KBRI Phnom Penh Siapkan Penampungan Terpusat, Pantau WNI Korban Sindikat Online Scam

Editor: Muhammad Faizin

27 Jan 2026 06:20

Thumbnail KBRI Phnom Penh Siapkan Penampungan Terpusat, Pantau WNI Korban Sindikat Online Scam
Bus yang membawa sebagian WNI di Kamboja. (Foto: Kemlu)

KETIK, JAKARTA – Kedutaan Besar Republik Indonesia Phnom Penh di Kamboja, dalam beberapa hari terakhir ‘diserbu’ ribuan warga negara Indonesia (WNI). Mereka datang untuk meminta tolong untuk dipulangkan ke tanah air, menyusul razia besar-besaran yang dilakukan otoritas semata terhadap sindikat internasional penipuan daring atau online scam.

Namun, mereka tidak bisa langsung serta merta dipulangkan ke Indonesia. Karena proses administratif membutuhkan waktu, terlebih dengan lonjakan signifikan tersebut.

Sambil menunggu proses kepulangan ke Tanah Air, sebagian besar Warga Negara Indonesia (WNI) yang terdampak operasi penertiban online scam di Kamboja saat ini memilih tinggal secara mandiri di sejumlah guest house di Kota Phnom Penh. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh memastikan keberadaan mereka terus dipantau secara berkala untuk menjaga aspek keamanan, kesehatan, dan kondisi psikologis para WNI.

Bagi WNI yang membutuhkan tempat tinggal sementara, KBRI telah berkoordinasi langsung dengan Pemerintah Kamboja untuk menyiapkan fasilitas penampungan terpusat. Lokasi penampungan tersebut dilengkapi kebutuhan dasar dan berada di bawah pengawasan KBRI guna memastikan para WNI tetap berada dalam kondisi aman dan layak selama menunggu proses pemulangan.

Baca Juga:
Amnesty Kritik Pernyataan OJK soal WNI di Kamboja: Korban Perbudakan Modern Tak Seharusnya Dipidana

Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Kamboja, Santo Darmosumarto, menyebut penampungan terpusat juga memberikan keuntungan dari sisi administrasi dan pendataan.

“Dengan penampungan yang terpusat, proses pendataan, assessment kasus, hingga penerbitan dokumen perjalanan dapat dilakukan lebih cepat dan tertib,” ujar Santo dalam keterangan tertulisnya, Senin, 26 Januri 2026.

Upaya percepatan penanganan juga diperkuat dengan kedatangan tim perbantuan dari Indonesia. Pada Sabtu, 24 Januari 2026, tim gabungan dari Kementerian Luar Negeri RI serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen Imipas) telah tiba di Phnom Penh untuk membantu penanganan langsung di lapangan.

Tim tersebut bertugas melakukan assessment kasus, pendataan WNI, serta memproses penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi WNI yang tidak memiliki atau kehilangan dokumen perjalanan.

Baca Juga:
WNI Terlibat Jaringan Scam di Kamboja, DPR: Penanganan Negara Harus Berbasis HAM

“Dukungan tim dari Jakarta sangat membantu mempercepat proses di lapangan, terutama bagi WNI yang kehilangan atau tidak memiliki dokumen keimigrasian,” kata Santo.

Sementara itu, KBRI Phnom Penh mencatat jumlah WNI yang melapor sejak 16 Januari 2026, menyusul operasi besar-besaran Pemerintah Kamboja terhadap pusat-pusat penipuan daring. Hingga Jumat, 24 Januari 2026 pukul 23.59 waktu setempat, sebanyak 2.277 WNI telah melapor langsung untuk meminta pendampingan dan bantuan pemulangan ke Indonesia.

Meski jumlah laporan harian menunjukkan tren penurunan—tercatat 122 laporan pada 24 Januari 2026 dibandingkan lebih dari 200 laporan per hari pada hari-hari sebelumnya—KBRI menegaskan tetap siaga penuh dalam menangani setiap laporan yang masuk.

“Kami tidak lengah. Prioritas kami adalah keselamatan WNI dan memastikan seluruh proses pemulangan berjalan sesuai prosedur,” tegas Santo.

KBRI Phnom Penh mengimbau para WNI untuk tetap bersabar, mematuhi mekanisme yang telah ditetapkan, serta menjaga komunikasi aktif dengan pihak KBRI dan keluarga di Indonesia. Pemerintah Indonesia memastikan seluruh WNI akan dipulangkan secara bertahap sesuai ketentuan yang berlaku.

“Negara hadir dan bertanggung jawab. Kami akan terus mengupayakan yang terbaik agar seluruh WNI bisa kembali ke Tanah Air dengan aman,” pungkas Santo Darmosumarto.

Baca Sebelumnya

Kota Surabaya dan Batu Diprediksi Hujan Ringan Hari Ini! Cek Daerahmu Sekarang

Baca Selanjutnya

Harga Kambing Anjlok, Peternak di Kabupaten Gresik Terpaksa Jual Murah

Tags:

Online Scam Kamboja kbri phnom penh

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

12 April 2026 11:40

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

12 April 2026 11:00

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

12 April 2026 09:40

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

12 April 2026 08:21

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

11 April 2026 07:30

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

10 April 2026 06:40

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar