekerja menaikan rangka untuk memasang atap bangunan tersebut.

‎Kopdes dibangun tepat di depan jembatan dan menutupi gedung serbaguna Sasana Bhakti Praja Korpri. Pembangunan Kopdes di lokasi tak biasa itu menuai sorotan hingga keluhan dari masyarakat. 

‎Karena lokasinya dibangun di depan jembatan. Sehingga mengganggu akses keluar masuk kendaraan dari masyarakat. Pembangunan Kopdes itu membuat akses jalan di tempat tersebut menjadi sempit.

‎Apalagi jalan itu juga digunakan untuk menuju pasar maupun fasilitas lainnya. Pembangunan Kopdes di situ membuat para pedagang turut angkat bicara.

‎"Tidak tahu kenapa dibangun Koperasi Merah Putih di situ. Apalagi dibangunnya di depan jembatan yang jadi akses keluar masuk kendaraan," ujar salah seorang pedagang bernama Anis, kepada Ketik.com. (*)

Baca Juga:
Resmi Kantongi SK! Ketua DPC PKB Kabupaten Abah Kholiq Siapkan Konsolidasi Total hingga Akar Rumput ‎
Baca Juga:
Rekomendasi 3 Restoran Thailand di Malang, Langganan Pecinta Kuliner Negeri Gajah Putih