KETIK, SURABAYA – Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyambut positif peluncuran buku sport intelligence yang digagas KONI Pusat. Sambutan ini diungkapkan langsung oleh Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil.

Menurutnya kehadiran buku tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem pembinaan atlet berbasis data demi meningkatkan prestasi olahraga Indonesia.

Nabil menilai, sport intelligence kini menjadi kebutuhan utama dalam dunia olahraga modern. Pendekatan tersebut tidak hanya membantu meningkatkan kualitas pembinaan atlet, tetapi juga menjadi dasar dalam menyusun strategi yang efektif menghadapi setiap pertandingan.

"Untuk mencapai prestasi, diperlukan desain dan perencanaan yang matang dalam mempersiapkan atlet. Sport intelligence merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembinaan prestasi," ujar Nabil dikutip dari keterangan tertulis.

Ia menjelaskan, pembinaan olahraga saat ini tidak lagi cukup mengandalkan program latihan semata. 

Baca Juga:
UNESA Gelar Wisuda, Rektor Nur Hasan Ingatkan Lulusan Adaptif Terhadap Teknologi

Pelatih dan atlet membutuhkan dukungan analisis data yang komprehensif guna mengukur kemampuan sendiri sekaligus memetakan kekuatan dan kelemahan lawan.

Melalui penerapan sport intelligence, proses pengambilan keputusan dalam pembinaan dapat dilakukan secara lebih objektif dan terukur. 

Dengan demikian, strategi yang diterapkan akan lebih efektif untuk mendukung pencapaian prestasi di berbagai ajang olahraga.

"Sport intelligence menjadi bagian penting dalam kerangka pembinaan, mulai dari metodologi, pengumpulan data, pengelolaan data, hingga penyusunan kebijakan. Pada akhirnya, seluruh proses tersebut harus bermuara pada pencapaian prestasi," tegasnya.

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Tekankan Pembinaan Atlet Sejak Usia Dini saat Buka Rakerprov KONI Jatim 2026

Nabil menambahkan, penerapan sport intelligence juga selaras dengan nilai-nilai sportivitas. Prestasi yang diraih harus diperoleh melalui proses pembinaan, latihan, dan pertandingan yang berjalan sesuai aturan serta menjunjung tinggi etika olahraga.

Ia mendorong agar konsep sport intelligence segera diterapkan oleh seluruh KONI provinsi, kabupaten/kota, serta pengurus cabang olahraga (cabor) di Indonesia. 

Menurutnya, penerapan sistem pembinaan berbasis data akan melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

"Ini harus segera kita implementasikan agar proses pembinaan dapat dilakukan secara lebih tepat, terarah, dan menghasilkan prestasi yang membanggakan," pungkas Nabil. (*)