KETIK, JAKARTA – Kebakaran hutan hebat melanda wilayah Los Gallardos, Provinsi Almería kawasan Andalusia, Spanyol bagian selatan, Kamis, 9 Juli 2026. Akibatnya sebanyak 12 orang dikabarkan meninggal dunia.

Dilansir dari Al Jazeera pada Jumat 10 Juli 2026, kobaran api dengan cepat membesar akibat hembusan angin kencang dan merambat hingga wilayah tetangga, Bédar.

Sejumlah korban ditemukan tewas di dalam kendaraan saat berusaha menyelamatkan diri dari kepungan api. Mereka diduga terjebak ketika mencoba meninggalkan sebuah permukiman pedesaan yang terdampak kebakaran.

Pemimpin Regional Andalusia Juanma Moreno mengatakan masih ada 19 orang yang belum ditemukan hingga Jumat 10 Juli 2026. Tim penyelamat masih terus melakukan pencarian terhadap warga yang dilaporkan hilang.

Penjabat Menteri Kesehatan, Kepresidenan, dan Keadaan Darurat Andalusia, Antonio Sanz, menyebut kebakaran tersebut sebagai bencana terbesar yang pernah terjadi di wilayah itu.

Baca Juga:
Ali Khamenei Dikebumikan di Kompleks Imam Reza

“Ini adalah kebakaran paling menghancurkan yang pernah terjadi di wilayah kami. Ini merupakan tragedi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Sanz.

Selain korban meninggal, enam orang lainnya mengalami luka-luka. Salah satu korban mengalami luka bakar parah, sementara korban lain harus menjalani perawatan akibat menghirup asap.

Empat orang lainnya mendapat penanganan karena luka bakar ringan dan gangguan pernapasan.

Sekitar 50 warga yang terdampak kebakaran telah dievakuasi dan sementara ditampung di sebuah pusat kebudayaan setempat.

Baca Juga:
Kebakaran Maut Pabrik Sepatu di China, 28 Orang Dilaporkan Tewas

Upaya pemadaman melibatkan lebih dari 300 personel darurat, termasuk sekitar 150 anggota Unit Darurat Militer Spanyol (UME).

Asap tebal akibat kebakaran juga memaksa penutupan dua jalur utama di sekitar lokasi kejadian.

Adapun penyebab pasti kebakaran ini dikatakan, masih dalam penyelidikan. Namun, laporan media lokal menyebutkan kebakaran kemungkinan dipicu oleh kabel listrik yang tumbang dan menyulut vegetasi kering di tengah kondisi cuaca panas ekstrem. (*)