KETIK, BOJONEGORO – Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Abdulloh Umar, melepas keberangkatan 50 guru yang tergabung dalam Forum Guru Sertifikasi Nasional Indonesia Kabupaten Bojonegoro menuju Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

Rombongan “Guru Siaga” tersebut berangkat untuk memperjuangkan kesejahteraan guru madrasah melalui audiensi dengan DPR RI dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB).

Prosesi pelepasan berlangsung di halaman Gedung DPRD Bojonegoro, Jalan Veteran. Selain Ketua DPRD, kegiatan itu juga dihadiri Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro Moch. Choirul Anam.

Ketua FGSNI Kabupaten Bojonegoro Moh. Burhanudin mengatakan keberangkatan puluhan guru tersebut membawa misi untuk menyuarakan persoalan kesejahteraan guru madrasah yang dinilai mulai terabaikan.

Menurutnya, implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyerap anggaran pendidikan dalam jumlah besar berpotensi berdampak terhadap perhatian pemerintah pada kesejahteraan tenaga pendidik madrasah.

Baca Juga:
DPRD Bojonegoro Dorong Percepatan Rekomtek BBWS untuk Proyek Pengairan Rp204 Miliar

“Kami ke Jakarta membawa misi besar. Kami ingin pusat melihat objektif bahwa di tengah alokasi anggaran yang tersedot besar untuk Program MBG, ada nasib dan kesejahteraan guru madrasah di daerah yang tetap butuh perhatian dan regulasi berkeadilan,” tegas Moh. Burhanudin.

Sementara itu, Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar menyampaikan apresiasi atas langkah yang dilakukan FGSNI dalam memperjuangkan aspirasi para guru madrasah.

Ia berharap audiensi yang dilakukan di tingkat pusat dapat menghasilkan solusi konkret bagi kesejahteraan tenaga pendidik di daerah.

“Kami melepas keberangkatan bapak dan ibu guru dengan harapan besar. Semoga tuntutan yang dibawa mendapatkan respons positif demi kesejahteraan guru madrasah kita,” ujar Abdulloh Umar.

Baca Juga:
DPC PDI Perjuangan Bojonegoro Lantik 1.300 PAC, Target Menang Pemilu 2030

Senada dengan pimpinan DPRD, Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro Moch. Choirul Anam menyatakan akan ikut memantau perkembangan hasil audiensi tersebut.

Ia menilai penataan anggaran di tingkat pusat tidak seharusnya mengorbankan hak dasar dan jaminan kesejahteraan guru di daerah.

Usai prosesi pelepasan dan doa bersama, armada bus yang membawa 50 personel Guru Siaga FGSNI Bojonegoro langsung bertolak menuju Jakarta.

Seluruh rangkaian kegiatan pelepasan berlangsung lancar dan tertib hingga acara selesai.(*)