KETIK, SORONG – Kemarau panjang yang melanda Kota Sorong selama kurang lebih lima bulan menyebabkan warga, khususnya masyarakat kurang mampu, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Melihat kondisi tersebut, Koordinator Presidium MW KAHMI Papua Barat Daya, Hasbi Suaib bersama Ketua FORHATI Fatmawati Tamima, mengambil langkah nyata dengan turun langsung ke lapangan untuk mendistribusikan air bersih secara gratis kepada warga yang membutuhkan.

Kegiatan sosial ini merupakan wujud kepedulian KAHMI dan FORHATI terhadap kondisi umat dan masyarakat yang terdampak kekeringan. Aksi tersebut juga menjadi bagian dari komitmen organisasi itu untuk hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Koordinator Presidium MW KAHMI Papua Barat Daya, Hasbi Suaib mengatakan bahwa pembagian air bersih ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan akibat kemarau panjang.

“KAHMI harus hadir di tengah-tengah masyarakat, terutama ketika warga menghadapi situasi sulit seperti kekurangan air bersih. Air merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari. Karena itu, kami berinisiatif turun langsung membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Hasbi, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Baca Juga:
89 Desa di Cilacap Terdampak Kekeringan, 1.500 Tangki Air Bersih Telah Disalurkan

Ia menjelaskan, bantuan air bersih tersebut merupakan hasil kepedulian dan semangat kebersamaan untuk meringankan beban warga. Menurutnya, gerakan sosial seperti ini perlu terus dilakukan agar masyarakat yang terdampak kekeringan tidak merasa menghadapi persoalan tersebut sendirian.

“Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga, meskipun kami menyadari bahwa kebutuhan masyarakat masih cukup besar. Kami juga berharap pemerintah dan berbagai elemen masyarakat dapat bersama-sama mengambil langkah konkret untuk mengatasi kesulitan air bersih di Kota Sorong,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua FORHATI Papua Barat Daya, Fatmawati Tamima mengatakan, aksi tersebut merupakan kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu yang kesulitan mendapatkan air bersih.

Penyaluran bantuan air bersih oleh KOHATI dan FORHATI Papua Barat Daya kepada warga di Kompleks Kokoda, Jalan Kanal Victory, Kota Sorong, untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih di tengah kemarau panjang. (Foto: M Zaid Kilwo/Ketik.com)

Baca Juga:
Atasi Kekeringan, BPBD Brebes Salurkan 28 Ribu Liter Air Bersih untuk 408 KK di Desa Pamulihan

“Kami merasa terpanggil untuk membantu warga yang sedang mengalami kesulitan. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran KAHMI dan FORHATI dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, terutama mereka yang paling membutuhkan,” ungkap Fatmawati.

Ia berharap aksi kemanusiaan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk memperkuat solidaritas dan gotong royong dalam menghadapi dampak kemarau panjang.

“Harapan kami, bantuan ini tidak hanya meringankan beban warga, tetapi juga menggerakkan lebih banyak pihak untuk peduli. Persoalan air bersih merupakan persoalan bersama yang membutuhkan perhatian dan kerja sama semua pihak,” lanjutnya.

Pada tahap pertama, pendistribusian air bersih dilaksanakan pada 29 dan 30 September serta 1 Oktober 2026, dengan total bantuan sebanyak 40.000 liter air bersih.

Bantuan tersebut disalurkan ke sejumlah titik di Kota Sorong yakni Kompleks Kokoda KM 9 Melati Raya, Kompleks Kokoda Victory , Pantai Kompleks Buton Rufei Pantai, dan Kompleks Klademak 2 Pantai.

Selanjutnya, pada tahap kedua, KAHMI dan FORHATI kembali melaksanakan distribusi air bersih pada 9, 10, dan 11 Oktober 2026, dengan total sebanyak 30.000 liter air bersih.

Dengan demikian, total air bersih yang disalurkan dalam dua tahap tersebut mencapai 70.000 liter untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kemarau panjang di Kota Sorong.

Hasbi dan Fatmawati berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut selama masyarakat masih membutuhkan bantuan air bersih. Keduanya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kepedulian sosial dan saling membantu di tengah kondisi sulit.

Melalui aksi ini, KAHMI dan FORHATI Papua Barat Daya menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui gagasan dan gerakan organisasi, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Di tengah kemarau panjang yang melanda Kota Sorong, bantuan 70.000 liter air bersih tersebut menjadi salah satu bentuk solidaritas kemanusiaan untuk meringankan beban masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih.(*)