Kini Sukses Jadi Mentan, Amran Sulaiman Mengaku Bangga Pernah Jadi Kader GP Ansor/Banser

Jurnalis: Iwa AS
Editor: Akhmad Sugriwa

18 Okt 2025 21:53

Headline

Thumbnail Kini Sukses Jadi Mentan, Amran Sulaiman Mengaku Bangga Pernah Jadi Kader GP Ansor/Banser
Mentan Andi Amran Sulaiman bersama Ketum GP Ansor Addin Jauharudin saat Simposium Gerakan Ekonomi Rakyat GP Ansor di Grand Sunshine Soreang, Kab Bandung, Sabtu (18/10/25). (Foto: Iwa/Ketik)

KETIK, BANDUNG – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengaku dirinya bangga di masa mudanya pernah aktif sebagai kader Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) / Barisan Ansor Serbaguna (Banser). 

Nostalgia itu ia ungkapkan saat menghadiri Simposium Gerakan Ekonomi Rakyat Pembentukan Kelompok Usaha Gotong Royong Dewan Pimpinan Pusat GP Ansor/Banser, di Grand Sunshine Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu 18 Oktober 2025.

Pada kesempatan simposium itu dirinya memberikan materi dan motivasi bagi ratusan kader yang hadir, untuk bisa sukses berkarir di bidang pertanian.

Mentan mengakui pengalamannya di Ansor sedikit banyak mempengaruhi terbentuknya karakter dirinya saat ini. Ia tegas memberantas mafia pangan. 

Baca Juga:
Hadapi Kemarau Ekstrem, Gubernur Khofifah Ingatkan Kalaksa BPBD se-Jatim Siap Siaga

Pada Juli 2025, Amran membongkar kasus pupuk palsu yang merugikan petani Rp3,2 triliun. Pada 25 September 2025, ia pun mengungkap kasus 212 merk beras premium palsu atau beras oplosan, yang merugikan Rp100 triliun setiap tahunnya.

Terakhir pada 13 Oktober 2025, Mentan Amran mencabut izin sebanyak 2.039 kios distributor pupuk yang terbukti menaikkan harga dari Harga Eceran Tertingg (HET). 

"Kenapa saya berani melakukan semua itu? Karena sekarang ada Ansor/Banser di belakang saya. Kalau kita bergerak bersama-sama menghadapi mafia pangan ini, kita pasti bisa," ungkap Amran disambut applause meriah peserta.

Mentan pun menuturkan lagi kisahnya, saat ia kembali dilantik menjadi Menteri Pertanian untuk periode ketiga di bawah kepempimpinan Presiden Prabowo.

Baca Juga:
Petani Harap Tenang! Potensi El Nino Diprediksi Tak Ganggu Lahan Pertanian di Kota Malang

Waktu awal dilantik, kata Amran, dirinya diminta oleh presiden untuk mampu mewujudkan swasembada pangan   dalam tempo 4 tahun. Namun 21 hari kemudian, ia dipanggil lagi dan presiden meminta swasembada pengan bisa diwujudkan dalam waktu menjadi 3 tahun.

"Setelah 45 hari dilantik, saya dipanggil lagi sama Pak Presiden dan menanyakan bisa nggak tercapai dalam  1 tahun?" tutur Amran.

Menurutnya saat mendapat instruksi tersebut dirinya mendapat tekanan kerja yang luar biasa, sampai dirinya pun jatuh sakit.

"Tapi karena saya terlatih di medan yang sulit, saya terlahir dari keluarga pas-pasan bahkanmiskin, pernah pula jadi Banser. Tidak ada bagi saya yang tidak bisa! Pantang buat anak Ansor Banser mundur dari sumpah janji jabatan. Kalau mundur, itu bukan karakter anak banser," tandasnya disambut lagi tepuk tangan peserta.

Untuk itu di akhir tahun 2025 di mana tersisa watu 70 hari, Amran merasa haqqul yaqin swasembada beras bisa tercapai dalam satu tahun dengan stok hasil panen padi 40 juta ton.

"Surplus 5 juta ton dari tahun 2024 yang menghasilkan 35 juta ton. Kita berhasil swasembada pangan khusus beras," sebut Mentan.(*)

Baca Sebelumnya

Aksi Damai Ribuan Alumni Ponpes di Alun-Alun Situbondo, Protes Tayangan Trans7

Baca Selanjutnya

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Tags:

mentan Andi Amran Sulaiman Amran Sulaiman Andi Amran Menteri Pertanian Pertanian GP Ansor Banser Ansor

Berita lainnya oleh Iwa AS

Ziarah Hari Jadi Kabupaten Bandung, Bupati Kang DS Tekankan Pentingnya Pengabdian dan Kepedulian Sosial

16 April 2026 15:53

Ziarah Hari Jadi Kabupaten Bandung, Bupati Kang DS Tekankan Pentingnya Pengabdian dan Kepedulian Sosial

Masih Dibutuhkan, Bupati Bandung Minta ke Presiden Aktifkan Lagi Satgas Citarum Harum

16 April 2026 00:23

Masih Dibutuhkan, Bupati Bandung Minta ke Presiden Aktifkan Lagi Satgas Citarum Harum

Bupati Bandung Pastikan Penanganan Banjir Berjalan Optimal, BNPB Segera Tinjau Titik Rawan

15 April 2026 20:50

Bupati Bandung Pastikan Penanganan Banjir Berjalan Optimal, BNPB Segera Tinjau Titik Rawan

Kasus Dirut PT BDS Jadi Tersangka, DPRD Kabupaten Bandung Soroti Lemahnya Pengawasan BUMD

15 April 2026 15:39

Kasus Dirut PT BDS Jadi Tersangka, DPRD Kabupaten Bandung Soroti Lemahnya Pengawasan BUMD

Dugaan Korupsi Rp128,5 Miliar di BUMD Kabupaten Bandung, Dirut PT BDS Ditahan Kejari

14 April 2026 17:44

Dugaan Korupsi Rp128,5 Miliar di BUMD Kabupaten Bandung, Dirut PT BDS Ditahan Kejari

Produksi Sampah 1.800 Ton per Hari, Waka DPRD Kabupaten Bandung Hailuki Dorong Terobosan Besar dan Kemitraan Swasta

14 April 2026 10:40

Produksi Sampah 1.800 Ton per Hari, Waka DPRD Kabupaten Bandung Hailuki Dorong Terobosan Besar dan Kemitraan Swasta

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H