KETIK, SURABAYA "Opo sih melu Pramuka ki, wis Ireng gak entuk opo-opo (buat apa ikut Pramuka sih, sudah kulitnya hitam tidak dapat apa-apa)".

Cibiran itu tidak pernah dilupakan oleh Anandita Zabrina Putri Firjatullah. Alih-alih mundur, ia justru semakin semangat untuk ikut kegiatan Pramuka.

Siswi lulusan SMK Gula Rajawali, Kota Madiun itu selalu semangat saat menjalani kegiatan Pramuka. Perkenalannya dengan Pramuka dimulai sejak dirinya duduk di bangku sekolah dasar.

Namun ketika di sekolah dasar, dirinya menjelaskan kegiatan Pramuka tidak cukup aktif. Sehingga dirinya kurang puas, namun tidak bisa berbuat banyak karena Brina--sapaannya hanya sebagai salah satu siswi di sana.

"Jadi awal dulu ikut Pramuka dari SD. Kebetulan di SD memang Pramukanya tidak terlalu aktif. Tapi saya kalau ada kesempatan lomba di cabang ikut. Saya mengajukan diri," kata gadis kelahiran 11 Januari 2007 ini.

Baca Juga:
Gamelan Disita Lalu Disuruh Ambil Sendiri, DKS Laporkan Tindakan Disbudporapar Surabaya ke Polisi

Lanjut, setelah lulus dari MIS Islamiyah 01 Kota Madiun. Brina tetap menekuni Pramuka. Saat duduk dibangku SMP Negeri 1 Kota Madiun, ia semakin mantap mengikuti organisasi berlogo tunas kelapa tersebut lantaran banyak kawan dan kegiatan menarik.

"Saya bahkan masuk di dalam DPP, itu dewan Pramukanya. Saya ikut lomba se-Kota Madiun pada tahun 2022. Alhamdulillah tembus LT4 Jawa Timur," ungkapnya.

Keberhasilan meraih prestasi dari Pramuka membuatnya lebih semangat. Di SMK Gula Rajawali Kota Madiun, Brina tetap ikut Pramuka. Namun di sini konsistensinya diuji.

Anandita Zabrina Putri Firjatullah ketika mengikuti kegiatan tanam mangrove yang juga diikuti Pramuka di Pacitan. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Baca Juga:
Dua Hari Pencarian, Pemancing yang Tenggelam di Kali Lamong Akhirnya Ditemukan

Ketika dirinya ikut Pramuka di SMK Gula Rajawali, Brina masuk dalam struktur dewan ambalan. Namun ternyata banyak carut-marut di dalamnya. Struktur dewan ambalan banyak kesalahpahaman.

"Ternyata pengurus sebelumnya tidak memahami. Terus saya benarkan. Saya ajak teman-teman ikut lomba Pramuka, sekaligus ingin saya kenalkan SMK Gula Rajawali kepada banyak orang. Kebetulan sekolah saya kurang terkenal," sambungnya.

Seiring berjalannya waktu, Pramuka di sekolahnya berkembang. Brina lebih banyak aktif berkegiatan Pramuka, seperti ikut Pertikawan Regional 2023, Pertikawan Nasional 2024 dan aktif di Saka Wana Bakti.

"Saya akhirnya jadi pengurus di DKD Pramuka. Awalnya enggak kepikiran, tapi saya mendapatkan dukungan dari teman-teman bahwa jika saya bisa masuk DKD. Akhirnya saya beranikan diri untuk mendaftar dan Alhamdulillah diterima," ungkapnya.

Konsisten hingga mendapatkan cibiran di Pramuka tak membuat Brina patah semangat. Justru lewat kegiatan ini, dirinya berhasil menerima beasiswa bebas IPI dan UKT selama 8 semester dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Program Studi S1 Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian.

"Ketika pengumuman SPMB diterima, saya langsung merinding. Saya menangis dan langsung telepon ibunda karena perjalanan saya selama ini sangat membekas di hati. Saya juga sempat minder dengan teman-teman lain yang sudah diterima kuliah, tapi ini jawaban semua ini," katanya dengan penuh haru.

Ia berpesan, jika menekuni sesuatu hendaknya total. Seperti Pramuka, Brina tidak mendengarkan omongan-omongan dari orang-orang yang berusaha menghalangi selama itu positif.

Ia akhirnya membuktikan bahwa Pramuka tak hanya pasang tenda, pasang api unggun dan mendapatkan kulit hitam saja. Tapi juga mampu mendapatkan prestasi, salah satunya beasiswa pendidikan. (*)