Kenali Penyakit Jantung Bawaan, RSUD Sosodoro Bojonegoro Gelar Edukasi Deteksi Dini

Jurnalis: Sukiman
Editor: Muhammad Faizin

13 Feb 2026 13:00

Thumbnail Kenali Penyakit Jantung Bawaan, RSUD Sosodoro Bojonegoro Gelar Edukasi Deteksi Dini
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, dr. Ahadi, Sp.JP(K), FIHA, (Foto: Diskominfo Bojonegoro)

KETIK, BOJONEGORO – Penyakit jantung bawaan masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius pada anak karena kerap tidak terdeteksi sejak awal. Kelainan ini terjadi akibat gangguan pembentukan struktur atau fungsi jantung sejak dalam kandungan. Tanpa deteksi dini, kondisi tersebut berisiko menimbulkan komplikasi yang memengaruhi kualitas hidup anak hingga dewasa.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, dr. Ahadi, Sp.JP(K), FIHA, menjelaskan bahwa penyakit jantung bawaan berbeda dengan penyakit jantung yang dipicu gaya hidup. Kelainan ini sudah terbentuk sejak masa kehamilan dan bisa melibatkan struktur jantung maupun pembuluh darah besar.

“Penyakit jantung bawaan mayoritas terjadi karena kelainan struktur atau proses pembentukan jantung yang tidak sempurna sejak dalam kandungan. Sedangkan penyakit jantung yang didapat biasanya dipengaruhi berbagai faktor seperti pola makan, kebiasaan merokok, maupun gaya hidup,” jelasnya pada Jumat, 13 Februari 2026.

Di Kabupaten Bojonegoro, angka kejadian penyakit jantung bawaan tercatat sekitar 6–12 kasus per 1.000 kelahiran. Data tersebut menunjukkan pentingnya skrining sejak bayi lahir. Dokter spesialis anak biasanya melakukan pemeriksaan awal, kemudian merujuk ke dokter spesialis jantung jika menemukan tanda kecurigaan kelainan.

Baca Juga:
Waspada Campak, Ini Tips Penanganan yang Benar Menurut Dokter RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro

Hingga kini, penyebab pasti penyakit jantung bawaan belum dapat dipastikan secara tunggal. Namun, faktor genetik serta kondisi kesehatan ibu selama kehamilan berperan besar. Infeksi rubella, konsumsi alkohol, kebiasaan merokok, dan penggunaan obat-obatan tertentu, termasuk obat hipertensi, dapat meningkatkan risiko terjadinya kelainan jantung pada janin.

Gejala dapat muncul sejak bayi. Orang tua perlu mewaspadai bayi yang mudah lelah saat menyusu, berat badan tidak bertambah sesuai usia, atau sering mengalami infeksi saluran pernapasan. Pada kondisi tertentu, bibir dan kuku bayi dapat tampak kebiruan saat menangis. Sementara pada anak yang lebih besar, tanda bisa terlihat dari kuku yang cenderung cembung serta mudah lelah saat beraktivitas fisik.

Penanganan penyakit jantung bawaan bergantung pada jenis dan tingkat keparahan kelainan. Lubang kecil pada jantung berpotensi menutup secara alami dalam kurun waktu 5–6 tahun dengan pemantauan rutin. Namun, kelainan yang lebih besar atau tidak menutup memerlukan tindakan medis lanjutan, mulai dari prosedur kateterisasi hingga operasi jantung pada kasus yang kompleks.

RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro sebagai rumah sakit rujukan menyediakan layanan lengkap untuk penanganan kasus ini, mulai dari rawat jalan, rawat inap, perawatan intensif, fasilitas cathlab, pemasangan pacemaker, hingga pemeriksaan CT Scan.

Baca Juga:
Pembangunan RKB PAUD di Sampang Mangkrak, Aktivis Desak Pemkab Cari Solusi

dr. Ahadi juga mengingatkan calon ibu untuk menjaga kesehatan sebelum dan selama kehamilan. Bagi perempuan dengan riwayat penyakit jantung, ia menyarankan konsultasi medis sebelum merencanakan kehamilan agar risiko dapat diminimalkan.

Edukasi mengenai deteksi dini penyakit jantung bawaan ini disampaikan dalam talkshow radio yang digelar Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama RSUD Sosodoro Djatikoesoemo sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan jantung anak sejak dini. (*)

Baca Sebelumnya

Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Pakistan, Salah Satu Negara Pemilik Senjata Nuklir

Baca Selanjutnya

3 Kuliner Malam Wajib Coba di Pasar Oro-oro Dowo, Ikon Wisata Rasa di Malang

Tags:

deteksi dini Sakit Jantung gejala solusi

Berita lainnya oleh Sukiman

Seleksi Paskibra Bojonegoro 2026 Kian Ketat, 175 Peserta Lanjut ke Tahap Krusial

13 April 2026 18:15

Seleksi Paskibra Bojonegoro 2026 Kian Ketat, 175 Peserta Lanjut ke Tahap Krusial

Entaskan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting, Pemkab Bojonegoro Gelontorkan Bansos Rp8,32 Miliar

13 April 2026 17:50

Entaskan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting, Pemkab Bojonegoro Gelontorkan Bansos Rp8,32 Miliar

Bocah Jenius Bojonegoro Dapat Laptop dari Kapolres

12 April 2026 19:02

Bocah Jenius Bojonegoro Dapat Laptop dari Kapolres

UKW PJI Kaltim Didukung Wagub, Langkah Nyata Perkuat Kredibilitas Pers

10 April 2026 22:34

UKW PJI Kaltim Didukung Wagub, Langkah Nyata Perkuat Kredibilitas Pers

Menko Zulkifli Hasan Kunjungi Ponpes Al-Rosyid Bojonegoro, Bahas Ketahanan Pangan dan MBG

10 April 2026 21:22

Menko Zulkifli Hasan Kunjungi Ponpes Al-Rosyid Bojonegoro, Bahas Ketahanan Pangan dan MBG

Disdik Bojonegoro Lakukan Penyesuaian, Siswa SD dan SMP Masuk Pukul 06.30 WIB

10 April 2026 13:43

Disdik Bojonegoro Lakukan Penyesuaian, Siswa SD dan SMP Masuk Pukul 06.30 WIB

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar