KETIK, MALANG – Besek bambu kini dicari oleh masyarakat untuk dijadikan sebagai wadah pembungkus daging kurban. Selain harganya yang lebih murah dibandingkan kantong kresek, ternyata banyak kelebihan yang didapat dari wadah tradisional anyaman bambu ini. 

Salah satu perajin bambu sekaligus pemilik workshop Sang Bamboo yang terletak di Jalan Danau Bratan Timur III Kecamatan Kedungkandang Kota Malang, Pringga Adityawan mengatakan, bahwa bambu memiliki zat anti bakteri dan penetralisir bau. 

"Jadi, cairan protein yang biasanya keluar dari daging kurban diserap oleh besek bambunya sehingga tetap segar. Beda dengan kantong kresek, cairannya tersebut tidak bisa keluar dan akhirnya daging mudah busuk," jelasnya kepada Ketik.com, Jumat, 22 Mei 2026. 

Disamping itu, besek bambu memiliki sifat biodegradable. Sehingga, mudah terurai dibandingkan kantong kresek yang terbuat dari plastik. 

"Konsep utama orang memakai besek, adalah karena  ramah lingkungan dibandingkan memakai kantong kresek. Apalagi, saat ini harga plastik juga makin mahal," tambahnya. 

Baca Juga:
Jelang Iduladha, Perajin Besek Bambu di Kota Malang Kebanjiran Pesanan

Di sisi lain, besek bambu memiliki celah alami berupa pori-pori atau rongga dari anyamannya. Hal ini membantu sirkulasi udara sehingga kondisi daging di dalam tidak lembap dan lebih terjaga. 

"Karena ada rongga-ronggannya, layaknya ventilasi udara. Selain tidak mudah bau, daging lebih awet saat disimpan," terangnya.

Meski memiliki banyak kelebihan, penggunaan besek tetap perlu memperhatikan kebersihan sebelum digunakan untuk membungkus daging kurban. 

"Tentunya, besek bambu yang akan digunakan untuk membungkus daging kurban harus bersih. Semisal, tidak disimpan di tempat yang lembap dan kondisi besek bambu harus benar-benar kering," pungkasnya. (*)

Baca Juga:
Panitia Iduladha 1447 H Diminta Hindari Kresek, DLH Sleman Dorong Penggunaan Besek dan Daun Jati untuk Wadah Daging Hewan Kurban