Kolaborasi Antar Lembaga Sukses Mentransformasi Kawasan Kumuh Bugisan Pekalongan

Jurnalis: Ari Siswanto
Editor: Mustopa

20 Nov 2025 13:54

Thumbnail Kolaborasi Antar Lembaga Sukses Mentransformasi Kawasan Kumuh Bugisan Pekalongan
Joko Wiyono Kepala BPN Kota Pekalongan (Foto: Ari Siswanto/ketik.com)

KETIK, PEKALONGAN – Program inovasi unggulan Kota Menata Wajah Kampung (Kota Menawan) kembali mendapat sorotan positif. Kali ini apresiasi datang dari Kepala Kantor Pertanahan (BPN) Kota Pekalongan, Joko Wiyono, yang menilai bahwa, sinergi pentahelix antar lembaga menjadi kunci keberhasilan transformasi kawasan kumuh melalui skema konsolidasi tanah. 

Menurutnya, langkah Kota Pekalongan patut dijadikan contoh nasional karena berani, kompleks, namun terbukti memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Joko Wiyono menjelaskan, konsolidasi tanah merupakan program dengan tingkat tantangan tinggi. Skema ini mengharuskan masyarakat menyerahkan sebagian kecil lahannya untuk kepentingan umum, demi menciptakan lingkungan permukiman yang lebih tertata, sehat, dan berkelanjutan. 

Proses negosiasi, pemetaan kebutuhan warga, hingga penyelarasan kepentingan antar pihak bukanlah perkara mudah. Namun, ia menegaskan bahwa apa yang terjadi di Kampung Bugisan menjadi bukti bahwa tantangan besar dapat diatasi dengan kolaborasi kuat dan komunikasi yang intensif.

Baca Juga:
Pemkab Lebak Perkuat Intervensi Serentak, Tekan Angka Stunting Secara Kolaboratif

“Warga Bugisan menunjukkan partisipasi yang luar biasa. Mereka rela menyerahkan sebagian tanahnya demi perbaikan permukiman. Dari proses konsolidasi tersebut, Kota Pekalongan berhasil memperoleh 40 bidang aset baru, sebuah capaian yang jauh melampaui daerah-daerah lain yang menjalankan program serupa,” ujar Joko, saat dikonfimasi ketik.com Kamis, 20 November 2025.

Ia menilai, capaian ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan teknis, tetapi juga keberhasilan membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan seluruh unsur pendukung.

Joko menerangkan, keberhasilan program Kota Menawan didorong oleh tiga faktor besar. Pertama, tingginya partisipasi masyarakat, yang memungkinkan berbagai keputusan diambil secara musyawarah dan tanpa konflik berarti.

Kedua, kepemimpinan daerah yang kuat, yang memastikan arah kebijakan konsisten dan responsif terhadap dinamika lapangan. Ketiga, dukungan anggaran dan fasilitas dari berbagai unsur pentahelix—mulai dari NGO, Baznas, Lazismu, PLN, hingga media yang berperan aktif memberikan intervensi sosial maupun pembangunan fisik.

Baca Juga:
Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

“Sinergi ini menghasilkan transformasi menyeluruh. Kawasan tidak hanya tertata secara administrasi pertanahan, tetapi juga diperkuat dengan pembangunan fisik seperti jalan, drainase, dan fasilitas lingkungan lainnya. Ini penting agar masyarakat tidak kembali pada kondisi kumuh sebelumnya,” tegasnya.

Pihaknya juga menekankan bahwa kepastian status tanah menjadi kunci utama penerimaan masyarakat. Dari total 237 bidang tanah, tercatat 190 bidang telah resmi terbit sebagai sertifikat hak milik maupun HGB. Status hukum yang pasti ini memberikan rasa aman bagi warga sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi di masa depan.

"Setelah sukses di Bugisan, model konsolidasi tanah kini mulai direplikasi di kawasan lain seperti Clumprit dan Degayu,"bebernya.

Joko Wiyono menilai, keberlanjutan program ini menunjukkan bahwa konsolidasi tanah bukan sekadar solusi sesaat, melainkan strategi efektif untuk penataan kawasan kumuh secara menyeluruh di Kota Pekalongan.

“Dengan kolaborasi pentahelix yang terus diperkuat, kami optimistis Kota Pekalongan dapat menjadi contoh bagaimana inovasi pertanahan mampu mengubah wajah permukiman sekaligus meningkatkan kualitas hidup warganya,” tegasnya.

Pihaknya menjelaskan, Program Kota Menawan pun semakin menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak bisa dilepaskan dari kerja sama lintas sektor.

Pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, media, dan lembaga sosial. Dimana, semua unsur tersebut memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih tertata, sehat, dan berdaya saing. 

"Dengan begitu, kami yakin Kota Pekalongan kini melangkah semakin mantap sebagai kota yang menawan, tidak hanya secara fisik tetapi juga dari kekuatan kolaborasinya," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Hindia Borong Lima Piala AMI Awards 2025, Doves ’25 On Blank Canvas Jadi yang Terbaik!

Baca Selanjutnya

267 Penumpang Diselamatkan Setelah Feri Korea Selatan Kandas di Terumbu Karang

Tags:

Transformasi kawasan kumuh

Berita lainnya oleh Ari Siswanto

Awasi Direktur PDAM Baru, Wali Kota Pekalongan Bakal Gelar Evaluasi Tahunan

5 Januari 2026 18:11

Awasi Direktur PDAM Baru, Wali Kota Pekalongan Bakal Gelar Evaluasi Tahunan

Hasil Perikanan TPI Kota Pekalongan Melonjak, Desember 2025 Capai 1.200 Ton

31 Desember 2025 18:00

Hasil Perikanan TPI Kota Pekalongan Melonjak, Desember 2025 Capai 1.200 Ton

Pemkot Pekalongan Tanggung Jawab Atas Pemeliharaan Setelah Serah Terima 21 PSU Perumahan

30 Desember 2025 21:03

Pemkot Pekalongan Tanggung Jawab Atas Pemeliharaan Setelah Serah Terima 21 PSU Perumahan

UMK Kota Pekalongan 2026 Naik Tipis Didok Rp2,7 Juta, Tempati Posisi 9 se-Jawa Tengah

30 Desember 2025 19:52

UMK Kota Pekalongan 2026 Naik Tipis Didok Rp2,7 Juta, Tempati Posisi 9 se-Jawa Tengah

Sukses Ubah Lahan Rob Jadi Sawah, Padi Biosalin Pekalongan Raih Penghargaan Inovasi Terbaik Jateng

29 Desember 2025 11:55

Sukses Ubah Lahan Rob Jadi Sawah, Padi Biosalin Pekalongan Raih Penghargaan Inovasi Terbaik Jateng

Terbentuknya Gugus Tugas, Pemkot Pekalongan Perkuat Reforma Agraria

24 Desember 2025 11:15

Terbentuknya Gugus Tugas, Pemkot Pekalongan Perkuat Reforma Agraria

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar