Kisah Kiai Zaini Mengubah Sesajen Menjadi Tumpeng Persaudaraan

Jurnalis: Ponirin
Editor: Muhammad Faizin

18 Jan 2026 10:30

Thumbnail Kisah Kiai Zaini Mengubah Sesajen Menjadi Tumpeng Persaudaraan
KH. Zaini Mun'im Pendiri dan Pengasuh pertama Pondok Pesantren Nurul Jadid (Foto: Ponirin Mika/Ketik.com)

KETIK, PROBOLINGGO – Kalau boleh digambarkan, di bawah terik matahari Paiton puluhan tahun silam, sosok ulama besar itu tidak sedang duduk di atas sajadah empuknya, tidak hanya menjadi imam sholat untuk santri-santinya, juga tak hanya mengajar di ruang-ruang kelas. Beliau justru terlihat di tengah kepulan asap pembakaran bata, tangan-tangannya yang biasa memegang kitab suci kini berlumuran tanah, ikut memastikan setiap bata matang dengan sempurna.

Ia adalah KH. Zaini Mun’im, pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid. Sebuah potret perjuangan yang kembali dihidupkan oleh putra beliau, KH. Moh. Zuhri Zaini, dalam Halaqah Alumni yang digelar Sabtu, 17 Januari 2026. Melalui cerita Kiai Zuhri, kita diajak menyelami filosofi "Dakwah Tangan Dingin" yang mengubah wajah ekonomi umat di Probolinggo.

Salah satu babak paling berani dalam hidup Kiai Zaini adalah saat beliau membawa bibit tembakau dari Madura ke wilayah Tanjung. Kala itu, langkahnya sempat dihadang keraguan warga.

"Dulu masyarakat menolak karena tembakau tidak bisa dimakan. Logikanya sederhana: buat apa menanam sesuatu yang tidak mengisi perut secara langsung?" kenang Kiai Zuhri.

Baca Juga:
Pemprov Jatim Genjot Program PESTANA, Pesantren di Madura Jadi Garda Tangguh Bencana

Namun, sang Kiai melihat apa yang tidak dilihat orang lain. Beliau membuktikan bahwa tembakau adalah komoditas strategis. Hasilnya? Kemandirian ekonomi pesantren lahir dari sana. Bahkan, masjid pertama di Nurul Jadid berdiri tegak bukan dari sumbangan luar, melainkan murni dari keringat sang Kiai yang mengelola ladang tembakaunya sendiri.

Kiai Zaini punya cara yang sangat lembut—hampir tanpa gesekan—dalam meluruskan akidah. Alih-alih menggunakan "pentungan" untuk melarang tradisi sesajen di sawah yang dianggap menyimpang, beliau memilih pendekatan isi perut dan hati.

Beliau mengubah ritual sesajen untuk makhluk halus menjadi acara tumpengan. Unsur syiriknya dibuang, diganti dengan pembacaan Yasin dan Tahlil.

"Filosofinya unik. Beliau mengubah makanan yang tadinya disediakan untuk 'yang halus' (jin), menjadi makanan untuk 'yang kasar' (manusia)," ujar Kiai Zuhri disambut senyum hangat para alumni.

Baca Juga:
Perkuat Pendidikan Keagamaan, Mas Heli Dukung Pembangunan Ponpes dan MI Baiturrahman Sumberbrantas

Bagi Kiai Zaini, kesalehan seorang Muslim tidak hanya diukur dari panjangnya sujud, tapi juga dari seberapa produktif tangannya di atas bumi. Beliau adalah sosok yang menyulap tegalan gersang menjadi sawah hijau dan menanam kelapa sebagai investasi masa depan.

Melalui napak tilas ini, Kiai Zuhri memberi pesan bagi santri dan para alumni:

"Dakwah masa kini harus masuk ke ruang sosial-ekonomi guna memperkuat posisi umat di mata dunia," pungkas Kiai Zuhri.

Kisah Kiai Zaini dikumandangkan oleh Kiai Zuhri Zaini dengan berharap agar santri dan alumni  untuk mencintai Tuhan adalah dengan mencintai dan mengangkat martabat sesama manusia melalui kerja nyata. (*) 

 

Baca Sebelumnya

Berbagai Elemen di Banyuwangi Hadiri Kegiatan Campur Ngaji Untuk Membasahi Hati

Baca Selanjutnya

Kota Surabaya dan Situbondo Diprakirakan Hujan Ringan 18 Januari 2026, Cek Info Cuaca Jawa Timur

Tags:

Kiai Zaini Mun'im Dakwak masyarakat Dakwah pondok pesantren Nurul Jadid tembakau

Berita lainnya oleh Ponirin

Menag Nasaruddin Umar: Pesantren Nurul Jadid Salah Satu Pesantren Terbaik di Indonesia

18 April 2026 13:06

Menag Nasaruddin Umar: Pesantren Nurul Jadid Salah Satu Pesantren Terbaik di Indonesia

Kunjungi Ponpes Nurul Jadid, Menteri Agama Dorong Pesantren Bangkitkan Semangat Baitul Hikmah

17 April 2026 18:18

Kunjungi Ponpes Nurul Jadid, Menteri Agama Dorong Pesantren Bangkitkan Semangat Baitul Hikmah

Arumi Bachsin Ajak Siswa SDN Randutatah Konsumsi Ikan, 'Superfood' Lokal Pencegah Stunting

16 April 2026 11:39

Arumi Bachsin Ajak Siswa SDN Randutatah Konsumsi Ikan, 'Superfood' Lokal Pencegah Stunting

Ingatkan Pengurus Pesantren, KH Abdul Hamid Wahid Tekankan 5 Pilar Pesantren dan Geopolitik

29 Maret 2026 21:08

Ingatkan Pengurus Pesantren, KH Abdul Hamid Wahid Tekankan 5 Pilar Pesantren dan Geopolitik

Ribuan Pengurus dan Dosen Pesantren Nurul Jadid Ikuti Halalbihalal

29 Maret 2026 20:31

Ribuan Pengurus dan Dosen Pesantren Nurul Jadid Ikuti Halalbihalal

Ribuan Pengurus Hadiri Halalbihalal di Ponpes Nurul Jadid Probolinggo, Ini Pesan Penting Kiai Zuhri Zaini

29 Maret 2026 19:21

Ribuan Pengurus Hadiri Halalbihalal di Ponpes Nurul Jadid Probolinggo, Ini Pesan Penting Kiai Zuhri Zaini

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend