KETIK, KEDIRI – Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, menjelma menjadi "Kampung Juara Voli" berkat konsistensi pembinaan atlet muda yang dilakukan PBV Sporta Muda.

Meski baru berdiri pada 2024, klub bola voli tersebut telah mencetak belasan prestasi sekaligus mengantarkan sejumlah atlet muda diterima di sekolah favorit melalui jalur prestasi.

Ketua PBV Sporta Muda, Eko Toro, mengatakan budaya olahraga bola voli telah mengakar kuat di Desa Tales. Hampir setiap sore, lapangan voli yang berada di dekat balai desa dipenuhi anak-anak dan remaja yang mengikuti latihan secara rutin.

"Olahraga bola voli bisa dibilang menjadi olahraga unggulan di Desa Tales," ujar Eko, Senin, 6 Juli 2026.

Ia menjelaskan, para atlet binaan menjalani latihan secara disiplin setiap sore, kecuali Kamis dan Sabtu. Di tengah maraknya penggunaan gawai di kalangan anak-anak, para generasi muda di Desa Tales justru memilih menghabiskan waktu dengan berlatih voli untuk mengasah kemampuan dan mengejar prestasi.

Baca Juga:
Mas Dhito Terima Penghargaan Hari Bhayangkara ke-80 dari Polres Kediri

PBV Sporta Muda yang sebelumnya bernama Tales Jaya telah mengoleksi sedikitnya 13 prestasi dengan menembus dua besar dalam berbagai turnamen di Kabupaten Kediri maupun daerah sekitar.

Prestasi terbaru diraih saat menjadi juara pertama Turnamen PBV ARJ Pagu yang digelar pada 29 Juni 2026 dan diikuti tim-tim dari wilayah eks Karesidenan Kediri.

Tak hanya melahirkan prestasi olahraga, klub tersebut juga berhasil membuka jalan pendidikan bagi para atlet mudanya. Sejumlah atlet putri kelompok usia 2012–2015 diterima di sekolah favorit melalui jalur prestasi, di antaranya SMP Negeri 1 Ngadiluwih, MTs Negeri 7 Tulungagung, hingga memperoleh golden ticket masuk MTs Negeri 2 Kediri.

"Harapan kita, lewat olahraga voli ini kita bisa mengantarkan anak-anak desa menuju kesuksesan di jenjang berikutnya," katanya.

Baca Juga:
Gus Qowim Kediri Dukung Pendirian Galeri Investasi BEI untuk Tingkatkan Literasi Pasar Modal

Penasihat PBV Sporta Muda, Budiarjo Setiawan, mengatakan berdirinya klub tidak lepas dari semangat kebersamaan para pemuda desa bersama tokoh masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Warung Kopi Yumi.

Menurutnya, gagasan membangun klub bola voli berawal dari keinginan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui pembinaan generasi muda.

"Ini berawal dari keinginan kita, di mana kita ingin memberikan pengabdian kepada negara, mengisi pembangunan tanpa harus menggunakan jalur-jalur formal. Salah satunya adalah dengan mendirikan tim bola voli Sporta Muda," ujarnya.

Selain menjadi tempat pembinaan atlet, kawasan warung kopi di sekitar lapangan desa juga dikembangkan sebagai ruang komunikasi publik. Warga dapat menyampaikan aspirasi, berdiskusi mengenai persoalan desa, hingga memperoleh layanan konsultasi hukum secara gratis.

"Kita juga buat ruang terbuka publik di warung kopi untuk menampung aspirasi atau uneg-uneg warga yang akan disampaikan ke jalur birokrasi. Termasuk kita juga memberikan ruang konsultasi hukum gratis," tambah Budi yang juga berprofesi sebagai advokat.

Sementara itu, perwakilan Pemerintah Desa Tales, Arif Nur Habibi, menilai keberadaan PBV Sporta Muda turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, aktivitas latihan maupun penyelenggaraan turnamen ikut menggerakkan pelaku UMKM di sekitar lapangan sehingga menciptakan efek berganda bagi perekonomian desa.

"Sehingga geliat roda perekonomian juga ikut berputar, jadi memberikan efek ganda," katanya.

Arif yang juga menjabat Kepala Dusun Krajan berharap julukan Desa Tales sebagai Kampung Juara Voli semakin dikenal luas.

Menurutnya, olahraga bola voli telah menjadi identitas masyarakat Desa Tales karena hampir setiap dusun memiliki lapangan dan komunitas voli yang aktif.

"Karena di sini banyak peminat olahraga voli dari berbagai usia. Jadi tidak salah juga kalau daerah sini disebut Kampungnya Juara Voli," pungkasnya.(*)