Kapolda Jatim Pastikan Perusuh di Surabaya Bukan Ojol

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: Fiqih Arfani

29 Agt 2025 23:40

Thumbnail Kapolda Jatim Pastikan Perusuh di Surabaya Bukan Ojol
Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Pol Nanang Avianto usai acara doa bersama dan menyalakan seribu lilin di Mapolda Jatim, Jumat, 29 Agustus 2025. (Foto: Khaesar/Ketik)

KETIK, SURABAYA – Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Pol Nanang Avianto angkat bicara terkait kericuhan yang terjadi dalam aksi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Menurutnya, kericuhan itu bukan cerminan aspirasi murni komunitas ojek online (ojol).

Ia memastikan, aspirasi yang disampaikan para pengemudi ojol sejatinya berlangsung tertib dan kondusif, sebagaimana terlihat pada aksi damai yang digelar di Mapolda Jatim.

“Nah, rekan-rekan bisa membandingkan dengan yang di Grahadi dan yang sekarang di Polda. Ini ojol semua, murni, kondusif. Tidak ada apa-apa. Dan kami welcome terbuka. Aspirasi mereka kami tampung,” ujar Nanang usai acara doa bersama dan menyalakan seribu lilin di Mapolda Jatim, Jumat, 29 Agustus 2025.

Jenderal polisi dua bintang tu menilai, aksi ricuh di Grahadi justru menimbulkan tanda tanya karena merusak fasilitas umum dan menodai simbol kebesaran Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga:
Perkuat Daya Tahan Ekonomi di Tengah Tekanan Pendapatan, Gubernur Khofifah Bagi-Bagi Bensin Gratis untuk 200 Ojol

“Jangan sampai ojol ini didiskreditkan. Terbukti sekarang, apa yang dilakukan di Polda itu murni aspirasi dan berlangsung tertib. Sementara yang di Grahadi berbeda. Kami akan investigasi siapa pelakunya, karena di situ ada simbol provinsi yang harus dijaga,” ucapnya.

Terkait penggunaan gas air mata, Nanang menegaskan bahwa langkah itu ditempuh setelah upaya persuasif tidak diindahkan. Sebelum gas air mata dilepaskan, aparat terlebih dahulu melakukan imbauan simpatik, barikade, hingga penyemprotan air.

“Proses pengamanan ada SOP-nya. Pertama imbauan, lalu barikade. Begitu kawat pengaman dirusak, kita bertahan. Setelah ada peringatan, tetap tidak mundur, kita semprot air," ujarnya.

"Tapi justru mereka makin beringas, ada pembakaran, perusakan CCTV, hingga pelemparan dengan paving. Bahkan ada motor yang dibakar,” imbuh Nanang.

Baca Juga:
Nasib Tragis Angkot Probolinggo: Dulu Jadi Raja Jalanan, Kini Tinggal Kenangan

Nanang menambahkan, aparat sama sekali tidak menggunakan senjata api maupun peluru, baik tajam maupun karet.

“Tidak ada kami menggunakan senjata. Apalagi peluru tajam. Yang kami gunakan hanya gas air mata, supaya massa mundur dan situasi terkendali,” ucapnya.

Nanang berharap seluruh elemen masyarakat Jawa Timur dapat menjaga kondusivitas dan tidak merusak fasilitas publik yang sejatinya merupakan milik bersama.

“Dari pada dipakai merusak fasilitas umum, lebih baik anggaran digunakan untuk kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. Saya yakin sederek kabeh warga Jawa Timur pasti sayang Jawa Timur. Ayo kita jaga bersama,” ujarnya.

Sebelumnya, aksi massa terjadi di depan Gedung Negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo Surabaya, Jumat sore. Meski awalnya berjalan tertib, namun situasi berubah dan massa mencoba merangsek masuk dengan berupaya merobohkan gerbang sisi timur.

Tak itu saja, massa juga melempari petugas keamanan, termasuk benda diduga bom molotov hingga mengakibatkan sekitar 25 unit kendaraan roda dua hangus terbakar.

Unjuk rasa tersebut merupakan aksi solidaritas driver ojek online (ojol) bernama Affan yang meninggal dunia akibat ditabrak dan dilindas oleh kendaraan rantis milik Brimob Polri di Jakarta, Kamis malam.  (*)

Baca Sebelumnya

7 Personel Brimob Pelindas Affan Kurniawan Ditahan Usai Terbukti Langgar Kode Etik

Baca Selanjutnya

Dugaan Praktik Jual Beli Tanah Negara di Desa Soco Magetan, LSM GMAS Siap Lapor APH

Tags:

Kejadian di Surabaya Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto Polda Jatim Ojol Ojek online Massa aksi di Surabaya demo di Surabaya

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar