Kisah Advokat Yogyakarta Sapto Nugroho Tanggalkan Berkas Perkara Demi Berburu Malam Lailatul Qodar di Makkah

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Rahmat Rifadin

12 Mar 2026 16:35

Headline

Thumbnail Kisah Advokat Yogyakarta Sapto Nugroho Tanggalkan Berkas Perkara Demi Berburu Malam Lailatul Qodar di Makkah
Suasana di sekitar area Al Safwah Towers, Makkah, saat Jurnalis Ketik.com bertemu dengan Sapto Nugroho Wusono (kacamata bersarung), Rabu 12 Maret 2026. (Foto: Fajar R/ Ketik.com)

KETIK, JAKARTA – Di bawah bayang-bayang raksasa Royal Clock Tower (Zam zam Tower) yang membelah langit Makkah al-Mukarramah, Arab Saudi, sebuah perjumpaan tanpa rencana sebelumnya terjadi pada Selasa 10 Maret 2026.

Jurnalis Ketik.com secara tidak sengaja berpapasan dengan Sapto Nugroho Wusono SH MH, sosok sentral di balik LBH Sembada Sleman Yogyakarta. Pertemuan itu mengalir tanpa janji temu yang kaku, hanya bermodal koordinasi singkat lewat pesan instan hingga akhirnya bersua di titik gravitasi jemaah Indonesia: area sekitar WC 3 Masjidil Haram.

Bagi Sapto, keberadaannya di jantung kota suci ini adalah sebuah "interupsi" yang direncanakan dengan matang. Ia memilih untuk menanggalkan sementara jubah advokatnya, meninggalkan tumpukan berkas perkara yang berkaitan dengan sengketa dan pasal-pasal hukum di tanah air.

Keputusannya untuk menepi ke Baitullah selama belasan hari, terhitung sejak 7 Maret 2026 hingga setelah fajar Idulfitri menyingsing, bukan sekadar pelesir religi, melainkan sebuah ikhtiar untuk menjernihkan batin dari riuhnya dunia litigasi.

Baca Juga:
Legenda Bakso Mang Oedin: Tiga Dekade Menjaga Lidah Nusantara di Jantung Jeddah

"Ada saatnya argumen hukum harus tunduk pada ketetapan langit," tutur Sapto dengan nada tenang.

Baginya, meninggalkan hiruk-pikuk ruang sidang adalah investasi spiritual yang tak ternilai. Di tengah kepadatan jemaah yang mengejar kemuliaan sepuluh malam terakhir Ramadan 1447 H, ia memilih untuk menukarkan ketegangan meja hijau dengan kedamaian sujud di pelataran Ka’bah.

Ia percaya bahwa keadilan yang ia perjuangkan di LBH Sembada membutuhkan fondasi nurani yang harus selalu diasah di tempat-tempat mustajab.

Keputusan Sapto untuk tetap bertahan di Makkah hingga hari kemenangan nanti untuk selanjutnya bergeser ke Madinah membawa pesan kuat tentang keseimbangan hidup.

Baca Juga:
Arab Saudi Tetapkan Idulfitri 20 Maret 2026, Salat Id Digelar di Tengah Bayang-bayang Cuaca Ekstrem

Di area WC 3 yang ikonik sebagai "pos penjagaan" informal warga Nusantara, identitasnya sebagai pembina lembaga bantuan hukum melebur dengan jutaan jamaah lainnya. Tak ada lagi sekat formalitas; yang tersisa hanyalah seorang hamba yang sedang menjemput energi positif Lailatul Qadar demi memperjuangkan hak-hak masyarakat kecil yang selama ini ia dampingi.

Hingga gema takbir berkumandang nanti, Sapto Nugroho memilih untuk terus bersimpuh, menjauh dari riuhnya perdebatan hukum demi mencari kebenaran yang lebih hakiki.

Baginya, meninggalkan berkas perkara di meja kantor untuk sementara waktu adalah cara terbaik untuk memastikan bahwa sekembalinya ke tanah air nanti, ia tak hanya membawa kepastian hukum, tetapi juga ketajaman hati nurani yang telah ditempa oleh atmosfer suci kota Makkah.(*)

Baca Sebelumnya

Pemkot Malang Buka Peluang Akuisisi Lahan Relokasi Pasar Gadang Setelah Masa Sewa 3 Tahun

Baca Selanjutnya

Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok serta Distribusi BBM di Wilayah Jatimbalinus Aman dan Lancar

Tags:

Sapto Nugroho Wusono LBH Sembada Ramadan di Makkah 2026 Lailatul Qadar masjidil Haram Berita Makkah Hari Ini Sepuluh Malam Terakhir Ramadan Kabar Jamaah Indonesia Iktikaf Makkah Idul Fitri di Makkah Berburu Lailatul Qadar. Ramadandimakkah Lebarandimakkah

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

9 April 2026 16:18

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

9 April 2026 05:50

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

8 April 2026 08:20

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar