Khofifah: Datang ke Kota Butuh Skilled Labour

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: Rahmat Rifadin

18 Apr 2025 06:02

Thumbnail Khofifah: Datang ke Kota Butuh Skilled Labour
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (Grafis: Acep Mujib/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat yang hendak berpindah dari desa ke kota alias melakukan urbanisasi melengkapi diri dengan keterampilan khusus.

Mantan Ketua Umum PP Muslimat NU mengingatkan, berpindah ke kota besar seperti Surabaya harus dipikirkan matang-matang dan memiliki skill. Jika tidak, harapan mendapat pekerjaan dengan mudah bisa tinggal impian.

“Saya rasa orang sudah akan melihat bahwa di Kota itu butuh skilled labour (sumber daya manusia yang memiliki keterampilan khusus),” jelas Gubernur Khofifah.

Keterampilan khusus ini adalah kriteria-kriteria yang dibutuhkan perusahaan. Agar para perantau bisa bersaing dan terserap dunia kerja. “Kalau tidak masuk kategori skilled labour, maka mereka akan kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai,” tambah mantan Menteri Sosial tersebut.

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Beberkan Kunci Sukses Jatim Jadi Lumbung Pangan Nasional di Hadapan Peserta SESPIMTI Polri

Menurut Khofifah, skilled labour dibutuhkan masyarakat yang hendak merantau dari desa ke kota termasuk Surabaya. Itu karena rata rata kesempatan pekerjaan di kota besar berada di sektor padat modal (industri, red).

Disnakertrans Jatim: Perusahaan Butuh Pelamar Multiskill

Sementara itu, Kabid Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja sekaligus Plt. Kabid Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans Prov. Jatim Purwanti Utami menilai, saat ini banyak perusahaan membutuhkan multiskill dari pelamar kerja formal.

"Banyak perusahaan memilih tenaga kerja multiskill. Hal ini membuat banyak perusahaan tidak menggunakan pekerja yang hanya memiliki single skill," jelasnya.

Wanita yang akrab disapa Ami itu juga mengingatkan, pemerintah daerah (Pemda) di Jawa Timur tidak boleh membatasi pencari kerja berdasarkan domisili. Hal ini karena wajar para pencari kerja akan berbondong-bondong mencari pekerjaan di kawasan industri seperti Surabaya dan sekitarnya.

Baca Juga:
Program CKG di Jatim Tertinggi Kedua Nasional, Capaian JKN Tembus 97,71 Persen

"Dari sisi konsep ketenagakerjaan, itu sangat wajar. Pencari kerja itu dari daerah-daerah yang memang tidak banyak peluang kerja. Dan akan bermigrasi ke daerah lain mencari pekerjaan," ucapnya.

Foto Kawasan perkantoran di Surabaya Selatan, 16 April 2025. (Foto: Khaesar Utomo/Ketik.co.id)Kawasan perkantoran di Surabaya Selatan, 16 April 2025. (Foto: Khaesar Utomo/Ketik.co.id)

Ami menilai urbanisasi hal wajar dan tidak bisa dicegah. Dia menambahkan, urbanisasi adalah hak asasi semua orang, yakni untuk mencari pekerjaan dimana saja.

"Maka itu, pada saat ada daerah-daerah tertentu yang membatasi, katakanlah, ini hanya peluang (kerja) nya untuk masyarakat di kabupaten ini saja. Itu sebetulnya melanggar hak asasi," terangnya.

Dengan memiliki multiskill, para pendatang akan memiliki nilai tawar lebih di mata perusahaan. "Karena itu menjadi poin tersendiri dari perusahaan untuk menerima para pencari kerja formal," beber Ami.

Untuk memenuhi kebutuhan multiskill ini, Ami menyebut Dinas Ketenagakerjaan Jatim telah memiliki program-program pelatihan kepada masyarakat, terlebih para pencari kerja. "Sebenarnya banyak lowongan pekerjaan yang dibuka perusahaan-perusahaan di Jawa Timur. Namun, memang banyak perusahaan mencari multiskill," katanya.

Dia menyebut jumlah pengangguran di Jawa Timur mencapai 4 persen. Ini paling rendah dibandingkan provinsi lainnya yang sampai 5 persen lebih. "Dari sisi itu, sebetulnya kondisinya cukup kondusif di Jawa Timur. Tetapi kan enggak boleh terlena ya, karena tetap masih ada pengangguran," ungkap Ami.

Dia juga menyebut Dinas Ketenagakerjaan Jatim terus menggelar job fair dan career day. "Itu salah satu cara untuk menyerap pengangguran di Jatim selain menyiapkan multiskill yang memang dibutuhkan perusahaan," pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Muscablub APDESI Halmahera Selatan Bakal Segera Digelar

Baca Selanjutnya

Polres Madiun Ungkap Kasus Penelantaran Bayi, Pelaku Pasangan Belum Resmi Menikah

Tags:

Khofifah Gubernur Jatim Skilled Labour urbanisasi surabaya

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar