Keluarga Korban Ponpes Al Khoziny Desak Polisi Tuntaskan Penyidikan

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: Mustopa

9 Okt 2025 20:46

Thumbnail Keluarga Korban Ponpes Al Khoziny Desak Polisi Tuntaskan Penyidikan
Petugas tengah memasukkan jenazah yang telah di identifikasi oleh tim DVI Polda Jatim, Kamis, 9 Oktober 2025. (Foto: Khaesar/Ketik)

KETIK, SURABAYA – Keluarga besar almarhum Mochamad Muhfi Alfian, Hamida Soetadji mendesak aparat kepolisian untuk menuntaskan penyidikan kasus ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo yang menelan puluhan korban jiwa.

Mereka menilai peristiwa tersebut bukan sekadar musibah, tetapi juga mengandung unsur kelalaian yang harus dipertanggungjawabkan secara hukum.

Perwakilan keluarga menyatakan, tanpa adanya desakan dari pihak keluarga pun, kasus ini seharusnya tetap berjalan karena telah memasuki ranah pidana.

“Ya, tanpa adanya tuntutan dari keluarga, kasus ini bukan delik aduan. Ini sudah masuk ranah pidana karena ada unsur kelalaian,” ujarnya di Sidoarjo, Kamis, 9 Oktober 2025.

Wanita yang akrab disapa Mimied menambahkan, meskipun dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tidak terdapat pasal khusus tentang pengabaian, namun ada ketentuan yang bisa digunakan untuk menjerat pihak yang lalai, yakni Pasal 358 KUHP.

“Jadi harus ada pemeriksaan dan pertanggungjawaban, karena kenapa bisa lalai? Padahal di lokasi sedang ada aktivitas pembangunan, sementara para santri tetap melaksanakan salat di dalam area tersebut,” katanya.

Menurut keluarga, seharusnya ada tindakan pencegahan dari pihak terkait sebelum musibah terjadi. “Kalau tidak lalai, mestinya ada peringatan. Hei, jangan di situ, itu zona berbahaya. Ini jelas bentuk pengabaian,” tegasnya.

Keluarga mengaku tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab pasti robohnya bangunan tersebut — apakah karena konstruksi atau faktor lain. Namun mereka menilai proses hukum harus tetap dijalankan agar ada kejelasan dan keadilan bagi para korban.

Baca Juga:
Bupati Subandi Upayakan Renovasi RTLH dan Bantu Jaminan Kesehatan Warga Sidoarjo

“Pemeriksaan harus berjalan karena ini bukan kasus kecil, bahkan dunia internasional sudah melihat. Kalau tidak dilakukan pemeriksaan, ini akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia,” tuturnya.

Ia menambahkan, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tragedi ambruknya Ponpes Al Khoziny termasuk salah satu bencana terbesar di tahun 2025 dengan korban meninggal mencapai 67 orang.

“Jumlah itu lebih banyak dari peristiwa sebelumnya. Jadi ini tidak bisa dianggap remeh,” katanya.

Keluarga juga berharap agar penyidikan yang dilakukan Polda Jawa Timur dapat menghasilkan penetapan tersangka dalam waktu dekat. “Pasti harus ada tersangka, meskipun kami tidak tahu siapa yang terlibat langsung dalam konstruksi itu. Tapi tim penyidik tentu sudah tahu arah pemeriksaannya,” ucapnya.

Ia menegaskan, penegakan hukum yang tegas menjadi langkah penting untuk mencegah tragedi serupa terulang di masa mendatang. “Ini penting sebagai pengingat agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi, baik di pondok ini maupun di pondok-pondok lain di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (*)

Baca Juga:
Bupati Subandi Bantu Rehab Rumah dan Kursi Roda untuk Lansia di Waru
Baca Sebelumnya

Diinisiasi Dindik Jatim, Cerdas Cermat Nostalgia Era 90-an yang Bangkitkan Semangat Belajar

Baca Selanjutnya

Wali Kota Batu Bahas Desentralisasi Sampah hingga Efisiensi Anggaran

Tags:

Polda Jatim Ponpes Al Khoziny Al Khoziny sidoarjo buduran kejadian di Sidoarjo

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar