Kajari Sleman Ajak Masyarakat Runtuhkan Sekat-Sekat Sosial di Bulan Ramadan

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Mustopa

20 Feb 2026 15:29

Thumbnail Kajari Sleman Ajak Masyarakat Runtuhkan Sekat-Sekat Sosial di Bulan Ramadan
Kajari Sleman, Bambang Yunianto saat diwawancarai awak media (Foto: Fajar R/Ketik.com)

KETIK, YOGYAKARTA – Ada keresahan mendalam yang dirasakan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sleman, Bambang Yunianto. Memasuki awal bulan Ramadan 1447 Hijriah, ia tidak hanya bicara soal penegakan hukum, melainkan tentang sebuah tradisi luhur yang perlahan menguap dari masjid dan mushola yakni salaman.

Bambang Yunianto menyoroti fenomena "jarak sosial" yang masih membekas kuat di tengah masyarakat meskipun badai pandemi Covid-19 telah lama berlalu. Jabat tangan, yang selama berabad-abad menjadi simbol penggugur dosa dan perekat batin sesama Muslim, kini terasa kaku, bahkan sering kali dihindari.

Menurut Bambang Yunianto, dampak psikologis dari pandemi telah menciptakan sekat yang tidak kasat mata. Ia menyayangkan jika jabat tangan, yang secara esensi adalah sunah saat bertemu dan berpisah, kini dianggap sebagai sesuatu yang asing.

"Dulu, salaman setelah shalat berjamaah adalah momen paling syahdu untuk mencairkan ketegangan dan menghapus dendam. Namun sejak pandemi, jabat tangan seolah menjadi sesuatu yang dilarang. Sayangnya, ketakutan itu terbawa sampai sekarang. Kita jadi dingin satu sama lain," ungkap Bambang Yunianto dengan nada prihatin, Jumat 20 Februari 2026.

Ia menambahkan, meski ada perbedaan pandangan fikih mengenai waktu khusus bersalaman, secara universal jabat tangan adalah bumbu utama dalam menumbuhkan kasih sayang antar sesama manusia.

Keakraban Warga Sleman yang Mulai "Menguap"

Kajari Sleman Bambang Yunianto menilai, hilangnya sentuhan fisik dalam berinteraksi berdampak langsung pada kualitas kerukunan warga. Di wilayah Sleman yang dikenal dengan semangat gotong-royongnya, ketiadaan jabat tangan di sejumlah tempat membuat hubungan bertetangga terasa lebih formal dan hambar.

"Dampaknya nyata, keakraban antarwarga jadi berkurang. Ada rasa sungkan yang berlebihan. Padahal, kekuatan kita sebagai bangsa, khususnya di Sleman, ada pada kehangatan silaturahminya," tegasnya.

Memasuki bulan suci Ramadan 1447 H, Bambang Yunianto mengajak seluruh masyarakat Sleman untuk menjadikan momentum ini sebagai titik balik. Ia mengajak warga untuk tidak lagi ragu berjabat tangan dan saling memaafkan.

"Mengawali Ramadan 1447 H ini, saya secara pribadi dan keluarga besar Kejari Sleman mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Mari kita gunakan bulan mulia ini untuk meruntuhkan sekat-sekat sosial. Jangan biarkan sisa-sisa trauma pandemi menjauhkan hati kita," pesannya.

Ia berharap pada Ramadan 1447 H, masjid-masjid kembali hangat dengan senyuman dan jabat tangan yang tulus, sehingga kedamaian dan kerukunan di Bumi Sembada kembali pulih seutuhnya. (*)

Baca Juga:
Perantau asal Sumsel di Jatim Merapat! Kangen Kampung Halaman? Ayo Hadir di Silaturahmi Akbar "Dari Kito untuk Kito"
Baca Juga:
Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen
Baca Sebelumnya

Quick Rice, Inovasi Nasi Instan Khas Nusantara dari Universitas Negeri Surabaya Siap Santap 5 Menit

Baca Selanjutnya

Sidak Lapas Bojonegoro Dinilai Hanya Formalitas, Ketua LAN: Tak Ada Tes Urine, Itu Ganjil!

Tags:

Tradisi Salaman Silaturahmi Kabar Sleman Kejaksaan Negeri Sleman Ibadah Puasa 2026 ramadan

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

9 April 2026 16:18

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

9 April 2026 05:50

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

8 April 2026 08:20

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar