KETIK, SURABAYA – Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Timur (KONI Jatim) sepakat melakukan kerja sama dengan Konjen Jepang, fokus pada pengembangan olahraga beladiri.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan pertemuan Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil dengan perwakilan Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, diwakili oleh Deputy Consul-General Ishii Yutaka serta Consul for Information, Education, and Culture, Kaori Morohita. 

Dalam diskusi itu, keduanya menyoroti potensi kerja sama yang diharapkan dapat memperkuat pembinaan atlet di Jawa Timur, sekaligus mempererat hubungan budaya kedua negara.

Salah satu agenda yang tengah dirancang adalah sosialisasi dan demonstrasi cabang olahraga bela diri Jepang di Surabaya pada Oktober 2026.

Program ini tidak hanya akan menjadi ajang pertunjukan olahraga, tetapi juga sarana edukasi bagi atlet dan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan dapat memahami teknik, filosofi, serta nilai disiplin yang melekat dalam seni bela diri Jepang.

Baca Juga:
Wamendikdasmen Apip Latipulhayat Tegaskan Tindaklanjuti Praktik Joki UTBK

“Kolaborasi ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga pertukaran nilai, budaya, dan pengalaman yang dapat meningkatkan kualitas atlet kita,” ujar Nabil dikutip dari keterangan resmi pada Jumat 24 April 2026.

Sementara dari Konsulat Jenderal Jepang menilai, Jawa Timur memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga sekaligus sebagai mitra strategis dalam memperkuat hubungan budaya kedua negara.

Rencana kegiatan ini akan digelar bertepatan dengan Hari Olahraga Jepang pada 12 Oktober 2026. Momentum tersebut dinilai tepat untuk mengedukasi sekaligus memperluas pemahaman masyarakat tentang olahraga bela diri.

Adapun cabang bela diri Jepang yang akan disosialisasikan meliputi karate (Shotokan dan Kyokushin), judo, aikido, kendo, kempo, kyudo, serta berbagai disiplin lain yang berada di bawah organisasi Budo Jepang. (*) 

Baca Juga:
Ramai Pemerintah Akan Kelola Kas Masjid, Ini Penjelasan Kemenag