KETIK, LEBAK – Sebuah pusat pemasaran produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tengah dibangun di Jalan Sunan Kalijaga, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten. 

Bangunan yang diberi nama Keraton UMKM Lebak Ruhay itu diproyeksikan menjadi sentra produk lokal dan kuliner khas Lebak guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Pemilik Keraton UMKM Lebak Ruhay, Salim, menunjukkan area lapak yang tengah disiapkan untuk menampung pelaku UMKM di Kabupaten Lebak. (Foto: Abdul Kohar/Ketik.com)

Pemilik Keraton UMKM Lebak Ruhay, Salim, mengatakan pembangunan pusat UMKM tersebut dilatarbelakangi keinginannya untuk memberikan ruang yang lebih layak bagi para pelaku usaha lokal agar dapat berkembang dan memiliki akses pemasaran yang lebih luas.

"Saya berinisiatif membangun pasar khusus UMKM dan kuliner. Tujuan utamanya bagaimana para pelaku usaha di Kabupaten Lebak bisa lebih maju lagi. Saya ingin ada tempat yang memang khusus menampilkan produk-produk unggulan daerah," ujar Salim saat diwawancarai wartawan, Kamis 6 Agustus 2026.

Baca Juga:
40 Siswa Belajar di Bangunan Nyaris Roboh, Mahasiswa KKN Nusantara Galang Donasi Renovasi MI Al-Wathon di Pedalaman Lebak

Menurut Salim, saat ini pembangunan masih difokuskan pada penyelesaian lapak-lapak yang nantinya akan ditempati para pelaku UMKM. Bangunan tersebut dirancang memiliki empat lantai dengan fungsi yang berbeda.

"Lantai satu untuk lapak UMKM, lantai dua untuk konter-konter usaha, lantai tiga juga untuk UMKM, sedangkan lantai empat khusus kuliner," katanya.

Ia menjelaskan, pemilihan lokasi di Jalan Sunan Kalijaga bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut dinilai strategis karena berada tidak jauh dari Stasiun Rangkasbitung yang menjadi pintu masuk wisatawan maupun masyarakat dari luar daerah.

"Setiap Jumat sampai Sabtu cukup banyak wisatawan, bahkan turis asing yang turun dari Stasiun Rangkasbitung. Saya berharap mereka bisa singgah ke sini untuk membeli produk-produk khas Lebak," ucapnya.

Baca Juga:
Setelah 6 Tahun di Huntara, Warga Lebakgedong Akan Punya Rumah Tetap September Ini

Pemilik Keraton UMKM Lebak Ruhay, Salim, menjelaskan konsep pembangunan pusat UMKM yang akan menjadi sentra produk unggulan dan kuliner khas Kabupaten Lebak. (Foto: Abdul Kohar/Ketik com)

Salim menuturkan, Keraton UMKM Lebak Ruhay akan memprioritaskan pemasaran berbagai produk unggulan Kabupaten Lebak. Di antaranya gula aren, madu, batik khas Lebak, dodol, kue lapis, aneka oleh-oleh, hingga kerajinan tangan hasil karya masyarakat.

"Yang jelas, produk-produk Lebak yang menjadi kebanggaan daerah akan diutamakan dijual di Keraton UMKM ini. Saya ingin pengusaha-pengusaha di daerah bisa berkembang, terutama yang bergerak di bidang kerajinan tangan dan produk lokal lainnya," katanya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Pemerintah Kabupaten Lebak, lanjut Salim, jumlah pelaku UMKM di daerah tersebut mencapai lebih dari seribu unit usaha. 

Karena itu, ia optimistis keberadaan Keraton UMKM dapat menjadi wadah baru bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar.

"Berdasarkan data dari pemerintah daerah, ada lebih dari seribu UMKM di Lebak. Mudah-mudahan tempat ini bisa menjadi rumah bagi mereka untuk memasarkan produknya," ujarnya.

Salim menegaskan, konsep Keraton UMKM berbeda dengan pasar tradisional pada umumnya. Untuk tahap awal, pihaknya belum akan menyediakan lapak untuk pedagang sayur-mayur, daging segar maupun ikan segar.

"Kalau dagang sayur, daging basah, atau ikan basah nanti dulu. Kecuali produk daging yang sudah dikemas seperti di supermarket, itu masih bisa. Karena konsep kami memang pusat produk UMKM dan oleh-oleh khas Lebak," jelasnya.

Pembangunan Keraton UMKM Lebak Ruhay berdiri di atas lahan seluas sekitar 2.000 meter persegi. 

Salim berharap keberadaan pusat UMKM tersebut dapat menjadi ikon baru Kabupaten Lebak sekaligus mendorong peningkatan daya saing produk lokal.

"Harapan saya sederhana, bagaimana UMKM di Lebak bisa lebih maju, lebih kreatif, dan mampu bersaing. Kalau UMKM berkembang, ekonomi masyarakat juga akan ikut tumbuh. Itu yang ingin kami wujudkan melalui Keraton UMKM Lebak Ruhay," pungkasnya.(*)