KETIK, TRENGGALEK – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek, Sukarodin, angkat bicara sekaligus pasang badan atas kasus yang menimpa Rusmini, warga Desa Sumberdadi, Kecamatan Trenggalek atas beban biaya rumah sakit Rp15 juta akibat Kartu Indonesia Sehat (KIS) tidak aktif.

Komisi IV berencana akan memanggil pihak jajaran manajemen RSUD dr. Soedomo, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB), Dinas Sosial, Baznas, dan Plt. Sekda Trenggalek.

"Pertama saya selaku Ketua Komisi IV merasa prihatin atas kasus tersebut. Ibarat sudah jatuh masih tertimpa tangga. Artinya, harus ada solusi, paling tidak bisa membebaskan biaya Rp15 juta tersebut," ucapnya kepada Ketik.com, Jumat 11 September 2026.

Politisi senior PKB itu menjelaskan, pihaknya akan berkordinasi dengan pihak terkait agar KIS bisa diaktifkan kembali dan biaya rumah sakit dibebaskan.

Karena, ada regulasi yang mengatur bisa dikurangi atau dibebaskan. Apalagi Baznas siap untuk membantu jika rumah sakit tidak bisa membebaskan biaya secara keseluruhan.

Baca Juga:
APBD Perubahan Trenggalek Disahkan, Belanja Infrastruktur Jadi Prioritas

"Pendeknya ya harus dibebaskan semua biaya tersebut. Ini kan menyangkut nasib masyarakat yang sedang dalam kesusahan," ujarnya.

Kemudian, ia berjanji jika komisi IV akan memfasilitasi pembebasan biaya Rp15 juta dengan berkoordinasi bersama semua pihak terkait. Masyarakat miskin ketika berobat dan merasa keberatan akan biaya yang akan dikeluarkan bisa mengajukan keberatan.

"Kita rencanakan hari Senin, 14 September 2026 bisa duduk bareng untuk mengurai benang merah itu," ungkapnya.

Ia berharap munculnya kasus masyarakat terbebani biaya atau menanggung biaya Rp15 juta bisa dijadikan catatan penting bagi semua pihak dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk hadir di tengah kesulitan masyarakat.

Baca Juga:
PDAU Trenggalek Dua Tahun Tak Setor Dividen, Komisi II DPRD: Kalau Tak Bisa Diperbaiki Ya Ditutup!

"Kesimpulannya, Pemkab harus hadir di tengah penderitaan yang menimpa masyarakat kecil. Tentu saja kita siap berkolaborasi," pungkas orang nomor satu PKB Trenggalek tersebut.(*)