Kontroversi Kebijakan Pemotongan Gaji untuk Dana Pensiun: Menimbang Dampaknya Bagi Pekerja

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Muhammad Faizin

16 Sep 2024 19:26

Thumbnail Kontroversi Kebijakan Pemotongan Gaji untuk Dana Pensiun: Menimbang Dampaknya Bagi Pekerja
Pakar Kebijakan Publik Universitas Airlangga (Unair), Gitadi Tegas Supramudyo. (Foto: Humas Unair)

KETIK, SURABAYA – Di tengah polemik perekonomian Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja saat ini. Pemerintah justru tengah merancang kebijakan baru terkait pemotongan gaji pekerja untuk pengumpulan dana pensiun. Mendengar hal tersebut tentu saja terjadi gejolak di masyarakat, dimana banyak yang tidak setuju hal ini diterapkan.

Pakar Kebijakan Publik Universitas Airlangga (Unair), Gitadi Tegas Supramudyo mengatakan dalam membuat peraturan pemerintah harus melakukan pemahaman yang mendalam agar kebijakan yang dibuat tidak membebani masyarakat.

"Setiap kebijakan harus mempertimbangkan siapa yang diuntungkan dan siapa yang terdampak," jelas Tegas, Senin 16 September 2024.

Menurutnya dalam hal ini perlu adanya sosialisasi dan kajian mengenai tujuan pemerintah yang ingin melindungi kesejahteraan hari tua pekerja. Akan tetapi di satu sisi para pekerja banyak yang merasa terbebani berbagai pungutan yang menggerogoti penghasilan mereka.

Baca Juga:
Pendaftaran Jalur Mandiri Unair 2026 Dibuka: Ini Jadwal, Syarat dan Cara Daftarnya

“Kebijakan ini harus berpihak pada publik pekerja dan kesejahteraan mereka di masa pensiun,”tambahnya.

Lebih lanjut, dirinya menyoroti bahwa pemotongan gaji pasti akan memberatkan pekerja, terutama mereka dengan pendapatan rendah. Oleh karena itu, perlu ada strategi komunikasi yang cerdas dan terencana menjadi kunci untuk menghindari penolakan publik.

"Yang harus diekspos bukan soal pemotongan gaji, melainkan bagaimana dana ini akan melindungi hari tua pekerja," paparnya.

kebijakan ini berisiko menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah, apalagi di tengah perekonomian yang sedang tidak baik-baik saja. Hal ini memungkinkan pekerja melihat pemerintah menerapkan kebijakan yang sepihak tanpa memperhatikan nasib pekerja.

Baca Juga:
Anggota DPRD Kota Malang Asmualik Soroti Kesenjangan Kebutuhan Warga dan Program Pemerintah

Selain itu, beragamnya program pensiun membuat pemerintah harus kebijakan ini diterapkan. Pemerintah memetakan dan menginventarisasi berbagai jenis program pensiun yang ada di Indonesia. Hal ini dapat menjadi pilihan program mana yang akan diterapkan

“Program pensiun sangat variatif, terutama bagi PNS yang mendapat 80% dari gaji pokok terakhir. Di BUMN dan perusahaan swasta besar, pesangon sering kali menjadi pilihan," sambungnya.

Sebagai alternatif, dosen Fisip Unair tersebut mengusulkan penggunaan asuransi yang langsung dibayarkan oleh perusahaan. Menurutnya, hal ini bisa menjadi alternatif bagi para pekerja dengan gaji kecil. Dirinya juga menekankan bahwa pemotongan gaji tidak bisa secara tidak langsung menjadi solusi.

"Pemotongan gaji memang dapat menjadi alternatif. Tetapi negara harus turut menanggung sebagian dana pensiun pekerja," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

KPU Labuhanbatu Butuh 4.956 KPPS, Ini Syarat dan Jadwal Pendaftarannya

Baca Selanjutnya

Kisruh Munaslub Kadin, Arsjad VS Anindya Bakrie

Tags:

Pemotongan gaji Dana Pensiun Unair kebijakan publik Ekonomi Pesangon Asuransi

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar