'Kenalan dengan Aksara Nusantara' Cara Pegiat Literasi Surabaya Raya Peringati Hari Aksara Sedunia

Jurnalis: Caknow
Editor: M. Rifat

9 Sep 2024 07:08

Thumbnail 'Kenalan dengan Aksara Nusantara' Cara Pegiat Literasi Surabaya Raya Peringati Hari Aksara Sedunia
Panitia acara sedang memeriksa tulisan peserta dalam huruf jawa kawi, 8 September 2024. (Foto: Suyono/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Dunia memperingati 8 September sebagai Hari Literasi Internasional atau Hari Aksara Sedunia. Hari ini diperingati dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi dalam kehidupan.

Di tingkat dunia, Hari Aksara Internasional pertama kali dicetuskan pada 1967 oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Memperingati hari itu, beberapa komunitas pegiat aksara di Surabaya Raya yakni Surabaya, Sidoarjo dan Gresik menggelar kegiatan 'Kenalan dengan Aksara Nusantara'.

Mereka adalah Komunitas Pegiat Aksara Surabaya (Kompas), Komunitas Pegiat Aksara Gresik (Kompag), Komunitas Pegiat Aksara Sidoarjo (Kompasida), Menapak Jejak Sejarah (MJS), Kamanuggalan Inti Jiwa (KIJ) dan Orang Indonesia (Oi).

Baca Juga:
Reyog Diakui UNESCO, Khofifah Perkuat Ekosistem dan Regenerasi Seniman Menuju Panggung Dunia

Dihelat di Taman Cahaya, Babat Jerawat Surabaya, kegiatan ini menghadirkan pembelajaran tentang aksara nusantara yang telah banyak dilupakan.

Kordinator Acara Ratih Rahayuning Wigati mengatakan, acara digelar untuk memberikan edukasi kepada peserta dan masyarakat tentang aksara nusantara. Aksara Nusantara tidak seperti itu saja yang bisa dilihat. Namun, dibentuk secara menarik.

"Di sini peserta dan masyarakat bisa melihat hasil tulisan dari aksara jawa, klinik aksara, digitalisasi aksara, dan menulis di lontar juga. Aksara jawa yang diajarkan seperti carakan, kawi, bali dan dewanagari," imbuhnya.

Foto Peserta belajar menulis dalam aksara carakan,  kawi, Bali dan dewanagari. (Foto:Suyono/ketik.co.id)Peserta belajar menulis dalam aksara carakan, kawi, Bali dan dewanagari. (Foto: Suyono/Ketik.co.id)

Baca Juga:
HUT ke-112, Kota Malang Siapkan Kado Tugu Kota Kreatif Dunia dan Busana Sejarah

Untuk menambah antusias peserta dalam belajar aksara nusantara, panitia memberikan hadiah khusus kepada mereka yang sudah dengan benar menulis kata dengan aksara carakan, kawi, Bali bahkan dewanagari.

Hadiah berupa buku Pararaton, buku Anugerah Maharaja dan Kamus Jawa kuno El Made Warsito. 

Samiono dari komunitas Kamanuggalan Inti Jiwa (KIJ) menuturkan, ia dan kawan-kawan sangat setuju dan mendukung sekali acara seperti ini. Kalau bisa dilaksanakan lebih besar lagi.

"Masyarakat banyak yang tahu aksara ini namun masih malas belajar. Saya berharap dinas terkait dan komunitas lainnya," pungkasnya.

Selain peserta, masyarakat yang sedang berada di lokasi acara juga tertarik. Tidak hanya melihat namun juga belajar menulis. 

"Awalnya saya melihat saja acara ini. Namun setelah saya lihat, kok jadi penasaran. Akhirnya saya ikut juga belajar menulis. Acara seperti ini sangat bagus, karena nguri-nguri budaya. Sudah saatnya ada generasi muda yang melanjutkan pengetahuan akan aksara ini. Sangat disayangkan jika kita tidak bisa menguasai aksara ini," tutur Benni Kustejo warga Surabaya.

Senada dengan itu, Agus Tulus perwakilan dari Orang Indonesia (Oi) mengatakan, mendukung acara ini sebagai wujud menjaga budaya bangsa.

Foto Penyerahan langsung buku Pararaton, Anugerah Maharaja
Kamus Jawa kuno El Made Warsito kepada peserta. (Foto:Suyono/ketik.co.id)Penyerahan langsung buku Pararaton, Anugerah Maharaja Kamus Jawa kuno El Made Warsito kepada peserta. (Foto: Suyono/Ketik.co.id)

Hari Literasi Internasional atau Aksara Internasional bermula di Konferensi Dunia Menteri Pendidikan untuk Pemberantasan Buta Aksara, yang diadakan di Teheran, Iran pada 8 September 1965.

Pemerintah Republik Iran mengusulkan agar UNESCO memberikan hadiah literasi internasional untuk mereka yang berjasa dalam perjuangan melawan buta huruf. 

Dicetuskan oleh UNESCO, Hari Literasi Internasional atau Hari Aksara Sedunia sebagai langkah untuk memajukan literasi membentuk masyarakat yang lebih paham huruf dan berkelanjutan.

Perayaan secara international ini telah berlangsung setiap tahun di seluruh dunia untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya literasi sebagai masalah martabat dan hak asasi manusia, dan untuk memajukan agenda literasi menuju masyarakat yang lebih melek huruf dan berkelanjutan.

Sejak Hari Aksara Internasional pertama kali diperingati pada tahun 1967, setiap tahun, masyarakat internasional rutin memperingatinya. (*)

Baca Sebelumnya

Serunya Jumat Ceria di SMAN 4 Bangkalan, Belajar Wirausaha hingga Raup Ratusan Ribu

Baca Selanjutnya

300 Hektare Sawah Terancam Kering, Pj Bupati Abdya: Ditangani Tahun 2025

Tags:

hariliterasi hariaksarasedunia aksarajawa aksarakawi aksarajawakuno Unesco hariliterasiinternational

Berita lainnya oleh Caknow

Kadispora Jatim Berharap Pers Dorong Kemajuan Sektor Kepemudaan dan Prestasi Olahraga

10 Februari 2026 16:55

Kadispora Jatim Berharap Pers Dorong Kemajuan Sektor Kepemudaan dan Prestasi Olahraga

IKA Unair Tulungagung bersama Komunitas Peduli Lingkungan Hijaukan Bukit Dondong

8 Februari 2026 17:05

IKA Unair Tulungagung bersama Komunitas Peduli Lingkungan Hijaukan Bukit Dondong

IGI Jadi Motor Penggerak Kompetensi Guru di Era Digital

6 Februari 2026 20:05

IGI Jadi Motor Penggerak Kompetensi Guru di Era Digital

Kunker ke Jatim,  Komite II DPD RI Susun DIM untuk Pemberdayaan Petani

26 Januari 2026 20:05

Kunker ke Jatim, Komite II DPD RI Susun DIM untuk Pemberdayaan Petani

Rayakan Festive Season dengan Baking Class “Holiday Sweet Creation” bersama Zest Hotel Jemursari Surabaya

23 Desember 2025 15:10

Rayakan Festive Season dengan Baking Class “Holiday Sweet Creation” bersama Zest Hotel Jemursari Surabaya

Ibu dan Anak Kompak dalam Kids Yogurt Cooking Class  di Swiss-Belinn Airport Surabaya

22 Desember 2025 16:34

Ibu dan Anak Kompak dalam Kids Yogurt Cooking Class di Swiss-Belinn Airport Surabaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H