Kematian Irene Sokoy di Jayapura Jadi Sinyal 24 Tahun Otsus Papua Belum Maksimal

Jurnalis: Muhamad Zaid Kilwo
Editor: Mustopa

25 Nov 2025 14:13

Thumbnail Kematian Irene Sokoy di Jayapura Jadi Sinyal 24 Tahun Otsus Papua Belum Maksimal
Ketua Forum Pengawal Perjuangan Rakyat (Fopera), Provinsi Papua Barat Daya Yanto Ijie (Foto: Zaid Kilwo/Ketik.com)

KETIK, SORONG – Kematian Irene Sokoy, seorang ibu hamil yang ditolak empat rumah sakit di Jayapura beberapa hari lalu mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Salah satunya dari Ketua Fopera Papua Barat Daya, Yanto Ijie. 

Yanto Ijie mengatakan, kejadian itu adalah tragedi yang mengungkap kegagalan sistemik dalam pelayanan kesehatan bagi Orang Asli Papua (OAP). 

"Peristiwa ini bukan sekadar insiden medis, melainkan cerminan dari diskriminasi yang mengakar dan pengabaian hak-hak dasar OAP, yang seharusnya dilindungi oleh Otonomi Khusus,” ungkap Yanto Ijie, Selasa, 25 November 2025.

Dia menjelaskan, sudah 24 tahun Otsus berjalan, namun kematian Irene Sokoy menjadi bukti bahwa kebijakan Otsus belum mampu memberikan perlindungan dan kesejahteraan yang dijanjikan bagi OAP. 

Baca Juga:
Pemprov Papua Redistribusi 2.316 ASN dan 177 Guru

Dana Otsus yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup OAP, termasuk layanan kesehatan, justru terindikasi tidak efektif dan tidak tepat sasaran.

"Otsus hadir karena desakan mayoritas OAP, bersepakat memisahkan diri dari NKRI, OAP ingin merdeka, 24 tahun Otsus di tanah Papua dalam upaya pemenuhan hak dasar, hak hidup OAP masih diberlakukan tidak adil,” jelasnya.

Peristiwa itu menurut Yanto Ijie merupakan tindakan kegagalan sistematik dan diskriminasi bagi orang asli Papua dan terlebih khusus perempuan Papua.

Otsus bagi OAP tetap masih tidak berhasil jika pemerintah tidak segera evaluasi sistem pelayanan rumah sakit dan kesehatan di tanah Papua. 

Baca Juga:
Pj Gubernur Papua Panen Cabai di Lahan Warga

"Orang asli Papua merupakan manusia termahal di republik ini, perlakukan khusus oleh negara bagi OAP harus dilakukan dengan adil, manusiawi dan sepenuh hati,” ujar Yanto. 

Fopera menyerukan agar enam gubernur dan forkopimda di tanah Papua harus segera bertindak untuk mengevaluasi secara menyeluruh sistem pelayanan rumah sakit, baik swasta maupun pemerintah. 

"Evaluasi ini harus mencakup aspek tata kelola, standar operasional prosedur (SOP), ketersediaan tenaga medis dan obat-obatan, serta praktik diskriminasi yang mungkin terjadi,” kata Yanto Ijie. 

Menurut Yanto, peristiwa tersebut menjadi catatan buruk di tanah Papua, masih banyak rumah sakit swasta dan rumah sakit pemerintah belum maksimal menerapkan tata kelola dan SOP pelayanan pasien bagi orang asli Papua yang manusiawi. 

Keterbatasan dokter umum, dokter spesialis, tenaga perawat, bidan dan peralatan rumah sakit serta kelangkaan obat di rumah sakit menjadi faktor utama yang segera dievaluasi dan segera dipenuhi.

Pemerintah pusat dan daerah harus mengakui bahwa OAP adalah manusia yang memiliki hak yang sama dengan warga negara lainnya. 

Perlakuan khusus yang diberikan kepada OAP harus diimplementasikan secara adil, manusiawi, dan sepenuh hati, bukan sekadar formalitas tanpa substansi.

"Kematian Ibu Irene Sokoy adalah panggilan darurat bagi semua pihak untuk segera bertindak. Jika tidak, Otsus hanya akan menjadi ilusi dan OAP akan terus menjadi korban dari sistem yang tidak adil dan diskriminatif,” pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Jaga Kebugaran dan Kekompakan, Persit Koorcab Rem 072 PD IV/Diponegoro Padukan Jalan Sehat Malioboro-Zumba

Baca Selanjutnya

Menghayati ‘Hymne Guru’: Profil Sartono dan Lirik Lengkap Lagu Penghormatan untuk Pendidik

Tags:

Otsus Papua Dianggap Gagal 24 Tahun Otsus Papua Pemprov Papua Kematian Irene Sokoy Pelayanan Buruk Rumah Sakit

Berita lainnya oleh Muhamad Zaid Kilwo

Raja Ampat Tuan Rumah AVC Beach Tour Open 2026, Fahmi Macap Ingatkan Pemda Soal ini

6 April 2026 15:10

Raja Ampat Tuan Rumah AVC Beach Tour Open 2026, Fahmi Macap Ingatkan Pemda Soal ini

MRP se-Tanah Papua Laporkan Senator Paul Vinsen Mayor ke Dewan Kehormatan DPD RI

3 April 2026 17:15

MRP se-Tanah Papua Laporkan Senator Paul Vinsen Mayor ke Dewan Kehormatan DPD RI

Sub Kogartap 0606 Bogor Gelar Halal Bihalal bersama Tokoh Agama Masyarakat Ormas dan LSM

26 Maret 2026 13:08

Sub Kogartap 0606 Bogor Gelar Halal Bihalal bersama Tokoh Agama Masyarakat Ormas dan LSM

Peresmian PLTMH di Lanny Jaya, Warga Kampung Koka Kini Nikmati Listrik di Malam Hari

17 Maret 2026 11:32

Peresmian PLTMH di Lanny Jaya, Warga Kampung Koka Kini Nikmati Listrik di Malam Hari

Aktivis Kritik Penjelasan KSP soal Board of Peace, Dinilai Keliru Atribusi Dokumen

11 Maret 2026 12:51

Aktivis Kritik Penjelasan KSP soal Board of Peace, Dinilai Keliru Atribusi Dokumen

Putusan Konkernas PWI 2026 Diserahkan ke Ketua Umum

9 Maret 2026 21:45

Putusan Konkernas PWI 2026 Diserahkan ke Ketua Umum

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar