Kisah Ketekunan Musipah Menjalani Usaha Sederhana Laundryku di Pedesaan Sampang

Jurnalis: Mat Jusi
Editor: Rahmat Rifadin

12 Jun 2025 08:21

Thumbnail Kisah Ketekunan Musipah Menjalani Usaha Sederhana Laundryku di Pedesaan Sampang
Musipah saat menata pakaian yang siap diambil (Foto: Mat Jusi/Ketik).

KETIK, SAMPANG – Keterbatasan ekonomi dan tantangan hidup di pedesaan tidak membuat perempuan muda satu ini patah arang. Musipah namanya, warga Desa Torjunan, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Madura, berhasil menekuni usaha jasa cuci pakaian.

Musipah memulai usaha laundry rumahan yang diberi nama Laundryku. Usaha ini ia dirikan bukan semata-mata untuk mencari keuntungan, tetapi juga demi merawat orang tua yang sudah lanjut usia.

Ia ingin menunjukkan bahwa membuka usaha di desa pun bisa menghasilkan, asalkan dijalani dengan sungguh-sungguh dan penuh komitmen.

Langkah Musipah membuka usaha berawal dari kepeduliannya terhadap sang ibu yang sakit-sakitan. Ia juga memiliki keinginan yang kuat untuk tetap tinggal di kampung halamannya, tanpa harus pergi merantau ke kota.

Baca Juga:
Kisah Tentang Alam Pedesaan Trenggalek, Kontradiksi dan Arah Geraknya

Foto Musipah ketika menata pakaian laundry yang sudah siap diambil (Foto: Mat Jusi/Ketik.co.id).Musipah ketika menata pakaian laundry yang sudah siap diambil (Foto: Mat Jusi/Ketik)

Saat melihat warga sekitar mulai menyibukkan diri dengan pekerjaan dan tidak punya waktu mencuci pakaian sendiri, ia menangkap peluang tersebut sebagai potensi usaha.

Dengan modal terbatas dan hanya bermodalkan 2 mesin cuci, Musipah memulai layanan laundry sederhana di sebuah ruko di Desa Tragih. Tak disangka, respons masyarakat sangat positif. Pelanggan datang, bahkan tidak sedikit yang berasal dari desa tetangga.

“Awalnya saya hanya ingin punya penghasilan sendiri supaya bisa tetap merawat ibu. Tapi alhamdulillah, sekarang pelanggan mulai banyak. Bahkan ada juga dari desa sebelah,” ujar Musipah penuh rasa syukur, Kamis, 12 Juni 2025.

Baca Juga:
Rumiati, Perajin Tempe Daun Asli Pacitan Sejak 1980: Hanya Rp500 per Bungkus

Meski tinggal di desa, Musipah tidak menjalankan usahanya secara asal-asalan. Ia belajar secara otodidak melalui internet tentang teknik mencuci yang benar, cara merawat pakaian, menjaga kualitas pelayanan, hingga menghitung biaya operasional agar tetap mendapat keuntungan.

Saat ini, Laundryku telah memiliki pelanggan tetap setiap hari. Melihat pertumbuhan usahanya, Musipah berencana menambah mesin cuci dan memperluas layanan. Ia juga bermaksud membuka lapangan kerja bagi warga sekitar yang membutuhkan.

Musipah berharap, kisah perjuangannya dapat menjadi inspirasi bagi para pemuda di desa agar tidak ragu memulai usaha dari hal-hal sederhana.

 “Kalau kita tekun dan punya niat baik, insya Allah usaha sekecil apa pun bisa membawa hasil. Tidak harus ke kota, di desa pun kita bisa mandiri,” tutupnya.(*)

Baca Sebelumnya

Ajari Warga Binaan Budidaya, Rutan Situbondo Tebar 3000 Benih Ikan Lele

Baca Selanjutnya

MPP “BUMI BUNG KARNO” Diresmikan, Kota Blitar Mantapkan Diri sebagai Kota Layanan Terintegrasi

Tags:

Laundry Laundryku Musipah Warga Desa Torjunan Musipah Buka Usaha di Desa Ketekunan Usaha Sederhana Pedesaan

Berita lainnya oleh Mat Jusi

Rumah Pendidikan Gelar Try Out UTBK SNBT se-Madura di Sampang, Asah Mental dan Akademik Siswa

13 April 2026 11:44

Rumah Pendidikan Gelar Try Out UTBK SNBT se-Madura di Sampang, Asah Mental dan Akademik Siswa

Keterbatasan Biaya Tak Surutkan Semangat Belajar Kakak Beradik Yatim Piatu di Sampang

12 April 2026 23:06

Keterbatasan Biaya Tak Surutkan Semangat Belajar Kakak Beradik Yatim Piatu di Sampang

Kolaborasi dengan Ketik.com, Bank Sampang Tanggung Biaya Makan Santri Yatim Piatu

12 April 2026 22:47

Kolaborasi dengan Ketik.com, Bank Sampang Tanggung Biaya Makan Santri Yatim Piatu

Buku Di Balik Layar Demokrasi Karya Miftahur Rozaq Resmi Diluncurkan, Tamsul: Bukti Kader PMII Produktif di Dunia Literasi

11 April 2026 23:30

Buku Di Balik Layar Demokrasi Karya Miftahur Rozaq Resmi Diluncurkan, Tamsul: Bukti Kader PMII Produktif di Dunia Literasi

Kisah Haru Abd Qodir, Santri Yatim Piatu di Sampang yang Gigih Belajar di Tengah Keterbatasan Biaya

11 April 2026 12:09

Kisah Haru Abd Qodir, Santri Yatim Piatu di Sampang yang Gigih Belajar di Tengah Keterbatasan Biaya

Kades Banjar Talela Sampang Mantu, Persiapan Hampir Rampung

10 April 2026 19:45

Kades Banjar Talela Sampang Mantu, Persiapan Hampir Rampung

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar