KETIK, SORONG – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) bersama Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Papua Barat Daya menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak musim kemarau.

Presidium KAHMI Majelis Wilayah Papua Barat Daya Hasbi Suaib mengatakan, pihaknya menyiapkan bantuan air menggunakan truk tangki bagi masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

"Program ini akan terus kami lakukan untuk warga yang membutuhkan di seluruh wilayah di Provinsi Papua Barat Daya", kata Hasbi Suaib kepada media ini, Selasa, 29 September 2026.

KAHMI dan FORHATI Papua Barat Daya menyalurkan bantuan dengan melibatkan Majelis Daerah (MD) KAHMI di sejumlah kabupaten dan kota. Saat ini, jaringan tersebut mencakup KAHMI Sorong Selatan, Raja Ampat, Kota Sorong, Kabupaten Sorong, dan Kabupaten Tambrauw. Sementara itu, Kabupaten Maybrat belum memiliki MD KAHMI.

Hasbi mengatakan, jaringan kepengurusan di daerah membantu KAHMI menghimpun informasi mengenai warga yang membutuhkan pasokan air bersih.

Baca Juga:
Sudah Disebar 4,8 Ton Garam, Hujan Buatan yang Sasar Pacitan Belum Berhasil

"Dengan jaringan kepengurusan yang tersebar di sejumlah wilayah, informasi mengenai kebutuhan air bersih dapat dihimpun dan diteruskan untuk mendapatkan bantuan", ujar Hasbi Suaib.

Ia mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk menyampaikan kebutuhannya melalui jaringan KAHMI dan FORHATI di daerah masing-masing.

 

Baca Juga:
Kodim 0813 Bojonegoro Salurkan 200.000 Liter Air Bersih ke Desa Terdampak Kekeringan

Warga menerima bantuan air bersih yang disalurkan KAHMI dan FORHATI Papua Barat Daya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah musim kemarau. (Foto: Afdal for Ketik.com)

 

"Perlu juga kami sampaikan bahwa program ini merupakan salah satu bentuk untuk memperkenalkan kepada kepala daerah dan seluruh stakeholders terkait bahwa organisasi KAHMI ada di setiap wilayah Kabupaten dan Kota di Provinsi Papua Barat Daya", jelas Hasbi.

KAHMI dan FORHATI Papua Barat Daya selanjutnya akan berkoordinasi dengan MD KAHMI di kabupaten dan kota untuk merespons kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau. (*)