Ketua Organda Pemalang: Ada Dugaan Konspirasi di Balik Larangan Truk Sumbu Tiga Lewat Pantura

Jurnalis: Slamet Sumari
Editor: Mustopa

2 Jun 2025 18:10

Thumbnail Ketua Organda Pemalang: Ada Dugaan Konspirasi di Balik Larangan Truk Sumbu Tiga Lewat Pantura
Ketua Organda Pemalang, Andi Rustono saat wawancara ekslusif dengan ketik.co.id soal larangan truk sumbu tiga lewat jalur Pantura, Senin, 2 Juni 2025 (Foto: Slamet/ketik.co.id)

KETIK, PEMALANG – Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Pemalang, Andi Rustono, menyoroti kebijakan pelarangan truk bersumbu tiga atau lebih melintas di jalur Pantura dari Traffic Light Gandulan hingga Exit Tol Kandeman Batang.

Ia menduga adanya kepentingan tersembunyi di balik aturan tersebut, termasuk dugaan konspirasi untuk menghidupkan jalur tol yang sepi.

“Saya menduga ini bukan murni kebijakan teknis, melainkan ada konspirasi antara pihak tertentu dengan operator jalan tol. Jalur Brebes ke timur itu sepi, dan ini bisa jadi cara untuk meramaikannya dengan mengalihkan truk-truk besar,” ujar Andi kepada ketik.co.id, Senin, 2 Juni 2025.

Menurutnya, kebijakan pengalihan arus kendaraan berat seharusnya didasarkan pada analisis lalu lintas yang matang. Ia menyoroti bahwa hingga kini belum ada kajian menyeluruh terkait kapasitas jalan, tingkat pelayanan, dan dampak sosial ekonomi dari kebijakan tersebut.

Baca Juga:
Mobil yang Naik ke Pembatas Jalan di Ngagel Surabaya Dievakuasi Tim Call 112

“Dalam pengaturan lalu lintas itu ada yang namanya contra flow. Tapi sebelum diberlakukan, harus ada data dan evaluasi yang akurat, bukan hanya opini atau tekanan politik,” tambahnya.

Soroti Dampak Ekonomi & Lingkungan

Andi juga membantah argumen yang menyebut truk-truk besar sebagai penyebab utama polusi debu yang membuat toko-toko di pinggir jalan tutup. Ia menilai, kendaraan pribadi, motor, dan bus justru lebih mendominasi arus lalu lintas dan juga menghasilkan polusi.

“Kalau alasannya karena asap dan debu, kenapa mobil pribadi dan motor tidak dipermasalahkan? Warga di pinggir Pantura itu sudah tahu risikonya sejak dulu,” katanya.

Baca Juga:
Kakorlantas: One Way Nasional Arus Balik Lebaran Dihentikan, Tol Trans Jawa Kembali Normal

Ia juga menyoroti dampak ekonomi akibat sepinya lalu lintas truk di Pantura. Menurutnya, banyak warung makan, tambal ban, dan bengkel yang kehilangan pelanggan karena arus kendaraan berat dialihkan ke jalan tol.

“Warung-warung sepanjang Pantura itu menggantungkan hidup dari lalu lintas. Kalau semuanya pindah ke tol, ekonomi lokal mati pelan-pelan,” tegasnya.

Tolak Larangan 24 Jam, Ajak Dialog

Organda menyatakan keberatan dengan kebijakan pelarangan penuh selama 24 jam. Andi menyarankan agar kebijakan ini diberlakukan secara terbatas dan melibatkan semua pihak terkait, termasuk Organda dan asosiasi pengusaha truk.

“Kami sudah menyampaikan bahwa jika memang harus diberlakukan, jangan 24 jam. Buat waktu khusus, dan ajak semua pihak duduk bersama. Sampai hari ini, Organda belum pernah diajak rapat soal ini,” ungkapnya.

Surat keberatan pun sudah dilayangkan oleh Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), termasuk ke beberapa Dinas Perhubungan. Bahkan, menurut Andi, pengusaha truk siap melakukan aksi besar-besaran sebagai bentuk protes jika suara mereka tak didengar.

Sindiran untuk Pemerintah

Menutup pernyataannya, Andi juga menyindir beberapa tokoh yang dianggap ikut mendorong kebijakan ini tanpa mempertimbangkan aspek teknis secara menyeluruh. Ia bahkan menyinggung nama tokoh agama nasional, Habib Luthfi bin Yahya, yang disebut-sebut ikut memberikan masukan.

“Saya menduga ini bukan murni keputusan pemerintah pusat. Ini ide dari salah satu anggota DPR RI Komisi VI, Rizal Bawasir, yang terkesan memaksakan kebijakan tanpa dasar analisis yang jelas,” ujar Andi.

“Kebijakan publik itu harus berbasis data dan analisis, bukan hanya berdasarkan masukan sepihak. Apalagi kalau sudah bicara soal keselamatan dan ekonomi masyarakat luas,” pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Proyek Saluran Jalan Imam Bonjol Sampang Disorot, U-Ditch Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

Baca Selanjutnya

400 Hektare Lahan HGU PT KJB Ganti TanamanTebu, Ini Kata Wakil Ketua DPRD Lumajang

Tags:

Organda Pemalang Truk Sumbu Tiga jalur Pantura Kandeman Gandulan Jalan tol Lalu lintas ekonomi lokal Rizal Bawasir Habib Luthfi Aptrindo

Berita lainnya oleh Slamet Sumari

Jelang Pilkades 2026, Camat Comal Ajak Warga Jaga Kerukunan Meski Beda Pilihan

14 April 2026 05:40

Jelang Pilkades 2026, Camat Comal Ajak Warga Jaga Kerukunan Meski Beda Pilihan

Dindikpora Pemalang Minta Sekolah Tunda Study Tour

13 April 2026 20:43

Dindikpora Pemalang Minta Sekolah Tunda Study Tour

Kebakaran di Sragi Pekalongan, Warung Semi Permanen dan Kanopi Rumah Hangus

12 April 2026 01:49

Kebakaran di Sragi Pekalongan, Warung Semi Permanen dan Kanopi Rumah Hangus

Warga Jatiroyom Pemalang Soroti Dugaan Penyelewengan Bantuan Sumur Bor hingga Treser

10 April 2026 21:12

Warga Jatiroyom Pemalang Soroti Dugaan Penyelewengan Bantuan Sumur Bor hingga Treser

Paguyuban Merah Putih Kaliprau di Pemalang Gotong Royong Tanggulangi Rob

10 April 2026 16:15

Paguyuban Merah Putih Kaliprau di Pemalang Gotong Royong Tanggulangi Rob

Serap Lulusan SMK, Pemalang Bidik Investasi Pabrik Otomotif

8 April 2026 20:11

Serap Lulusan SMK, Pemalang Bidik Investasi Pabrik Otomotif

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar