Kasus Siswi SD Disiram Kuah Bakso Panas, Komisi D DPRD Jember Berharap Sekolah Lebih Dekat ke Anak Didik

Jurnalis: Muhammad Hatta
Editor: Muhammad Faizin

27 Mei 2025 17:39

Thumbnail Kasus Siswi SD Disiram Kuah Bakso Panas, Komisi D DPRD Jember Berharap Sekolah Lebih Dekat ke Anak Didik
Seluruh anggota Komisi D DPRD Jember saat berkunjung ke SDN Kalisat 01, tempat korban menuntut ilmu. (Istimewa)

KETIK, JEMBER – Terungkapnya kasus bocah 9 tahun yang disiram kuah bakso panas oleh tantenya sendiri, mengungkap cerita baru. Korban, ZN diduga sudah setahun terakhir kerap disiksa oleh NAR (27) adik kandung ibu korban atau tante korban.

Selama setahun terakhir, korban memang dititipkan ke rumah nenek dan tantenya karena sang ibu bekerja di Kalimantan. Adapun ayahnya tidak diketahui keberadaannya setelah bercerai dari ibu korban.

Hal itu terungkap di sela kunjungan Komisi D DPRD Jember ke SDN Kalisat 01.  Kasus kekerasan ini salah satunya terungkap berkat peran guru korban yang memviralkan video pengakuan korban serta membantu melaporkan kasus ini ke polisi.

Kasus ini mendapat perhatian khusus dari Komisi D DPRD Jember yang membidangi masalah pendidikan.

Baca Juga:
Pemkot Terapkan Kebijakan Surabaya Tanpa Gawai di Malam Hari

"Kami miris dan kaget dengan yang dialami korban. Karena ternyata sudah terjadi sejak setahun yang lalu,” papar Fatmawati, anggota Komisi D DPRD Jember saat dikonfirmasi usai kegiatan, Selasa (27/5/2025).

Selama setahun tinggal bersama nenek dan tante kandungnya, korban kerap mendapatkan penganiayaan dari tersangka. Namun, hal itu dipendam rapat-rapat oleh korban saat di sekolah.

“Anak sekecil ini memendam rasa sakit sendiri. Dari pendalaman yang kami peroleh, ternyata korban juga dipukul, informasinya menggunakan parutan kelapa dan juga dengan sapu lidi. Sehingga menyebabkan memar, dan juga luka lebam. Sekarang malah luka bakar dan melepuh akibat disiram kuah bakso itu," ujar politikus Partai Nasdem itu dengan nada geram.

Berkaca dari kejadian ini, Komisi D DPRD Jember berharap seluruh guru yang ada di Jember untuk lebih memperhatikan kondisi anak didiknya. Mengenal mereka secara pribadi, sehingga bisa mendeteksi jika ada hal yang tidak beres.

Baca Juga:
Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

“Kami tidak menyalahkan para guru. Namun berkaca dari kejadian ini, kami harap lebih dekat lagi. Dari informasi yang kami terima, korban ini dekat banget dan selalu berbuat baik di sekolah. Prestasinya bagus, tapi memang dia memendam rasa sakit itu sendiri," ujarnya.

"Bayangkan anak sekecil itu, dia sudah kuat menahan beban sakit, psikis, seberat itu. Karena diakui korban, dan disampaikan gurunya. Kalau sampai orang lain tahu kejadian ya, maka korban ini akan lebih disiksa lagi," ucapnya.

Selain itu, Fatmawati juga mendesak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Jember yang terkait, agar bisa membantu secara optimal upaya pemulihan dan pengobatan korban dari luka yang dialami. Termasuk pemulihan psikis.

"Atensi serius ini harus dilakukan DP3AKB, Dinkes dan Dinsos serta Kapolres yang menyelidiki benar-benar, dan mendalami kasus ini secara serius. Supaya menjadi efek jera serta harapan kami tidak akan terulang lagi kasus seperti ini," tegasnya.

 

Foto Kepala sekolah dan para guru di SDN Kalisat 01 saat diwawancarai oleh jurnalis Ketik.co.id. (Foto: Atta/ Ketik.co.id)Kepala sekolah dan para guru di SDN Kalisat 01 saat diwawancarai oleh jurnalis Ketik.co.id. (Foto: Atta/ Ketik.co.id)

 

Dikonfirmasi terpisah Kepala SDN Kalisat 01 Hasanatun Toyibah S.Pd, mengatakan pihaknya sudah memberikan pendampingan bagi anak korban.

Perempuan yang akrab disapa Hasanah ini, juga membenarkan jika anak korban dikenal baik dan memang bersikap tertutup meskipun kondisinya tersakiti.

"Terkait kejadian yang menimpa salah satu siswa kami di kelas 3, berinisial Z, kami dari pihak sekolah merasa prihatin dan sangat memperhatikan permasalahan tersebut. Awalnya kami mengetahui kejadian ini pada tanggal 20 Mei 2025. Saat itu, salah satu guru kami mendapatkan informasi dari masyarakat, bahkan aparat setempat, bahwa kemungkinan ada tindakan kekerasan yang dialami oleh siswa kami. Guru tersebut lalu diminta untuk memastikan kebenarannya," kata Hasanah.

Setelah dilakukan pengecekan, lanjutnya, ternyata benar dan kemudian dilanjutkan dengan mengambil dokumentasi berupa video.

"Tapi bukan untuk menyebarkan, tapi sebagai bukti, agar tidak dianggap mengada-ada atau fitnah tanpa dasar. Setelah itu, guru kami langsung melaporkan kepada bagian kesiswaan," ucapnya.

Menyikapi himbauan dari Komisi D DPRD Jember,  Hasanah akan menerapkannya ke sekolah yang ia pimpin.

"Kami berencana bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang apa itu bullying. Supaya mereka tahu bentuk-bentuk kekerasan, dan bisa berani terbuka jika mengalaminya," jelasnya.

"Kami ingin mereka tahu, apa yang harus dilakukan jika menjadi korban, di mana pun itu. Baik di rumah, di sekolah, atau di lingkungan lainnya. Selain itu, kami juga akan meningkatkan koordinasi dengan wali murid, agar lebih terbuka dan sigap menghadapi situasi serupa. Harapan kami, kejadian ini tidak terulang lagi," pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Tenaga Honorer Polres Sampang Diduga Tipu Warga Pakai Jaminan Mobil Bermasalah

Baca Selanjutnya

Rampas Ponsel Anak-Anak untuk Beli Miras, Komplotan Jambret di Surabaya Dibekuk

Tags:

Jember bocah SD di Kalisat disiram kuah bakso KDRT perlindungan anak Kekerasan Dalam Rumah Tangga anak 9 tahun dianiaya tante sendiri

Berita lainnya oleh Muhammad Hatta

Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

5 April 2026 21:15

Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

Video Percikan Api Lokomotif Viral di TikTok, KAI Pastikan Bukan Kebakaran

4 April 2026 11:51

Video Percikan Api Lokomotif Viral di TikTok, KAI Pastikan Bukan Kebakaran

Diduga Terpeleset Saat Menimba Air, Perempuan di Puger Jember Tewas Tercebur Sumur

4 April 2026 11:25

Diduga Terpeleset Saat Menimba Air, Perempuan di Puger Jember Tewas Tercebur Sumur

Terungkap, Dugaan Bullying Siswa SMA di Jember Dipicu Voice Note dan Konflik Lama

4 April 2026 11:00

Terungkap, Dugaan Bullying Siswa SMA di Jember Dipicu Voice Note dan Konflik Lama

Korban Bullying di Jember Alami Trauma, Dinsos Libatkan Psikolog

4 April 2026 10:00

Korban Bullying di Jember Alami Trauma, Dinsos Libatkan Psikolog

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

4 April 2026 09:05

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar