Ketua IMI Surabaya dan Warga Dukung Parkir Qris, Ada yang Menolak, Ini Alasan Mereka

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: M. Rifat

17 Jan 2024 09:49

Headline

Thumbnail Ketua IMI Surabaya dan Warga Dukung Parkir Qris, Ada yang Menolak, Ini Alasan Mereka
Papan Parkir pembayaran metode Qris di Jl Jimerto, Surabaya (17/1/2024). (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menerapkan kebijakan pembayaran non-tunai pada seluruh titik parkir Tepi Jalan Umum (TJU). Pembayaran non-tunai melalui QRIS ataupun voucher tersebut, diterapkan secara bertahap di 1.370 titik parkir TJU se-Kota Surabaya.

Data Dishub Surabaya mencatat, ada 5 titik parkir Tepi Jalan Umum (TJU) di Kota Pahlawan yang saat ini telah menyediakan layanan pembayaran dengan metode QRIS. Yakni, di Jalan Sedap Malam, Jalan Jimerto, Jalan Taman Bungkul, Jalan Serayu dan Jalan Progo.

Selain Tepi Jalan Umum, sistem pembayaran QRIS sebelumnya telah diterapkan Dishub Surabaya pada beberapa lokasi Parkir Tempat Khusus (PTK).

Di antaranya, Parkir Gedung Balai Pemuda, Parkir Gedung Genteng Kali, Parkir Gedung Kertajaya, Parkir Gedung UPTSA Siola, Park and Ride Mayjend Sungkono dan Parkir UPTSA Menur.

Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi

Di samping mudah dan cepat, QRIS juga akan menjaga keamanan proses pembayaran parkir. Pengguna jasa parkir cukup menscan barcode yang terpasang dan melakukan pembayaran melalui aplikasi yang diinginkan.

Mengenai penggunaan Qris untuk parkir di beberapa titik di Surabaya, berikut tanggapan masyarakat.

Sudirman (76) warga Manukan Surabaya, dirinya menilai program kali ini sangat bagus untuk menertibkan parkir dan PAD Surabaya dapat terus bertambah.

"Berkali-kali zamannya Pak Wali Muhajir Wijaya sudah dibicarakan, ini suatu keberanian Cak Eri untuk membenahi kota, untuk meningkatkan PAD dan bisa meningkatkan pendapatan mereka," jelasnya.

Baca Juga:
Kota Surabaya dan Malang Diprakirakan Cerah 14 April 2026, Cek Info Cuaca Jawa Timur

Foto Pembayaran Parkir Qris di Jalan Jimerto Surabaya. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)Pembayaran Parkir Qris di Jalan Jimerto Surabaya. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)

Dirman mendukung penuh karena beberapa kali ada jukir nakal yang tidak sesuai dengan tarif parkir di Surabaya. "Ini terjadi di kawasan Ampel, di kawasan wisata, kalau sistem waktu juga ndak papa asalkan jelas," imbuhnya.

Aisyah (23) Gubeng, mengungkapkan bahwa dirinya tidak setuju adanya program tersebut karena adanya keterbatasan internet yang dimilikinya.

"Jika diterapkan, gimana jika orang tidak memiliki paket internet, dan orang-orang tua yang tidak mengerti pembayaran seperti itu, saya lebih suka pakai cash," jelasnya.

Husni (27), warga Wiyung, mengungkapkan "Saya setuju sekali dengan penerapan pembayaran menggunakan Qris. Karena supaya jukir tidak menaikkan tarif sembarangan. Apalagi kalau ada event besar, biasanya jukir menaikkan sampai Rp10 ribu per motor. Itu menurut saya sangat mahal, kita sebagai pengendara merasa keberatan," tuturnya.

Ketua IMI Surabaya Dukung Parkir Qris

Di tempat berbeda, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Surabaya Rinto Ari Rakhmanto mengungkapkan dirinya mendukung adanya pembayaran parkir Qris.

"Jika untuk ketertiban dan keamanan kami mendukung, dengan segala aspek yang harus dipikirkan," jelas Rinto.

Tak hanya itu, Rinto juga meminta harus ada sosialisasi mengenai pembayaran non tunai atau Qris ini untuk ditujukan ke beberapa pihak.

"Pemkot membuat kebijakan ini untuk ketertiban dan juga untuk penyelamatan PAD dari sektor parkir," ujarnya.

Rinto mendukung karena pembayaran parkir Qris ada di beberapa titik tertentu misalnya di Jalan Genteng, Embong Malang dan Blauran.

"Itu memang titik-titik yang perlu perhatian khusus jadi kami oke-oke saja," ucapnya.

Mengenai parkir Qris, Rinto memberikan saran bahwa parkir yang baik dan bertanggung jawab itu tetap harus ada petugas karena menjaga kerapian kendaraan.

"Motor itu kalau tidak diparkir dengan rapi itu cenderung rusak, kalau pengelola parkir terus harusnya juga retribusinya tetapi juga penataan dan pengamanannya," terang Ketua IMI Surabaya itu.

"Mungkin harus ada sosialisasi yang cukup, ada uji coba, evaluasi dan SDM yang paling penting harus ada pelatihan khusus lah," pungkas Rinto. (*)

Baca Sebelumnya

Gandeng PMI, SBI Tuban Peringati Bulan K3 Nasional dengan Gelar Donor Darah

Baca Selanjutnya

Bawaslu Jember Terus Dalami Soal Dugaan Pelanggaran Kampanye dalam Apel Sholawat Kebangsaan

Tags:

Pemkot Surabaya Dishub Surabaya pembayaran parkir Qris tanggapan warga Surabaya surabaya parkir Surabaya IMI Surabaya Rinto Ari Rakhmanto

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar