Kisah Sukses Bakmi Anglo Jowo Mbah Bejo, Dari Kecintaan Owner Hingga Ekspansi ke Malang

26 Februari 2026 16:03 26 Feb 2026 16:03

Thumbnail Kisah Sukses Bakmi Anglo Jowo Mbah Bejo, Dari Kecintaan Owner Hingga Ekspansi ke Malang

Bakmi Anglo Jowo Mbah Bejo menghadirkan kuliner tradisional dengan cita rasa otentik yang menjadi favorit warga Malang. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Bakmi Anglo Jowo Mbah Bejo hadir di Kota Malang dengan menghadirkan cita rasa bakmi Jawa yang lezat dan autentik. Sensasi smoky yang khas pun terasa kuat karena proses memasaknya masih menggunakan anglo.

Kota Malang dikenal sebagai surganya kuliner dan selalu menjadi jujukan para pecinta makanan. Di setiap sudut kota, beragam hidangan dengan cita rasa khas tersaji, mulai dari menu tradisional hingga jajanan yang tengah tren.

Tak terkecuali sajian bakmi bercita rasa Jawa yang banyak ditemui di Kota Malang. Salah satunya Bakmi Anglo Jowo Mbah Bejo yang berada di kawasan pusat kota.

Berada di Jalan Simpang Ijen No.7A, Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Bakmi Anglo Jowo Mbah Bejo baru beroperasi hampir satu bulan sejak berdiri pada 29 Januari 2026. Meski terbilang baru, warung bakmi ini sudah menjadi favorit banyak warga Malang.

Foto Beberapa menu lezat yang menjadi favorit warga Malang di Bakmi Anglo Jowo Mbah Bejo. (Foto: Aliyah/Ketik.com)Beberapa menu lezat yang menjadi favorit warga Malang di Bakmi Anglo Jowo Mbah Bejo. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

Cita rasa otentik Jawa Tengah yang sudah dimodifikasi untuk menciptakan bumbu yang pas di lidah masyarakat Jawa Timur terutama Malang membuat semua pengunjung bisa ketagihan.

Berawal dari kecintaannya kepada bakmi, Reny Kushartati selaku owner berhasil mengembangkan Bakmi Anglo Jowo Mbah Bejo hingga memiliki dua cabang. Cabang pertama berdiri di Kota Ponorogo sejak 2024, kemudian menyusu cabang baru yang kini hadir di Kota Malang.

Reny mengaku setiap kali berkunjung ke Jogja, ia selalu menyempatkan diri berburu bakmi Jawa yang dimasak menggunakan anglo khas Jawa.

Menurutnya, ada perbedaan rasa yang cukup terasa antara bakmi yang dimasak dengan anglo atau arang dibandingkan menggunakan kompor biasa.

"Saya ini penyuka bakmi, setiap ke Jogja itu mesti wisata kulinernya itu masuk di dalam list untuk makan bakmi Jawa yang pakai anglo, saya mesti cari yang pake anglo karena rasanya beda ada smokynya kalau pake anglo," ungkapnya.

Foto Setiap hari banyak warga Malang yang menikmati sajian lezat di Bakmi Anglo Jowo Mbah Bejo. (Foto: Aliyah/Ketik.com)Setiap hari banyak warga Malang yang menikmati sajian lezat di Bakmi Anglo Jowo Mbah Bejo. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

Bakmi Anglo Jowo Mbah Bejo pertama kali dibuka di Ponorogo. Saat itu, Reny memiliki tempat yang cukup strategis namun belum dimanfaatkan. Ide membuka usaha bakmi pun muncul ketika ia berlibur ke Jogja dan teringat pada makanan favoritnya.

Tanpa banyak pertimbangan, Reny langsung membeli anglo beserta perlengkapan membuat bakmi saat masih berada di Jogja. Ia menyebut proses renovasi tempat memang memakan waktu cukup lama, meski seluruh peralatan sudah lebih dulu disiapkan.

"Anak saya kan di Ponorogo, ada lokasi strategis di Ponorogo yang saya minat tapi belum terpikir untuk buka apa, saya dapet sewa tanah itu tapi belum terpikir untuk apa, kemudian saya jalan-jalan ke Jogja lalu timbul ide untuk buka bakmi, saya hunting, nekat aja medesain tanah yang kosong itu, tempatnya strategis, dilewati orang banyak, saya di Jogja kok PD untuk belanja anglo," tutur Reny.

Dengan semua peralatan yang sudah ia beli, Reny terus semangat untuk tetap bisa membuka warung Bakmi Jawa. Tak hanya itu, ia juga rela mencari koki yang berasal dari Gunung Kidul agar bisa menciptakan rasa yang memang otentik Jawa Tengah.

Seiring berjalannya waktu, ternyata rasa asli Jawa Tengah yang lebih condong ke rasa manis tidak cocok di lidah orang Jawa Timur yang lebih suka rasa yang lebih tajam. Sehingga, Reny mencoba untuk memodifikasi resep hingga menemukan rasa yang pas dan disukai oleh banyak orang.

Reny mengungkapkan bahwa di Bakmi Anglo Jowo Mbah Bejo menggunakan kaldu dengan campuran udang, serta pada bumbunya juga ditambahkan campuran udang dan ebi. Sehingga memiliki cita rasa yang memang gurih dan nendang.

"Perbedaannya di rasanya, kalau smoky nya sama karena pakai arang, kalau kita tidak terlalu manis rasanya ada bumbu-bumbu tertentu yang kita tajamkan karena orang sini suka yang tajam, seperti kaldunya ditambahin udang, di bumbunya juga ditambahkan udang sama ebi jadi terasa lebih gurih," jelas Reny.

Setelah ramai di Ponorogo dan sempat viral, banyak netizen yang meminta agar membuka cabang di Malang. Reny pun mulai mencari lokasi yang cocok di sekitar rumahnya.

Suatu hari, ia melihat sebuah tempat yang sebelumnya merupakan warung makan biasa dan kerap menjadi tempat nongkrong siswa MAN 2. Dari situlah muncul ide untuk membuka warung bakmi di lokasi tersebut.

Reny memulai semuanya dengan membeli gerobak langsung dari Klaten. Setelah itu, ia menyiapkan seluruh kebutuhan, mulai dari personel, peralatan, hingga mematangkan resep. Pada 29 Januari 2026, ia menggelar soft opening di Kota Malang, disusul grand opening sehari setelahnya yang ramai dikunjungi dan terus menarik pembeli hingga kini.

"Di Ponorogo yang handle anak saya pertama, kemudian pas saya posting-posting kok banyak permintaan untuk buka di Malang, terus saya buka Alhamdulillah rame dan diterima sampai sekarang," ucap sang owner.

Sampai sekarang, warung bakmi ini menjadi favorit warga malang dengan menu best seller yakni Bakmi Godog dan Bakmi Goreng. Menu-menu di Bakmi Anglo Jowo Mbah Bejo sendiri dibanderol dengan harga mulai Rp17 ribu. 

Setiap harinya, warung Bakmi Anglo Jowo Mbah Bejo buka dari pukul 11.00 - 21.00 WIB. Namun, Selama Ramadan warung ini buka mulai pukul 15.30 - 23.00 WIB.

Bagi pecinta kuliner otentik, Bakmi Anglo Jowo Mbah Bejo bisa menjadi hidangan tradisional yang wajib dicoba ketika berkunjung ke Kota Malang atau Ponorogo.(*)

Tombol Google News

Tags:

Bakmi Anglo Jowo Mbah Bejo Kuliner Malang Kota Malang Bakmi Malang