Kesibukan Remas Al Falah Saat Buka Puasa! Dari Bungkus Kurma, Atur Antrean Hingga Layani 1.000 Jemaah

25 Februari 2026 02:03 25 Feb 2026 02:03

Thumbnail Kesibukan Remas Al Falah Saat Buka Puasa! Dari Bungkus Kurma, Atur Antrean Hingga Layani 1.000 Jemaah

Deretan remaja masjid (Remas), setelah selesai bertugas mempersiapkan buka puasa di Masjid Al Falah Surabaya. (Foto: Remas Masjid Al Falah)

KETIK, SURABAYA – Sekelompok remaja berseragam khas tampak sigap membagikan kupon dan mengatur alur jemaah di teras Masjid Al Falah Surabaya. Mereka adalah anggota Remaja Masjid (Remas) Al Falah, garda terdepan yang memastikan ratusan jemaah bisa menikmati takjil dengan tertib setiap bulan suci.

Kesigapan para remaja ini sangat terasa, terutama saat sistem pembagian takjil berlangsung dengan menerapkan sistem kupon. Jemaah yang datang sebelum waktu berbuka bisa mendapatkan kupon untuk menu berat.

Amrina Rosyada atau yang akrab disapa Ocha, salah seorang anggota Remas Al Falah, menuturkan pengalamannya mengelola distribusi takjil di lapangan.

"Alhamdulillah, dengan sistem kupon ini alur jadi lebih teratur. Kami dari Remas bertugas memastikan setiap jemaah yang dapat kupon terlayani dengan baik. Kalau ada yang kehabisan, kami tetap siapkan takjil cadangan agar tidak ada yang kecewa," ujar Ocha.

Sistem tersebut merupakan bagian dari program buka bersama yang telah menjadi tradisi Masjid Al Falah sejak berdiri pada 1 Ramadan 1393 H (23 September 1973). Setiap harinya, sekitar 800 hingga 1.000 porsi menu berbuka disiapkan untuk jemaah.

Pembina Remaja Masjid Al Falah sekaligus Wakil Panitia Ramadan Andy Mario Yudistira Putra menjelaskan penyedian makanan untuk berbuka puasa Senin sampai Jumat dikelola oleh unit bisnis internal Al Falah Biz.

"Nah, Sabtu dan Minggu kami libatkan UMKM binaan sekitar masjid. Tujuannya selain berbagi, juga menggerakkan ekonomi lokal," ucap Yudis, sapaan akrabnya.

Kesibukan Remas Al Falah tidak hanya saat menjelang berbuka. Sejak siang hari, mereka sudah mempersiapkan 3 butir kurma per bungkus untuk ratusan jemaah.

Usai azan Maghrib, tugas berlanjut membagikan teh dan kurma pascakajian berbuka, membersihkan sampah di area teras hingga mengatur pembagian nasi kotak.

Saat salat Tarawih, peran mereka pun berganti. Ada yang menjadi MC, sebagian menyalakan buhur (wewangian), mengarahkan jemaah agar saf salat rapi, hingga mengawal kotak infak. "Kami dibagi tugas sesuai divisi, jadi semua berjalan sinkron," tambah Yudis.

Di balik kesigapan itu, Remas Al Falah memiliki struktur organisasi yang solid. Terdapat lima divisi utama: BPH (Badan Pengurus Harian), Kharisma (Kajian), KPSDM (Pengembangan SDM/Tahsin), Spartan (Olahraga), dan Humed (Humas & Media). Pengurus menjabat selama dua tahun, dengan rekrutmen anggota baru dilakukan setahun sekali melalui sistem online dan wawancara.

Saat ini, keanggotaan Remas Al Falah didominasi mahasiswa, dengan sekitar 60 nama terdaftar dan 30-an yang aktif rutin. "Kami terus mencari kader-kader muda yang tidak hanya aktif di Ramadan, tapi juga punya visi jangka panjang untuk masjid," papar Yudis.

Ia juga berharap untuk Remas Al Falah agar organisasi ini menciptakan generasi pemuda produktif, bukan sekadar aktif di masjid, tapi juga menjadi bagian dari Al Falah.

“Harapan Remas ke depan mereka bisa menggantikan peran pengelola masjid Al Falah, bahkan bisa mengembangkan masjid ini lebih baik lagi. Intinya, kami ingin melahirkan pemuda masjid yang bisa meneruskan kegiatan disini sampai generasi selanjutnya,” tuturnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

pernak pernik ramadan masjid al falah darmo surabaya berbuka bersama Takjil Gratis Remaja masjid remas Ramadan Buka puasa