"Kamu Tidak Sendirian": RSUD Sleman Ubah Hari Kesehatan Mental Jadi Ruang Terapi Komunal Hangat

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Rahmat Rifadin

18 Okt 2025 20:07

Thumbnail "Kamu Tidak Sendirian": RSUD Sleman Ubah Hari Kesehatan Mental Jadi Ruang Terapi Komunal Hangat
dr Dinar Ariyati, SpKJ saat menyampaikan materi tentang kesehatan jiwa dalam Diskusi Kelompok Terarah (FGD) di RSUD Sleman, bagian dari peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia 2025. (Foto: RSUD Sleman for Ketik)

KETIK, SLEMAN – Peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia 2025 di RSUD Sleman terasa berbeda. Di tengah hiruk pikuk pelayanan rumah sakit, sebuah momen hening nan mendalam terjadi.

RSUD Sleman mengubah peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia 2025 menjadi sebuah perayaan keberanian.

"Setiap orang memiliki perjuangan masing-masing. Melalui kegiatan ini, kita belajar untuk menghargai proses dan saling mengingatkan bahwa tidak ada yang sendirian," ujar Plt Direktur RSUD Sleman, dr Esti Kurniasih dalam keterangannya, Sabtu 18 Oktober 2025.

Jauh dari formalitas, acara yang digelar ini menjelma menjadi sebuah "terapi komunal" yang hangat, di mana kerentanan disambut dengan dukungan.

Baca Juga:
3.966 Warga Brebes Terdiagnosis Gangguan Jiwa, 33 Pasien Terpaksa Dipasung

Bukan dengan pidato formal, RSUD Sleman, melalui Instalasi Promosi Kesehatan dan Klinik Kesehatan Jiwa, memilih menggelar Diskusi Kelompok Terarah (FGD) bertema "Pulih, Bersosial, dan Produktif: Kesehatan Jiwa untuk Semua". Para peserta dan pendamping berkumpul pada Rabu, 15 Oktober 2025.

Mereka datang untuk membuktikan dan merayakan satu hal: bahwa kesehatan jiwa adalah perjalanan, bukan tujuan tunggal. Lantai 5 Gedung Pelayanan Terpadu RSUD Sleman menjadi saksi bisu terjalinnya koneksi antar jiwa.

Acara ini sukses menyatukan 31 peserta dan pendamping di lantai 5 Gedung Pelayanan Terpadu dalam sebuah misi tunggal: merayakan proses pemulihan, sekecil apapun itu.

Keberanian Berbagi yang Menggetarkan

Baca Juga:
Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

Plt Direktur RSUD Sleman, dr Esti Kurniasih, membuka acara dengan pesan yang menyentuh hati. Disebutkan proses pemulihan sering kali dipandang sebagai beban individual, padahal sesungguhnya membutuhkan dukungan.

Foto Kesehatan mental itu sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Mari hilangkan stigma. Kalau kaki sakit kita periksa ke dokter, begitu juga saat hati dan pikiran sakit, kita berhak mencari bantuan profesional. (Foto: Tangkapan Layar)Kesehatan mental itu sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Mari hilangkan stigma. Kalau kaki sakit kita periksa ke dokter, begitu juga saat hati dan pikiran sakit, kita berhak mencari bantuan profesional. (Foto: Tangkapan Layar)

dr Esti Kurniasih memberikan penekanan bahwa kegiatan tersebut bertujuan melampaui seminar biasa.

"Kita sering lupa bahwa proses pulih itu butuh pengakuan dan dukungan. Melalui forum ini, kita belajar menghargai setiap langkah dan mengingatkan: tidak ada yang sendirian dalam perjuangan ini," tegas dr. Esti.

Menurutnya ini adalah upaya dalam menciptakan dukungan sosial yang hangat dan inklusif.

Disebutkan, sesi yang paling menyentuh adalah ketika peserta, yang sebelumnya mungkin merasa terisolasi, berbagi kisah nyata dengan kejujuran yang luar biasa.

Dipandu oleh dr Dinar Ariyati, SpKJ, mereka mendiskusikan bagaimana cara mereka bangkit, peran penting keluarga, serta tantangan dalam mencoba kembali produktif.

Pemaparan awal oleh dr Dinar Ariyati, SpKJ, memberikan kerangka medis. Energi acara meledak dalam sesi diskusi kelompok. Di sana, para peserta dengan berani berbagi kisah-kisah personal yang inspiratif mulai dari titik terendah hingga momen kebangkitan.

Satu per satu, cerita tentang rasa putus asa, keberhasilan kecil, dan dukungan tak terduga dari orang terdekat dibagikan. Air mata, tawa, dan anggukan penuh pemahaman mewarnai ruangan.

Kisah-kisah yang dibagikan mulai dari perjuangan melawan stigma hingga kemenangan kecil sehari-hari berfungsi sebagai cermin dan motivasi.

Momen-momen ini menjadi penyemangat, membentuk jaring pengaman emosional yang kuat di antara mereka. Mereka tidak hanya pulih, tetapi juga menemukan kembali makna bersosial dan produktif setelah melalui masa sulit.

Diskusi ini tidak hanya menawarkan solusi, tetapi juga validasi emosional yang esensial: bahwa perasaan mereka nyata, dan harapan itu ada.

Jejaring Sosial yang Lebih Kuat dan Komitmen Inklusif

Acara ini menghasilkan sebuah komitmen kolektif: sebuah janji kecil dari setiap peserta untuk terus berjuang. Peserta bertekad untuk menjadi titik kontak dukungan bagi satu sama lain.

Serta janji dari RSUD Sleman untuk menjadikan kesehatan jiwa sebagai bagian penting dari kesehatan utuh dan hak yang tak terpisahkan. Sekaligus menegaskan kembali bahwa kesehatan jiwa adalah hak setiap orang tanpa terkecuali, dan bukan sekadar kemewahan.

Melalui kegiatan ini, RSUD Sleman juga menekankan posisinya tidak hanya sebagai penyedia layanan medis, tetapi sebagai fasilitator komunitas yang peduli dan suportif bagi seluruh masyarakat.

Sehingga acara ini sukses menghasilkan komitmen kolektif, bukan sekadar janji.

Dari program-program seperti FGD ini, RSUD Sleman menunjukkan bahwa rumah sakit juga dapat berfungsi sebagai simpul komunitas yang membangun jembatan antarindividu, memastikan bahwa setiap warga Sleman memiliki akses ke dukungan sosial yang inklusif di samping layanan medis yang prima. (*)

Baca Sebelumnya

Kanker Prostat Duduki Peringkat Ke-5 di Indonesia, Deteksi Dini Jadi Kuncinya

Baca Selanjutnya

Sosok Dyah Roro Esti, Wamendag Berprestasi Jebolan Harvard yang Kini Jabat Waketum DPN HKTI

Tags:

Hari kesehatan mental sedunia RSUD Sleman Kesehatan Jiwa Diskusi Kelompok Terarah Pemulihan Dukungan Sosial kesehatan mental inklusif Komunitas Peduli Pemkab Sleman

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

9 April 2026 16:18

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

9 April 2026 05:50

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

8 April 2026 08:20

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar