Ketua HKTI Jatim Desak Pemerintah Beli Gula Petani yang Tak Terserap Pasar

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: Fiqih Arfani

8 Agt 2025 19:57

Headline

Thumbnail Ketua HKTI Jatim Desak Pemerintah Beli Gula Petani yang Tak Terserap Pasar
Ketua DPD HKTI Jatim HM Arum Sabil saat memberikan sambutan, Jumat, 8 Agustus 2025. (Foto: Ketik)

KETIK, SURABAYA – Puluhan ribu ton gula petani di Jawa Timur tak terserap pasar. Petani menderita imbas pasar tak mau membeli gula hasil petani.

Berdasarkan data yang diterima Ketik, Jumat, 8 Agustus 2025, jumlah stok gula di gudang Pabrik Gula (PG) saat ini mencapai 62.542 ton milik Petani, 144.341 ton milik pedagang, dan 45.916 ton milik pabrik. Jumlah total 268.340 ton.

Mirisnya, tak satupun pedagang berani membeli gula petani yang jumlahnya mencapai puluhan ton tersebut. Hal itulah yang membuat Ketua DPD HKTI Jatim HM Arum Sabil prihatin dan sedih.

"Lelang terakhir dilakukan kemarin tanggal 5 Agustus 2025, dengan harga lelang 14.500/kg. Kami lelang tapi tidak ada yang menawar. Padahal angka tersebut lebih rendah daripada harga gula di luar Jawa, yaitu sekitar 14.600-14.700/kg," tutur Arum Sabil.

Baca Juga:
Kisah PMI Kota Probolinggo, dari Donor Darah hingga Jemput Jenazah

Ia menyebut bahwa pedagang tidak berani membeli karena tidak ada kepastian stabilitas harga. Pedagang takut ketika membeli dengan harga tersebut, nantinya merugi karena harga terus turun dan pasar tidak bisa menyerap.

Hal ini, kata Arum Sabil, yang membuat para petani tebu menjadi panik dan akhirnya tidak ada pilihan lain yakni terpaksa menjual dengan harga hingga di bawah biaya produksi dan merugi.

"Kalau ini dibiarkan maka petani tebu tentu mengalami kesulitan untuk merawat tanaman tebunya setelah ditebang. Kalau tidak terawat, tanaman tebu akan mengalami 'stunting' atau pertumbuhan yang tidak optimal. Dampak lainnya produksi tebu dan gula tahun berikutnya akan terancam mengalami penurunan," bebernya.

Tidak ada jalan lain kecuali intervensi pemerintah. Kata Arum Sabil, pemerintah harus segera membeli gula petani dengan kisaran harga Rp14.500 hingga Rp15.000. Dengan begitu, nasib petani tebu terselamatkan dan ekosistem gula petani tetap berjalan sehat.

Baca Juga:
Dari Bareskrim ke BGN, Sony Sonjaya Kini Kawal Program MBG

Kedua, HKTI Jatim mendesak pemerintah segera membentuk Badan Koordinasi yang melibatkan institusi terkait untuk membuat arah kebijakan pergulaan nasional agar lahir kebijakan yang adil dan bisa melindungi petani serta konsumen, termasuk semua pelaku usaha pergulaan nasional.

"Harus ada penertiban gula yang beredar tidak sesuai dengan peruntukannya. Petani fokus memproduksi dengan kualitas terbaik dan pemerintah menjamin ekosistem bisnisnya. Jaminan harga minimal untuk petani harus diatur dan dibeli oleh pemerintah," pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Pengurus PMI Kota Batu 2025-2029 Segera Dilantik

Baca Selanjutnya

Hidup dari Royalti, Ade Govinda Sesalkan Minimnya Sosialisasi Pemutaran Lagu di Kafe

Tags:

Gula HKTI Jatim DPD HKTI Jatim Himpunan Kerukunan Tani Indonesia tani Jawa timur

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar