Kisah Ibu Menik, Puluhan Tahun Tak Kenal Lelah Lestarikan Batik Sidoarjo

Jurnalis: Filza Tiarania
Editor: Fiqih Arfani

2 Okt 2025 14:03

Thumbnail Kisah Ibu Menik, Puluhan Tahun Tak Kenal Lelah Lestarikan Batik Sidoarjo
Ibu Menik sedang membuat batik dengan motif Beras Wutah, motif khas Kampung Jetis. (Foto: Dannisa/Ketik)

KETIK, SURABAYA – Batik merupakan warisan budaya khas Indonesia yang patut untuk terus dilestarikan dan warisan budaya dunia takbenda yang diakui oleh UNESCO sejak 2 Oktober 2009.

Momen ini tentu menjadi suatu kebanggaan bagi Indonesia sehingga melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 33 Tahun 2009 pada 17 November 2009, tanggal 2 Oktober resmi diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Menjadi warisan budaya dan telah melekat di kehidupan bangsa Indonesia sejak dahulu kala membuat pengrajin batik tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Tak terkecuali Sidoarjo. 

Sidoarjo menjadi salah satu kota dengan potensi ekonomi penghasil batik. Sidoarjo memiliki Kampung Batik Jetis yang telah eksis sejak tahun 1675. Kampung ini diresmikan oleh pemerintah Sidoarjo pada tanggal 3 Mei 2008.

Baca Juga:
Mahasiswa Internasional Belajar Batik dan Tongkos Bangkalan, Kagumi Tradisi Madura

Penduduk kampung ini sebagian besar bermata pencaharian sebagai pengrajin batik. Salah satunya Menik. Ia mulai menjadi pengrajin batik karena mengikuti ajakan temannya. Ia mulai membatik sejak duduk di bangku sekolah dasar, hingga kini usianya menginjak 67 tahun. 

Perempuan asal Tulungagung ini aktif menjadi pengrajin batik di CV. Handal Insan Sentosa milik Haji Ischak yang terletak di Jetis Gang II Nomor 70, Sidoarjo. Setiap harinya, ia akan mulai membatik sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 16.00 WB.

Apabila sedang tidak ada permintaan, dalam satu hari Menik menghasilkan paling tidak 1 kain batik dengan motif yang ia gambar sesuai dengan kreativitasnya. Sebagai seorang yang telah lama membatik, ia tidak lagi membutuhkan pensil untuk menggambar motif awal pada kain, langsung menggunakan canting dan malam sebagai alat utama untuk menggambar.

Batik-batik yang telah ia buat, nantinya akan dipasarkan sesuai dengan jenis dan motif yang dihasilkan. "Kalau ini kan sewek, dipasarkan ke Mojokerto," ujarnya.

Baca Juga:
7 Produk UKM Hasil Karya Perempuan Kabupaten Bandung Tampil di Ajang Inacraft 2026

"Senang, mbak. Kudu sabar mbak ngene iki (harus sabar begini ini), harus telaten," tambah dia.

Ibu Menik, sapaan akrabnya, berkarya menggunakan hati, ia selalu merasa senang setiap membatik. Ia tidak pernah merasa kesulitan sedikit pun dalam menerima permintaan pelanggan.

Ia juga selalu senang berbagi ilmu seputar membatik kepada semua orang. Menik kerap kali mengajarkan cara membatik kepada para pengunjung yang berkunjung ke tempat kerjanya.

Ia berkeinginan untuk membuka usaha batik sendiri, namun ia merasa kesusahan untuk memasarkan hasil batik-batiknya.

"Saya ingin membuat sendiri, namun untuk memasarkannya itu susah. Sebenarnya poses pembuatannya mudah, namun ya itu, memasarkannya susah. Apalagi jika kita ndak punya langganan toko-toko," tuturnya.

Ke depannya ia berharap semoga kegiatan membatiknya semakin lancar dan Menik menjadi salah satu pelestari batik dari sekian banyak warga Indonesia yang sudah mulai meninggalkan dan mulai melupakan batik sebagai warisan budaya asli Indonesia.

Kegigihan dan ketelatenan Menik dalam berkarya dan melestarikan batik tulis diharapkan dapat membangkitkan serta mempertahankan semangat dalam melestarikan warisan budaya. (*)

Baca Sebelumnya

Izin Peternakan Ayam CV Bumi Daya Diduga Bermasalah, DLH Blitar Tegaskan Tak Ada Pengajuan Izin

Baca Selanjutnya

Kemenkopolkam Apresiasi Program MBG Kabupaten Bandung, Layak Jadi Percontohan Nasional

Tags:

Batik Batik Tulis Kampung Jetis Hari Batik Nasional

Berita lainnya oleh Filza Tiarania

Bukan Sedang Mainan, Ini Alasan Kepiting Pantai Membuat Bola-Bola Pasir!

18 Maret 2026 05:00

Bukan Sedang Mainan, Ini Alasan Kepiting Pantai Membuat Bola-Bola Pasir!

Rumah Sakinah Muhammadiyah Luncurkan Tiga Program Pemberdayaan Baru

17 Maret 2026 15:19

Rumah Sakinah Muhammadiyah Luncurkan Tiga Program Pemberdayaan Baru

Jelang Lebaran RPH Surabaya Lakukan Monitoring, Harga Daging Sapi Naik Rp3.000–Rp5.000

15 Maret 2026 13:01

Jelang Lebaran RPH Surabaya Lakukan Monitoring, Harga Daging Sapi Naik Rp3.000–Rp5.000

Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp17,499 Miliar untuk Warga Kota dan Kabupaten Madiun

14 Maret 2026 11:05

Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp17,499 Miliar untuk Warga Kota dan Kabupaten Madiun

Jelang Idulfitri, RPH Surabaya Ikut Ramaikan Pasar Murah Ramadan

13 Maret 2026 15:45

Jelang Idulfitri, RPH Surabaya Ikut Ramaikan Pasar Murah Ramadan

Seminggu Sebelum Idul Fitri, Harga Daging di Surabaya Terkendali

13 Maret 2026 12:35

Seminggu Sebelum Idul Fitri, Harga Daging di Surabaya Terkendali

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar