KETIK, MALANG – Arema FC tengah dilanda badai cedera pemain. Terbaru, gelandang serbabisa Pablo Oliveira mengalami cedera parah. Sebelumnya, dua pemain asing lain, Luis Gustavo dan Walisson Maia, juga sempat mengalami masalah serupa.
General Manager Arema FC, M. Yusrinal Fitriandi, buka suara ihwal badai cedera ini. Ia menilai, faktor utama di balik rentetan cedera para pemain tersebut tak lepas dari kondisi lapangan latihan yang belum memadai.
Menurut Yusrinal, pihak klub sebenarnya telah menjalankan prosedur standar dalam perekrutan pemain, termasuk tes medis yang ketat. Selain itu, tim pelatih fisik Arema FC juga dinilai telah bekerja dengan baik dalam menjaga kebugaran pemain.
“Kalau secara fisik, kita punya pelatih fisik yang bagus. Sebelum meng-hire pemain juga ada tes medis, dan tidak ada masalah signifikan,” ujar Inal, sapaan karib Yusrinal.
Baca Juga:
Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Unmer Malang Gelar Pengabdian untuk Anak TKI di MalaysiaNamun demikian, ia mengakui bahwa kondisi lapangan latihan yang kerap berubah-ubah menjadi salah satu kendala utama. Beberapa lapangan yang digunakan dinilai terlalu keras dan tidak layak untuk menunjang aktivitas latihan intensitas tinggi.
“Lapangan latihan kita sering berganti-ganti. Ada beberapa yang kalau dipakai latihan itu terlalu keras. Mungkin itu salah satu penyebabnya,” ungkapnya.
Situasi ini membuat manajemen Arema FC mulai mempertimbangkan solusi jangka panjang, yakni membangun fasilitas lapangan latihan sendiri yang lebih representatif dan sesuai standar.
“Solusinya ya bikin tempat latihan sendiri,” tambahnya.
Baca Juga:
Usung Semangat Emansipasi Hari Kartini, CCFS UB Tafsir Ulang Ken DedesRentetan cedera ini diakui turut berdampak pada perencanaan tim, termasuk perubahan komposisi dan strategi permainan. Meski demikian, manajemen berusaha tetap realistis dalam menyikapi situasi tersebut.
“Mapping tim pasti berubah, tapi ya itulah bagian dari sepak bola,” pungkas Inal.