Kampung Pancasila Krembangan Tuai Apresiasi, Dinilai Jaga ‘Jiwa’ Kota Surabaya di Tengah Modernisasi

18 April 2026 11:40 18 Apr 2026 11:40

Thumbnail Kampung Pancasila Krembangan Tuai Apresiasi, Dinilai Jaga ‘Jiwa’ Kota Surabaya di Tengah Modernisasi

Wali Kota Eri Cahyadi Memberikan Sambutan dalam Peresmian Program Kampung Pancasila pada hari Jumat, 17 April 2026. (Foto: Laman Pemkot Surabaya)

KETIK, SURABAYA – Program Kampung Pancasila yang diresmikan Pemerintah Kota Surabaya di RW 02, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan, mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, salah satunya pengamat kebijakan publik sekaligus tokoh masyarakat Isa Ansori. 

Penilaian tersebut disampaikan pada Jumat 17 April 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap upaya Pemkot Surabaya dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah arus modernisasi kota.

Isa Ansori menilai, Kampung Pancasila di Jalan Krembangan Bhakti No. 42 bukan sekadar simbol administratif, melainkan ruang hidup yang mampu membumikan nilai-nilai Pancasila secara nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Kampung Pancasila adalah pernyataan tegas bahwa Surabaya menolak menjadi kota yang dingin dan individualistik. Di sini, Pancasila tidak berhenti sebagai teks, tapi hadir dalam tindakan sehari-hari seperti gotong royong dan penghormatan terhadap keberagaman,” ujar Isa.

Menurutnya, kekuatan Kota Surabaya tidak hanya terletak pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada hubungan sosial yang erat antarwarga. Ia menegaskan bahwa kampung menjadi ruang paling strategis dalam membangun nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.

“Pemilihan kampung sebagai titik awal sangat tepat, karena di situlah denyut kehidupan warga paling terasa. Internalisasi nilai-nilai kemanusiaan akan lebih efektif jika dimulai dari lingkungan terdekat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Isa juga menyoroti aspek keberlanjutan dalam program tersebut. Ia menilai, konsep kota berkelanjutan tidak hanya berbicara tentang lingkungan, tetapi juga ketahanan sosial yang kuat di tengah masyarakat.

“Kota yang berkelanjutan adalah kota yang warganya saling mengenal dan menjaga. Dengan Kampung Pancasila, rasa aman tumbuh dari kesadaran kolektif, bukan sekadar karena pengawasan aparat,” tegasnya.

Ia pun mengapresiasi visi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang ingin membawa Surabaya ke tingkat global tanpa kehilangan identitas lokal. Menurutnya, Kampung Pancasila menjadi benteng nilai sekaligus identitas kota di tengah derasnya arus globalisasi.

“Dari Krembangan Bhakti kita belajar, bahwa untuk melangkah jauh ke masa depan, kita harus menguatkan akar. Surabaya sedang menunjukkan kepada dunia bagaimana menjadi kota modern yang tetap punya hati,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

#KampungSurabaya #EriCahyadi Pemkot.Surabaya infosurabaya #ModernisasiSurabaya #JiwaKota