Kelangkaan LPG 3 Kg Tak Kunjung Teratasi , Warga Pagar Alam Beralih ke Kayu Bakar

Jurnalis: Almi Raisyah
Editor: Mustopa

16 Mei 2024 10:53

Thumbnail Kelangkaan LPG 3 Kg Tak Kunjung Teratasi , Warga Pagar Alam Beralih ke Kayu Bakar
warga rela berhujan-hujanan mengantre panjang untuk mendapatkan gas 3Kg subsidi. (foto; Al/etik.co.id)

KETIK, PAGAR ALAM – Permasalahan kelangkaan LPG 3 kg bersubsidi di Kota Pagar Alam ampai saat ini masih belum teratasi. Setiap hari masyarakat harus keliling mencari LPG yang memang diperuntukkan untuk kalangan masyarakat miskin. 

Tidak hanya itu, masyarakat harus rela antre panjang, bahkan sampai malam hingga hujan-hujanan hanya untuk bisa mendapat satu tabung gas. Anehnya lagi setiap kali truk LPG 3 kg tiba di pangkalan antrean masyarakat terus saja mengular.

Bahkan tak jarang meskipun sudah antrs sampai berjam-jam, banyak masyarakat yang tak kebagian jatah gas melon tersebut. Akibatnya mereka harus pulang tanpa mendapatkan gas yang sudah menjadi kebutuhan sehari-hari.

Akibat kondisi ini sudah ada beberapa masyarakat yang terpaksa menggunakan kayu bakar untuk memasak.

Baca Juga:
Saluran Lapor Bupati Lumajang Dipenuhi Keluhan Masalah Kelangkaan LPG 3 Kg

"Kondisi ini sudah kami rasakan sejak sebelum hari raya Idul Fitri kemarin, tapi sampai saat ini masih saja terjadi. Apakah tidak ada solusi untuk masalah ini dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Anj,” ujar Ani (40) salah satu IRT Pagar Alam yang sedang antre LPG 3 Kg, Kamis (16/05/2024).

Sebelumnya, Ani tidak harus antre panjang untuk mendapatkan gas melon tersebut. Ia biasanya cukup membeli di warung sudah dapat gas tersebut meskipun harganya Rp22.000 sampai Rp23.000 pertabung.

“Harusnya pihak pangkalan dan agen saat gas sampai langsung saja dibagi setiap warung atau pengecer, jadi kami tidak perlu antri panjang. Namun kondisi saat ini diwarung gas tidak ada dan jika ada harganya sangat mahal,” katanya.

Arif (51), warga Pagar Alam lainnya, saat ini sudah tidak lagi menggunakan LPG 3 Kg untuk kebutuhan masak di rumahnya. Ia sudah menggunakan kayu bakar dengan tungku dari tanah untuk memasak.

Baca Juga:
Sejumlah Pangkalan di Sampang Diduga Jual LPG di Atas HET, Harga Capai Rp25 Ribu

“Daripada harus antri berjam-jam dan tidak ada jaminan dapat, jadi lebih baik menggunakan kayu bakar saja, yang penting masih bisa makan sayur hangat. Karena masalah ini sepertinya tidak akan teratasi karena sudah lama kondisi gas langka seperti ini namun tak kunjung teratasi oleh pemerintah,” ungkapnya.(*)

Baca Sebelumnya

Sempat Dihalangi Penghuni, 43 Kepala Keluarga Ditertibkan dari Rusunawa Gunungsari

Baca Selanjutnya

Mahasiswa Universitas Brawijaya Terus Layangkan Protes Tingginya UKT

Tags:

LPG 3 kg lpg langka pagar alam

Berita lainnya oleh Almi Raisyah

Raih IKM 80,43, Dinsos Pagar Alam Berkomitmen Perbaiki Pelayanan

31 Mei 2024 10:22

Raih IKM 80,43, Dinsos Pagar Alam Berkomitmen Perbaiki Pelayanan

Pasangan Bunda Hepy dan Efsi Nyatakan Siap Tarung di Pilkada Pagaralam 2024

28 Mei 2024 08:16

Pasangan Bunda Hepy dan Efsi Nyatakan Siap Tarung di Pilkada Pagaralam 2024

Gunung Api Dempo Erupsi, Warga Diimbau Tetap Tenang

27 Mei 2024 11:22

Gunung Api Dempo Erupsi, Warga Diimbau Tetap Tenang

Distribusi LPG 3 Kg di Pagaralam Lancar, Mei 2 Kali Penambahan Capai 15.120 Tabung

25 Mei 2024 12:23

Distribusi LPG 3 Kg di Pagaralam Lancar, Mei 2 Kali Penambahan Capai 15.120 Tabung

Ini Hasil RDP Terkait Kelangkaan LPG 3 Kg yang Digelar Komisi II DPRD Pagar Alam

21 Mei 2024 09:15

Ini Hasil RDP Terkait Kelangkaan LPG 3 Kg yang Digelar Komisi II DPRD Pagar Alam

Gandeng Baznas, Program RTLH Pagar Alam Capai 15 Unit

19 Mei 2024 09:27

Gandeng Baznas, Program RTLH Pagar Alam Capai 15 Unit

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar