Kasus Pajak Bisa Jadi Trigger Revolusi? Rizal Ramli Ajak Presiden Kembali ke Khittah

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Moana

23 Mar 2023 10:22

Thumbnail Kasus Pajak Bisa Jadi Trigger Revolusi? Rizal Ramli Ajak Presiden Kembali ke Khittah
Dr Rizal Ramli.(Dok.KETIK)

KETIK, JAKARTA – Ekonom Senior Dr Rizal Ramli menilai ucapan Menteri Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD soal 'transaksi gaib' di Kemenkeu sebesar Rp300 triliun tak konsisten. 

Mahfud MD menyebutkan bahwa transaksi tersebut bukanlah korupsi namun merupakan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). 

"Come on, money laundering itu kejahatan. Hasil pencurian, hasil duit hitam semua. Akhirnya dia sadar beberapa hari kemudian ia meralat pernyataan bahwa transaksi itu bukan money laundering, bukan kejahatan," ujarnya, Kamis (23/3/2023). 

Dalam kondisi tersebut, ujar Rizal, sangat penting mengubah sistem pemerintahan. Namun syaratnya adalah, presiden harus mundur dalam waktu dekat. 

Baca Juga:
Kanwil DJP Jabar II Kolaborasi dengan Pemkab Indramayu, Optimalisasi Penerima Pajak Tahun 2026

"Waktunya Pak Jokowi mundur karena pelanggaran konstitusi yang sudah dilakukan banyak sekali," tambah Rizal. 

Lantas, mengapa presiden harus mundur? 

Rizal mengatakan tiga alasan kuat. Pertama adalah, dugaan KKN di rezim dinilai lebih kuat dibandingkan era Presiden Soeharto. Apalagi Rizal juga merupakan saksi sistem birokrasi lintas zaman. 

Selanjutnya, kasus pajak di Indonesia sangat mengkhawatirkan. Padahal, revolusi besar di dunia selalu berawal dari kasus pajak. 

Baca Juga:
Era Transparansi CoreTax 2026! Mengapa Pengusaha Tak Bisa Lagi Sembunyikan Aset?

"Sebut saja Frech Revolution, raja ama ratu pesta tiap malam. Rakyat dipaksa bayar pajak, akhirnya dipancung itu ratunya Marie Antoinette dan Louis XVI. Kemudian juga revolusi Amerika," ucap Rizal. 

Rizal Ramli percaya jika jalan Tuhan membuka pencerahan bagi Indonesia telah terbuka lebar lewat kasus pajak tersebut. Sebagaimana adagium "Suara Rakyat adalah Suara Tuhan".

"Hari ini suara rakyat ada di sosial media. Ada yang ngaco, ada yang hoaks tapi banyak juga yang murni dari suara rakyat itu," tandasnya. 

Kasus Sambo misalnya. Ujar Rizal, adalah salah satu contoh people power social media 1.0. Demikian pula dengan kasus pajak yang menyeret Rafael Alun Trisambodo, mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan adalah contoh people power social media 2.0.

"Saya minta fokus pada tiga hal saja. Satu pelanggaran konstitusi Jokowi, dua adalah KKN anak-anaknya dan elit-elit luar biasa ganasnya dibandingkan Soeharto dan ketiga adalah soal pajak. Kalau kita fokus tiga hal ini, Jokowi jatuh sebentar lagi," ucap Rizal.

"Tapi saya mau berbaik hati saya mau bilang, wis Mas Jokowi..wis.. keluarga sampean udah wareg..jangan lewati batas inj karena rakyat kita nggak akan sabar," ungkap Rizal Ramli meminjam Istilah Nur Kholis Madjid saat pertemuan Komisi reformasi pada era Soeharto.  

"Nur Kholis cuma bilang Pak Harto wis Pak Harto, Pak Harto wis kenyang.. Dan akhirnya Pak Harto juga memberikan jawaban 'aku juga nggak pathek en. Besok nya terjadi transisi besar dalam pemerintahan. Nah, kita akan mengajak Pak Jokowi kembali ke khittah nya," pungkas Rizal Ramli.(*)

Baca Sebelumnya

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Membuka Lowongan Tenaga IT

Baca Selanjutnya

Untuk Buka Puasa, Masjid Al-Akbar Surabaya Siapkan 6 Ton Beras

Tags:

Dr Rizal Ramli Presiden Jokowi Pajak Revolusi

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar