KHA Muzakky Al-Hafidz: Panjang Umur Bukan Jaminan, Berkah dan Amal Jadi Ukuran

Jurnalis: Filza Tiarania
Editor: Fiqih Arfani

29 Jan 2026 14:44

Thumbnail KHA Muzakky Al-Hafidz: Panjang Umur Bukan Jaminan, Berkah dan Amal Jadi Ukuran
KHA Muzakky Al-Hafidz dalam Kajian Senja Al-Yasmin di Surabaya, Rabu petang, 28 Januari 2026. (Foto: Tim Al-Yasmin)

KETIK, SURABAYA – Imam Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) KHA Muzakky Al-Hafidz menegaskan bahwa tolok ukur hidup seseorang bukan terletak pada panjang atau pendeknya usia, melainkan pada keberkahan dan manfaatnya karena umur panjang tanpa diiringi amal kebaikan tidak memiliki nilai.

Hal tersebut disampaikan KHA Muzakky Al-Hafidz dalam Kajian Senja Al-Yasmin yang dipandu Pengasuh Pesantren Digipreneur Al-Yasmin H Helmy M Noor di Surabaya, Rabu, 28 Januari 2026.

“Allah punya rahasia sejak usia kita 4 bulan dalam kandungan yakni jodoh, umur dan rezeki, karena itu satu-satunya alasan boleh berdoa minta umur panjang adalah berjumpa dengan Ramadhan,” ujarnya.

Ustaz Muzakky menjelaskan bahwa umur manusia sepenuhnya berada dalam kehendak Allah dan tidak diketahui manusia. Menurutnya, ikhtiar yang dapat dilakukan adalah menjaga kesehatan, pola makan, pola pikir, serta pola istirahat.

Baca Juga:
5 Kafe Estetik dan Ramah Kantong di Surabaya, Spot Nongkrong Kekinian yang Wajib Dicoba

“Yang penting, ojok kakehan pola (jangan banyak tingkah),” tuturnya.

Ia juga menambahkan, perihal jodoh dan rezeki juga merupakan rahasia Allah dan telah ditentukan di Lauhul Mahfudz, baik siapa orangnya maupun kadar yang diterima setiap manusia. 

Muzakky juga menyinggung ayat Al-Quran yang menjelaskan bahwa umur tidak dapat dimajukan atau diundur walau sesaat. 

“Bagaimana dengan soal silaturahmi/sedekah bisa memanjangkan umur? Soal Panjang itu bukan ukuran secara kuantitas atau jumlah, tapi ukuran kualitas atau berkah atau manfaat, jadi umurnya semakin berkah. Jadi, soal umur itu sangat ditentukan kebaikan kita selama hidup,” ujarnya.

Baca Juga:
Selamat Capt! Rizky Ridho Resmi Jadi Ayah, Bagikan Momen Gendong Sang Buah Hati

Ia menyebut sebagian ulama ada yang beranggapan bahwa permintaan umur panjang bisa bermakna keliru atau musyrik jika dilandasi keinginan mempertahankan kepentingan duniawi semata. Sikap tersebut dinilai berpotensi mencerminkan kecintaan berlebihan terhadap dunia. 

"Jadi, ukuran kebaikan itu sebagaimana sabda Rasulullah bahwa sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya. Ukuran kebaikan bukan panjang-pendeknya umur, melainkan amal baik atau manfaat/berkah bagi orang lain. Bahkan, ahli neraka pun ingin keluar sebentar dari neraka untuk melakukan amal kebaikan," katanya. 

Dalam kajian yang diikuti puluhan jamaah tersebut, Muzakky membagi fase usia manusia menjadi tiga tahapan, yakni usia dunia (20–40 tahun), usia dunia dan akhirat (40–60 tahun), serta usia akhirat (60 tahun ke atas). Sementara usia 1–20 tahun tidak dihitung karena dalam fase tersebut belum layak menerima tanggung jawab penuh.

"Orang cerdas itu melakukan aktivitas sesuai dengan masa/fase. Untuk umur 20-40 tentu giat bekerja, ingat dunia, tapi lupa akhirat, misalnya sering lupa sholat, karena mikir akhirat hanya 30 persen. Usia 40-60, usia sudah punya suami/istri, rumah, mobil, dan lainnya, sehingga ada rasa takut kehilangan, positifnya dia lari ke Allah, meski dekat Allah karena takut kehilangan, padahal kehilangan di dunia itu pasti, misalnya HP pasti rusak/hilang, suami/isteri pasti mati, minggat, atau tak sesuai harapan/kasar," ujarnya. 

Untuk fase 60 ke atas yang juga disebut sebagai fase akhirat, Ustadz Muzakky mengatakan bahwa Nabi Muhammad telah mengatakan bahwa usia umatnya berkisar dari 60 hingga 70 tahun. 

"Nabi bilang usia umatku 60-70, jadi usia umat Nabi itu nggak mungkin ikut usia Nabi Nuh yang ratusan tahun. Nabi sendiri wafat pada usia 63 tahun yang tergolong usia produktif. Kalau lebih dari usia Nabi itu sudah banyak kehilangan kenikmatan dunia, seperti otot, mata/kabur, daya ingat/lupa," tambahnya. 

Sebagai contoh umur yang berkah, Muzakky menyebut sejumlah ulama besar seperti Imam Syafi’i, Imam Al-Ghazali, dan Imam Nawawi yang wafat di usia relatif singkat, namun meninggalkan karya yang dapat terus dibaca oleh masyarakat dunia hingga kini.

Ia juga mencontohkan Pesantren Al-Yasmin sebagai bentuk karya manajerial yang memberi manfaat luas. Menurutnya, karya dan amal jariyah menjadi wujud nikmat umur yang sesungguhnya.

“Kalau saya mungkin bisa mengisi kajian seperti ini, tapi apa yang saya sampaikan bisa direkam dan terus dikaji orang sampai kapan pun, sehingga menjadi jariyah yang punya karya. Itulah nikmat umur, jangan dilupakan. Yang penting jangan meninggalkan karya maksiat, seperti ghibah, maksiat terselubung,” pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Komitmen BRI Kotapinang Jadi Agen Pembangunan Lewat Program Pembiayaan

Baca Selanjutnya

Wabup Sampang Hadiri Musrenbang RKPD 2027 di Banyuates, Tekankan Partisipasi Masyarakat

Tags:

Kajian Al Yasmin pondok pesantren Islam surabaya KHA Muzakky Al-Hafidz Masjid Nasional Al Akbar Surabaya

Berita lainnya oleh Filza Tiarania

Bukan Sedang Mainan, Ini Alasan Kepiting Pantai Membuat Bola-Bola Pasir!

18 Maret 2026 05:00

Bukan Sedang Mainan, Ini Alasan Kepiting Pantai Membuat Bola-Bola Pasir!

Rumah Sakinah Muhammadiyah Luncurkan Tiga Program Pemberdayaan Baru

17 Maret 2026 15:19

Rumah Sakinah Muhammadiyah Luncurkan Tiga Program Pemberdayaan Baru

Jelang Lebaran RPH Surabaya Lakukan Monitoring, Harga Daging Sapi Naik Rp3.000–Rp5.000

15 Maret 2026 13:01

Jelang Lebaran RPH Surabaya Lakukan Monitoring, Harga Daging Sapi Naik Rp3.000–Rp5.000

Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp17,499 Miliar untuk Warga Kota dan Kabupaten Madiun

14 Maret 2026 11:05

Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp17,499 Miliar untuk Warga Kota dan Kabupaten Madiun

Jelang Idulfitri, RPH Surabaya Ikut Ramaikan Pasar Murah Ramadan

13 Maret 2026 15:45

Jelang Idulfitri, RPH Surabaya Ikut Ramaikan Pasar Murah Ramadan

Seminggu Sebelum Idul Fitri, Harga Daging di Surabaya Terkendali

13 Maret 2026 12:35

Seminggu Sebelum Idul Fitri, Harga Daging di Surabaya Terkendali

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar