KETIK, SURABAYA – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf melontarkan pernyataan yang mengarah ke kode-kode terkait figur calon Ketua Umum PBNU periode 2026-2031. Meski tak menyebutnya langsung, namun secara implisit mengarah ke salah satu tokoh.
Ini disampaikan Gus Ipul, sapaan akrabnya, ketika diwawancarai wartawan di Surabaya tentang bursa calon ketum PBNU pada Muktamar yang dijadwalkan Agustus 2026.
Ia menyampaikan bahwa selama 70 tahun terakhir, terdapat lima orang yang sebelum duduk sebagai ketua umum PBNU memiliki punya jabatan atau posisi tertentu di organisasi. “Nah, Prof Nasar sebelumnya Katib Aam. Yang kita lihat dalam 70 tahun terakhir memang sebelum ketum, dia menduduki jabatan-jabatan tertentu. Cukup jelas ya,” ucapnya.
Tak hanya itu, Gus Ipul yang juga menjabat Menteri Sosial tersebut kerap menyampaikan pernyataan sama dalam beberapa kali kesempatan wawancara sehingga wajar menjadi kode yang dilontarkan secara implisit.
Prof Nasar yang dimaksud adalah Prof Nassaruddin Umar yang kini menjabat Menteri Agama RI. Tidak salah namanya semakin santer disebut-sebut kuat menjelang Muktamar ini sebagai penerus Gus Yahya memimpin PBNU untuk periode lima tahun ke depan.
Baca Juga:
Tunggu Fase Gugur, Mensos Gus Ipul Belum Tentukan Jagoan Piala Dunia 2026Sebelum menyebut nama Prof Nasar, Gus Ipul terlebih dahulu menjelaskan sejarah sejumlah nama-nama ketua umum PBNU, lengkap dengan jabatan sebelum menjad ketua umum.
Pertama adalah KH Idham Chalid yang sebelum Ketum pernah menjabat sebagai sekretaris jenderal. Lalu, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pernah sebagai Katib Aam, KH Hasyim Muzadi pernah sebagai Ketua PWNU Jatim. Kemudian, KH Said Aqil Siroj dan KH Yahya Cholil Staquf juga sama-sama pernah menjabat sebagai Katib Aam.
“Untuk ketua umum memang sudah banyak nama-nama yang beredar. Tapi sering saya sampaikan, semua punya kesempatan sama,” Kata Gus Ipul. (*)