Kerugian Petani Membengkak, Banjir Berulang di Obi Seret Nama PT Poleko Yubarsons

Jurnalis: Riman La Maulia
Editor: Mursal Bahtiar

4 Mar 2026 11:15

Thumbnail Kerugian Petani Membengkak, Banjir Berulang di Obi Seret Nama PT Poleko Yubarsons
Luapan air kali tabuji menggenangi lahan perkebunan masyarakat desa baru Obi (Foto Riman/Ketik.com)

KETIK, HALMAHERA SELATAN – Banjir kembali merendam Kecamatan Obi pada 28 Februari 2026. Peristiwa ini terjadi hanya tiga hari setelah Aliansi Masyarakat Obi menggelar aksi menuntut penghentian aktivitas PT Poleko Yubarsons.

Hujan deras yang mengguyur Desa Baru membuat air meluap dan merendam perkebunan warga. Tanaman kelapa, kopra, hingga komoditas kebun lainnya hanyut dan rusak. Kerugian petani ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Ketua Aliansi Masyarakat Obi, Yusran Dais, meminta pemerintah tidak tinggal diam.

“Jangan biarkan masyarakat Obi berjuang sendiri. Pemerintah harus hadir dan berdiri bersama rakyatnya. Ini bukan hanya soal perusahaan dan demonstrasi, ini soal keselamatan lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat,” ujarnya Rabu 3 Maret 2026.

Baca Juga:
Nasyir Koda Ingin Bangunan Warga Halmahera Selatan Cepat Legal

Ia mendesak pembentukan tim investigasi independen untuk mengkaji dugaan kerusakan lingkungan secara objektif dan transparan.

Senada, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kecamatan Obi, Safrin Alimudin, menegaskan pentingnya penegakan hukum terbuka.

“Jika ada dugaan kerusakan lingkungan, harus diselidiki secara terbuka. Pemerintah harus turun tangan dan memastikan kebenaran terungkap,” katanya.

Dari kalangan petani, Darwan meminta audit lingkungan terbuka serta dialog resmi yang melibatkan masyarakat, pemerintah, dan perusahaan.

Baca Juga:
Sianida di Halmahera Selatan Hanya Lewat Satu Tangan

“Obi bukan tanah kosong. Obi adalah rumah kami. Kalau hutan rusak dan sungai meluap, yang pertama menderita adalah rakyat kecil,” tegasnya.

Salah satu petani kopra, Lanudi (Nudi), mengaku kehilangan hasil panen yang disiapkan untuk kebutuhan Ramadan.

“Sudah selesai naik, tapi belum sempat kumpul semua. Setelah banjir surut, buah kelapa saya sudah tidak ada lagi. Sudah dibawa banjir,” ungkap Nudi.

Sejumlah tokoh menduga banjir berulang tak sekadar faktor cuaca. Mereka meminta pemerintah segera turun tangan memastikan penyebabnya secara terbuka.

Baca Sebelumnya

Sejumlah Kades di Obi Bulat Tolak PT Poleko Yubarsons

Baca Selanjutnya

HIPMI Lumajang Dukung Jawa Timur Jadi Tuan Rumah Munas XVIII 2026

Tags:

Desa Baru Kecamatan Obi banjir air kali tabuji dampak aktivitas PT Poleko Yubarsons Kerugian masyarakat petani Obi Halmahera Selatan Maluku Utara Petani merugi ketua mpc Pemuda Pancasila Kecamatan Obi tokoh masyarakat Obi Aliansi Masyarakat Obi Safrin ALIMUDI

Berita lainnya oleh Riman La Maulia

Soft Opening Gedung Baru Puskesmas Jikohay, Layanan Kesehatan Resmi Dimulai

6 April 2026 17:06

Soft Opening Gedung Baru Puskesmas Jikohay, Layanan Kesehatan Resmi Dimulai

Senter dan Karung Jadi Andalan, Pasar Tako Siang di Obi Tetap Berjalan

25 Maret 2026 21:37

Senter dan Karung Jadi Andalan, Pasar Tako Siang di Obi Tetap Berjalan

Banjir Berulang di Obi, Ketua MPC Pemuda Pancasila Desak Pemerintah Periksa Aktivitas Perusahaan

8 Maret 2026 22:58

Banjir Berulang di Obi, Ketua MPC Pemuda Pancasila Desak Pemerintah Periksa Aktivitas Perusahaan

Kerugian Petani Membengkak, Banjir Berulang di Obi Seret Nama PT Poleko Yubarsons

4 Maret 2026 11:15

Kerugian Petani Membengkak, Banjir Berulang di Obi Seret Nama PT Poleko Yubarsons

Bara Lama 2016 Kembali Disulut, PT Poleko Didesak Angkat Kaki dari Obi Jika Tak Penuhi Tuntutan

27 Februari 2026 03:14

Bara Lama 2016 Kembali Disulut, PT Poleko Didesak Angkat Kaki dari Obi Jika Tak Penuhi Tuntutan

Warga Obi Segel Kantor PT Poleko Yubarsons, Tuntut Tanggung Jawab Kerusakan Hutan

25 Februari 2026 21:30

Warga Obi Segel Kantor PT Poleko Yubarsons, Tuntut Tanggung Jawab Kerusakan Hutan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar