KETIK, CILACAP – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Kabupaten Cilacap yang mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau berkepanjangan, Kerukunan Keluarga Minang (KKM) berkolaborasi dengan Bank Gunung Slamet Cilacap, Komunitas Nusakambangan Jeep Club (NJC) Cilacap, SBMPD/Perbankan Cilacap, dan Kodim 0703/Cilacap menyalurkan bantuan air bersih. Total 30 tangki atau setara 150.000 liter air didistribusikan ke beberapa wilayah terdampak di Kabupaten Cilacap.
Acara pelepasan bantuan secara simbolis digelar di Rumah Makan Padang Ambo Cilacap. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Taryo, Ketua KKM H. Choyar, Dirut Bank Gunung Slamet Cilacap Irawan Jayasaputra, Ketua NJC Abdul Asis Lallo (Telu), serta perwakilan SBMPD/Perbankan Cilacap.
Usai acara pelepasan, penyaluran air bersih langsung menyasar lokasi pertama di Dusun Bugelsampang, Kelurahan Bojong, Kecamatan Kawunganten.
Ketua KKM H. Choyar menyampaikan bahwa pihaknya tergerak memberikan bantuan setelah melihat parahnya dampak kekeringan di Cilacap.
Baca Juga:
Pemkab dan DPRD Cilacap Setujui Nota Kesepakatan Kebijakan Umum APBD (KUA) Serta PPAS TA 2027 dan Perubahan APBD TA 2026"Jadi kami Kerukunan Keluarga Minang bekerja sama dengan Bank Gunung Slamet, Komunitas Nusakambangan Jeep Club, Perbankan dan Kodim 0703/Cilacap saling bahu membahu menyalurkan bantuan air bersih ke masyarakat. Banyaknya air 30 tangki atau sekitar 150.000 liter air yang disalurkan bertahap. Pada hari ini ke Dusun Bugelsampang Kawunganten, untuk selanjutnya ke beberapa wilayah yang membutuhkan air bersih dampak kekeringan yang melanda Cilacap," ungkap Choyar.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Gunung Slamet Cilacap, Irawan Jayasaputra, mengungkapkan bahwa kegiatan sosial ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) rutin pihak perbankan.
"Kami membantu dan ada program peduli sesama yang merupakan agenda tahunan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan-bantuan diantaranya momen kondisi kekeringan yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Cilacap ini. Dan kami sudah cukup lama berkolaborasi dengan Kerukunan Keluarga Minang dan stakeholder yang lain untuk memberikan bantuan air bersih," ujarnya
"Selain itu, kamu juga bekerjasama dengan Kodim 0703/Cilacap sedang membuat sumur bor di Kutabima Kecamatan Cimanggu," imbuh Irawan.
Baca Juga:
Alami Kekeringan, Plt Bupati Cilacap Salurkan 1,3 Juta Liter Air Bersih ke WargaHarapannya bantuan yang diberikan bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi berkah.
"Semoga bantuan ini bermanfaat, meski bantuan yang kami berikan belum menyelesaikan masalah namun bisa sedikit meringankan masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih dan kondisi ini agar segera terselesaikan," pungkas Irawan.
Berdasarkan kajian cepat BPBD Cilacap pada 2026, wilayah terdampak kekeringan mencakup sekitar 16 kecamatan dan 65 desa, dengan jumlah warga terdampak mencapai 58.800 jiwa.
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo, menjelaskan bahwa hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Cilacap bersama para pemangku kepentingan telah menyalurkan 291 tangki air bersih (setara 1.536.000 liter) untuk 29.500 jiwa di 34 desa dari 13 kecamatan.
"Untuk kebutuhan air diperkirakan akan semakin meningkat pada puncak musim kemarau khususnya pada Agustus hingga September. Jadi kami bersyukur bahwa kepedulian yang cukup tinggi dari seluruh stakeholder terkait termasuk support bantuan air bersih dari Kerukunan Keluarga Minang Cilacap, kemudian dari Bank Gunung Slamet serta Perbankan Daerah termasuk juga dari Kodim 0703 Cilacap dan Komunitas Nusakambangan Jeep Club yang hari ini akan mendistribusikan air bersih di Kecamatan Kawunganten dan di beberapa wilayah lain yang membutuhkan air bersih," beber Taryo.
Lebih lanjut, Taryo atas nama Pemerintah Kabupaten Cilacap mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada semuanya atas bantuan air bersih untuk masyarakat yang membutuhkan.
"Kami sangat membutuhkan support dari berbagai pihak untuk mengatasi kondisi kekeringan yang menimpa di beberapa wilayah di Cilacap. Tidak mungkin hanya ditangani oleh pemerintah semata, sekali lagi bentuk kepedulian seperti ini memang sangat dibutuhkan dan diharapkan," tandas Taryo. (*)